LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 23 Mei 2026 10:23 WIB 7
LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu menembus pasar global. Dukungan itu diberikan melalui pelatihan ekspor, pendampingan bisnis, hingga pembiayaan bagi UMKM yang siap masuk rantai perdagangan internasional.

Salah satu penerima manfaatnya adalah PT Makbul Abadi Semestar, perusahaan aggregator produk UMKM yang berhasil memperluas pasar setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter pada 2024. Perusahaan ini kini mengekspor produk lokal ke sejumlah negara, sekaligus memperluas jejaring mitra UMKM di dalam negeri.

Ekspor UMKM Makin Menguat

Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan pihaknya membantu UMKM memasarkan produk agar lebih mudah masuk pasar ekspor. Produk unggulan yang dibina perusahaan itu mencakup keripik tempe, keripik buah, dan buah kering. Ia menyampaikan hal itu saat ditemui di Trade Expo Indonesia ke-40 di Tangerang, Minggu, 19 Oktober 2025.

Menurut Wulan, peran aggregator menjadi penting karena banyak pelaku UMKM memiliki produk berkualitas, tetapi belum memiliki akses pasar yang luas. Melalui pendampingan yang tepat, produk lokal dapat dikemas dan disesuaikan dengan kebutuhan buyer internasional. Kondisi ini membuat UMKM lebih siap bersaing di pasar global.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas ekspor tidak hanya berdampak pada penjualan, tetapi juga pada perluasan jejaring usaha. Dalam proses tersebut, UMKM memperoleh peluang bertemu pembeli baru sekaligus calon mitra distribusi. Dampak ganda ini dinilai memperkuat ekosistem ekspor produk lokal.

Pasar Baru Terus Terbuka

Hingga saat ini, PT Makbul Abadi Semestar telah merangkul lebih dari 50 UMKM untuk produk yang diekspor maupun didistribusikan secara domestik. Jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah seiring tingginya minat buyer selama pameran TEI 2025. Perusahaan juga mendapat calon mitra UMKM baru yang ingin bergabung dalam jaringan distribusi.

Untuk pasar luar negeri, produk-produk UMKM binaannya telah dikirim ke Amerika Serikat, Arab Saudi, dan kini bersiap masuk ke Chili. Dalam satu pengiriman, perusahaan dapat mengirim sekitar 17.000 bungkus produk dengan ukuran 100 gram. Volume itu menunjukkan permintaan terhadap produk lokal mulai tumbuh secara konsisten.

Wulan menyebut pihaknya juga tengah menjajaki peluang ekspor ke Prancis, Jepang, dan India. Dari tiga negara itu, importir menunjukkan ketertarikan khusus pada produk buah kering asal UMKM Indonesia. Menurut dia, minat tersebut membuka ruang lebih besar bagi produk lokal untuk naik kelas di pasar internasional.

LPEI Perkuat Pendampingan Ekspor

Indonesia Eximbank turut ambil bagian dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 15 hingga 19 Oktober 2025. Dalam pameran dagang internasional itu, sebanyak 14 pelaku ekspor binaan LPEI ikut memamerkan produk unggulan mereka. Partisipasi ini menjadi ajang promosi sekaligus pembuktian daya saing produk Indonesia.

Para pelaku usaha menampilkan beragam komoditas, mulai dari rempah-rempah, buah dan sayuran, hingga makanan dan minuman. Kehadiran mereka ditujukan untuk menarik minat buyer internasional yang hadir di pameran tersebut. Dengan cara ini, LPEI berupaya mempertemukan pelaku usaha lokal dengan pembeli potensial dari berbagai negara.

Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan para pelaku usaha berorientasi ekspor dapat memanfaatkan berbagai produk dan layanan yang disediakan lembaganya. Layanan itu mencakup pembiayaan ekspor, penjaminan, asuransi ekspor, serta konsultasi pengembangan kapasitas. LPEI menempatkan pendampingan sebagai bagian penting dari upaya memperkuat ekspor nasional.

Ruang Konsultasi Bagi Eksportir

Selain memamerkan produk, LPEI juga membuka ruang konsultasi bagi eksportir yang ingin memahami solusi pembiayaan dan pengelolaan risiko ekspor. Fasilitas ini dirancang agar pelaku usaha dapat memperoleh informasi yang lebih jelas sebelum melakukan pengiriman ke luar negeri. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menekan hambatan yang sering dihadapi eksportir pemula.

Pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung dengan petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window yang hadir di booth KemenkeuSatu. Kehadiran mereka memudahkan pelaku usaha mendapatkan penjelasan terkait prosedur dan kendala ekspor. Sinergi antarlembaga ini mempercepat proses layanan bagi eksportir di lapangan.

Melalui dukungan pelatihan, pembiayaan, dan konsultasi terpadu, LPEI menegaskan komitmennya dalam memperluas akses UMKM ke pasar global. Program seperti CPNE dan partisipasi di TEI menjadi sarana strategis untuk membangun kesiapan ekspor. Dengan dukungan berkelanjutan, produk lokal diharapkan semakin kuat bersaing di pasar internasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!