LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat Ekspor

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 22 Mei 2026 19:29 WIB 6
LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat Ekspor

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu menembus pasar global. Dukungan itu diberikan melalui pelatihan ekspor, pembiayaan, penjaminan, dan asuransi ekspor. Salah satu penerima manfaatnya adalah PT Makbul Abadi Semestar, aggregator produk UMKM yang kini memperluas ekspor ke sejumlah negara. Perusahaan tersebut merasakan dampak langsung setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter pada 2024.

Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan perusahaan membantu UMKM memasarkan produk lokal ke pasar yang lebih luas. Produk yang diunggulkan antara lain keripik tempe, keripik buah, dan buah kering. Ia menyampaikan hal itu saat ditemui di ajang Trade Expo Indonesia ke-40 di Tangerang, Minggu, 19 Oktober 2025. Menurut dia, kerja sama dengan berbagai pelaku usaha membuat rantai distribusi produk lokal semakin kuat.

Ekspor UMKM Makin Luas

PT Makbul Abadi Semestar saat ini telah merangkul lebih dari 50 UMKM. Produk dari para mitra tersebut disalurkan untuk pasar ekspor maupun distribusi domestik. Wulan menyebut jumlah itu masih berpotensi bertambah seiring meningkatnya minat buyer dan calon mitra baru. Pameran dagang menjadi ruang penting untuk memperluas jejaring usaha secara lebih cepat.

Ia menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam TEI 2025 menghadirkan manfaat berlapis bagi perusahaan. Selain memperoleh calon pembeli, pihaknya juga bertemu pelaku UMKM baru yang ingin bergabung. Kondisi itu dinilai memberi double impact bagi pengembangan usaha. Dari sisi bisnis, peluang kerja sama dan perluasan pasar terbuka dalam waktu yang bersamaan.

Dalam kegiatan tersebut, PT Makbul Abadi Semestar juga menerima perhatian dari sejumlah calon mitra internasional. Produk-produk UMKM yang dibawa dinilai memiliki daya saing karena mengandalkan bahan baku lokal. Wulan menegaskan bahwa pendekatan agregator membantu produk kecil masuk ke pasar ekspor dengan lebih terstruktur. Skema ini membuat UMKM tidak perlu berjalan sendiri saat mencari peluang luar negeri.

Sejumlah buyer menyatakan minat pada produk olahan buah kering dan camilan lokal lainnya. Permintaan tersebut menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekspor UMKM Indonesia. Menurut Wulan, kualitas produk dan konsistensi pasokan menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan pasar. Karena itu, pembinaan terhadap mitra usaha terus dilakukan agar standar ekspor tetap terjaga.

Pasar Baru Sambut Produk Lokal

Hingga kini, perusahaan telah mengekspor produk UMKM ke Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Chile. Untuk setiap pengiriman, volume ekspor dapat mencapai sekitar 17.000 bungkus dalam satu kontainer. Ukuran kemasan yang diproduksi mayoritas berada pada format 100 gram. Skema ini menunjukkan bahwa produk lokal mampu bersaing dalam pengiriman skala besar.

Wulan menyebut permintaan dari Chile menjadi salah satu perkembangan terbaru yang menggembirakan. Proses ekspor ke pasar tersebut menambah daftar negara tujuan bagi produk mitra UMKM. Menurut dia, keberhasilan menembus beberapa pasar menegaskan bahwa produk lokal memiliki penerimaan yang baik. Pencapaian itu juga memberi motivasi bagi pelaku usaha lain untuk naik kelas.

Selain pasar yang sudah berjalan, perusahaan juga membuka peluang ekspor ke Prancis, Jepang, dan India. Dari ketiga negara itu, importir disebut tertarik pada produk buah kering asal Indonesia. Ketertarikan tersebut muncul setelah perusahaan menerima quotation dari calon pembeli. Prospek itu memperlihatkan adanya permintaan berkelanjutan terhadap produk olahan nusantara.

Perluasan tujuan ekspor dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu pasar. Dengan menjangkau lebih banyak negara, risiko bisnis dapat tersebar lebih baik. Bagi UMKM, hal ini berarti peluang produksi yang lebih stabil dan berkesinambungan. Pada akhirnya, ekspor menjadi pintu untuk memperkuat posisi produk lokal di kancah internasional.

LPEI Perkuat Kapasitas Ekspor

Indonesia Eximbank turut berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 15 sampai 19 Oktober 2025. Dalam pameran itu, sebanyak 14 pelaku ekspor binaan LPEI ikut memamerkan produk unggulan. Mereka membawa berbagai komoditas seperti rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperluas akses ke buyer internasional.

LPEI menegaskan bahwa partisipasi di ajang dagang internasional bukan hanya soal memamerkan produk. Institusi tersebut juga membuka ruang konsultasi bagi eksportir yang membutuhkan solusi pembiayaan ekspor. Selain itu, tersedia layanan penjaminan, asuransi ekspor, dan konsultasi pengembangan kapasitas. Pendekatan ini dirancang agar pelaku usaha siap menghadapi tantangan pasar global.

Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan pelaku usaha berorientasi ekspor dapat memanfaatkan berbagai produk dan layanan yang disediakan. Menurut dia, fasilitas tersebut menjadi bagian dari mandat LPEI sebagai Export Credit Agency dan Eximbank Indonesia. Kehadiran lembaga itu di TEI 2025 diharapkan memudahkan eksportir memperoleh informasi yang dibutuhkan. Dengan begitu, proses ekspansi usaha bisa berlangsung lebih terarah.

LPEI juga menyediakan akses konsultasi untuk berbagai kendala ekspor yang kerap dihadapi pelaku usaha. Pengunjung dapat bertanya langsung kepada petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window yang hadir di booth KemenkeuSatu. Kehadiran layanan terpadu itu diharapkan memangkas hambatan administratif dalam perdagangan luar negeri. Dukungan semacam ini menjadi modal penting agar UMKM semakin siap bersaing di pasar global.

Prospek UMKM Di Pasar Global

Langkah LPEI dan para mitra binaannya menunjukkan bahwa UMKM Indonesia memiliki peluang besar di pasar ekspor. Dengan dukungan pelatihan, pembiayaan, dan pendampingan, pelaku usaha dapat naik kelas lebih cepat. Ajang pameran seperti TEI menjadi jembatan antara produsen lokal dan pembeli internasional. Momentum tersebut juga membantu memperkuat citra produk Indonesia di mata dunia.

Bagi PT Makbul Abadi Semestar, keberhasilan memperluas pasar membuktikan pentingnya kolaborasi antara agregator dan UMKM. Perusahaan mampu menghubungkan produk kecil dengan jaringan distribusi yang lebih luas. Model ini memberi kesempatan bagi pelaku usaha rumahan untuk merasakan manfaat ekspor. Pada saat yang sama, standar kualitas produk juga ikut terdorong naik.

Minat buyer dari berbagai negara menunjukkan bahwa produk olahan Indonesia memiliki daya tarik tersendiri. Faktor rasa, keunikan bahan baku, dan kemasan menjadi nilai tambah yang diperhatikan pasar luar negeri. Jika konsistensi pasokan terjaga, peluang ekspor diperkirakan terus meningkat. Dalam situasi ini, peran lembaga pembiayaan ekspor menjadi semakin strategis.

Dengan dukungan kelembagaan yang kuat, pelaku UMKM berpeluang tidak hanya menjadi pemasok lokal, tetapi juga pemain di pasar internasional. Perjalanan itu memang memerlukan kesiapan produksi, administrasi, dan kualitas yang konsisten. Namun, hasil yang dicapai PT Makbul Abadi Semestar memperlihatkan bahwa langkah tersebut bukan hal yang mustahil. Ekspor kini semakin terbuka sebagai jalur pertumbuhan baru bagi UMKM Indonesia.

Tag Terkait
#LPEI#UMKM#ekspor

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!