LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 25 Mei 2026 05:45 WIB 6
LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau LPEI, yang juga dikenal sebagai Indonesia Eximbank, terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menembus pasar global. Dukungan tersebut diberikan melalui pelatihan ekspor, pendampingan usaha, hingga pembiayaan untuk memperkuat kesiapan UMKM menghadapi buyer internasional.

Salah satu penerima manfaat program itu adalah PT Makbul Abadi Semestar, perusahaan aggregator produk UMKM yang berhasil memperluas ekspor produk lokal setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter pada 2024. Perusahaan ini memamerkan capaian usahanya dalam Trade Expo Indonesia ke-40 di ICE BSD, Tangerang, pada Minggu, 19 Oktober 2025.

LPEI Dorong UMKM Ekspor

Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan perusahaan yang dipimpinnya berperan membantu UMKM memasarkan produk ke pasar yang lebih luas. Produk unggulan yang dikumpulkan berasal dari berbagai pelaku usaha lokal, mulai dari keripik tempe, keripik buah, hingga buah kering. Menurut dia, strategi aggregator membuat produk UMKM lebih mudah masuk ke rantai pasok ekspor.

Wulan menjelaskan, pihaknya saat ini telah merangkul lebih dari 50 UMKM dari berbagai daerah. Produk-produk tersebut dipasarkan baik untuk kebutuhan ekspor maupun distribusi domestik. Jumlah mitra itu diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya minat pelaku usaha yang berkunjung ke ajang TEI 2025.

Ia menilai partisipasi dalam pameran dagang internasional itu memberi dampak ganda bagi perusahaannya. Di satu sisi, perusahaan memperoleh calon pembeli dari luar negeri. Di sisi lain, mereka juga menemukan mitra UMKM baru yang ingin bergabung dalam sistem distribusi.

“Di sini itu saya jadi dapat double impact, kita juga dapat buyer untuk pasar produk kita, kemudian kita juga dapat partner mutual UMKM yang ingin kita bantu distribusi,” ujar Wulan. Ia menambahkan bahwa momentum seperti TEI penting untuk mempertemukan produsen kecil dengan jaringan dagang yang lebih besar. Bagi UMKM, akses semacam ini menjadi pintu masuk menuju ekspor yang berkelanjutan.

Pasar Baru Produk Lokal

Wulan mengatakan produk UMKM binaannya telah diekspor ke Amerika Serikat dan Arab Saudi. Dalam waktu dekat, perusahaan juga tengah memproses pesanan untuk pasar Chili. Setiap pengiriman ekspor dapat mencapai sekitar 17.000 bungkus produk dalam satu kontainer.

Ia menyebut ukuran kemasan yang paling banyak diminati adalah 100 gram. Format tersebut dinilai memudahkan penyesuaian dengan preferensi konsumen di negara tujuan ekspor. Permintaan itu menunjukkan produk olahan UMKM Indonesia memiliki daya saing di pasar luar negeri.

Selain pasar yang sudah berjalan, perusahaan juga membuka peluang ekspor ke sejumlah negara lain. Perancis dan Jepang menjadi dua negara yang mulai menunjukkan minat terhadap produk buah kering asal UMKM Indonesia. Dari India, minat juga muncul meski komoditas yang ditanyakan berbeda.

“Dari sini kita dapat quotation untuk ke negara Jepang sama Prancis. Ada lagi dari India kemarin, cuma buahnya beda-beda ya,” kata Wulan. Menurut dia, minat dari berbagai negara memperlihatkan peluang ekspor masih terbuka lebar. Tantangannya kini adalah menjaga konsistensi kualitas dan kapasitas pasokan.

Peran LPEI Di Pameran

Indonesia Eximbank ikut ambil bagian dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 15 hingga 19 Oktober 2025. Dalam ajang itu, sebanyak 14 pelaku ekspor binaan LPEI turut menampilkan produk unggulan mereka. Produk yang dibawa meliputi rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman.

LPEI menyatakan keikutsertaannya bertujuan membuka akses pasar lebih luas bagi pelaku usaha berorientasi ekspor. Melalui pameran tersebut, para pelaku usaha dapat bertemu langsung dengan buyer internasional. Kesempatan ini diharapkan mempercepat penciptaan kontrak dagang baru.

Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan pihaknya menyediakan berbagai layanan yang bisa dimanfaatkan eksportir. Layanan itu mencakup pembiayaan ekspor, penjaminan ekspor, asuransi ekspor, dan konsultasi pengembangan kapasitas. Menurut dia, semua fasilitas tersebut dirancang untuk memperkuat daya saing eksportir Indonesia.

Dyza menegaskan bahwa LPEI hadir sebagai Export Credit Agency dan Eximbank Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekspor nasional. Pengunjung yang datang ke booth juga dapat berkonsultasi mengenai kendala ekspor dengan petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window atau LNSW. Kehadiran layanan terpadu itu memberi kemudahan bagi pelaku usaha yang ingin menembus pasar global.

Optimisme Ekspor Nasional

Kehadiran LPEI di TEI 2025 memperlihatkan bahwa dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada pelatihan semata. Akses pembiayaan, pendampingan pasar, dan jaringan buyer menjadi faktor penting agar produk lokal bisa bersaing. Dengan dukungan yang tepat, pelaku usaha kecil dapat naik kelas lebih cepat.

Pengalaman PT Makbul Abadi Semestar menunjukkan bahwa agregasi produk UMKM dapat menjadi model bisnis yang efektif. Skema itu membantu mempermudah pengumpulan produk, menjaga kualitas, dan memperluas jangkauan distribusi. Pada saat yang sama, UMKM mendapat peluang untuk masuk ke pasar ekspor tanpa harus membangun jaringan sendiri dari nol.

Minat buyer dari berbagai negara juga menjadi sinyal positif bagi industri olahan pangan lokal. Produk seperti keripik, buah kering, dan pangan ringan memiliki peluang besar karena relatif mudah disesuaikan dengan kebutuhan pasar tujuan. Jika konsistensi kualitas terjaga, potensi ekspansi ekspor masih sangat terbuka.

Dalam konteks yang lebih luas, dukungan lembaga seperti LPEI menjadi penting untuk memperkuat ekosistem ekspor nasional. Sinergi antara pembiayaan, pameran dagang, dan konsultasi teknis membantu mengurangi hambatan yang kerap dihadapi eksportir pemula. Langkah ini diharapkan membuat lebih banyak UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global secara berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!