LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 23 Mei 2026 01:47 WIB 6
LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu menembus pasar global. Dukungan itu diberikan melalui pelatihan ekspor, pembiayaan, penjaminan, dan asuransi ekspor, yang dipamerkan dalam Trade Expo Indonesia ke-40 di ICE BSD, Tangerang, pada 15-19 Oktober 2025.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah PT Makbul Abadi Semestar, perusahaan aggregator produk UMKM yang berhasil memperluas ekspor produk lokal ke sejumlah negara setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter pada 2024. Perusahaan ini kini merangkul lebih dari 50 UMKM dan melihat TEI 2025 sebagai peluang untuk mendapatkan buyer baru sekaligus mitra usaha baru.

Dukungan LPEI untuk ekspor UMKM

Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan perusahaan yang dipimpinnya berfokus membantu UMKM memasarkan produk ke pasar yang lebih luas. Produk unggulan yang dikumpulkan dari mitra antara lain kripik tempe, kripik buah, dan buah kering. Ia menyebut pelatihan dari LPEI sangat membantu pelaku usaha memahami proses ekspor secara lebih terarah.

Menurut Wulan, pendampingan tersebut memberi dampak langsung terhadap kesiapan mereka dalam menjangkau pembeli luar negeri. Setelah mengikuti program CPNE, pihaknya memperoleh pemahaman mengenai kebutuhan pasar, standar pengiriman, dan strategi memperluas jejaring bisnis. Hal itu membuat produk UMKM yang dikelola lebih mudah diterima oleh calon importir.

LPEI sendiri hadir di TEI 2025 sebagai eksport credit agency yang menyediakan berbagai layanan untuk pelaku usaha berorientasi ekspor. Lembaga ini membuka ruang konsultasi bagi pengunjung yang ingin mempelajari pembiayaan ekspor, penjaminan, asuransi ekspor, serta layanan pengembangan kapasitas. Kehadiran itu menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekspor nasional.

Selain layanan konsultasi, LPEI juga memamerkan produk dari 14 pelaku ekspor binaannya di ajang tersebut. Beragam komoditas unggulan Indonesia, mulai dari rempah-rempah, buah dan sayuran, hingga makanan dan minuman, diperkenalkan kepada buyer internasional. Langkah ini diharapkan membuka peluang transaksi baru bagi pelaku UMKM dan eksportir nasional.

Kinerja ekspor PT Makbul Abadi Semestar

Wulan menjelaskan bahwa hingga kini perusahaannya telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 50 UMKM dari berbagai daerah. Produk yang dihimpun tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga dikirim ke pasar ekspor. Pertumbuhan itu disebut terus berlanjut seiring meningkatnya minat buyer yang ditemui di TEI 2025.

Ia mengatakan partisipasi dalam pameran dagang internasional tersebut menghasilkan dampak ganda bagi perusahaannya. Di satu sisi, mereka memperoleh calon pembeli untuk produk ekspor, dan di sisi lain mendapat peluang bermitra dengan UMKM baru. Menurutnya, model kerja sama semacam ini mempercepat distribusi produk lokal ke pasar yang lebih luas.

Dalam setiap pengiriman ekspor, perusahaan mampu mengirim sekitar 17.000 bungkus produk mitra UMKM per kontainer. Ukuran kemasan yang digunakan umumnya 100 gram, menyesuaikan permintaan pasar tujuan. Kapasitas itu menunjukkan kesiapan operasional perusahaan dalam memenuhi pesanan berskala besar.

Produk yang diekspor telah masuk ke Amerika Serikat, Arab Saudi, dan kini tengah menunggu realisasi pesanan ke Chili. Wulan menyebut minat dari buyer luar negeri cukup konsisten terhadap produk olahan lokal yang mereka tawarkan. Hal ini menjadi sinyal bahwa produk UMKM Indonesia memiliki daya saing di pasar internasional.

Pasar tujuan ekspor baru

Ke depan, PT Makbul Abadi Semestar menargetkan ekspansi ke pasar Prancis, Jepang, dan India. Perusahaan telah menerima quotation dari calon importir di Jepang dan Prancis, sementara dari India juga terdapat ketertarikan terhadap produk buah kering. Minat tersebut memperlihatkan peluang pertumbuhan yang masih terbuka lebar.

Menurut Wulan, jenis buah yang diminati dari masing-masing negara bisa berbeda sehingga perusahaan harus menyesuaikan penawaran. Penyesuaian itu penting agar produk sesuai dengan selera konsumen dan standar pasar tujuan. Dengan demikian, proses penetrasi pasar dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan.

Ia menambahkan bahwa komunikasi dengan calon pembeli luar negeri dilakukan secara bertahap melalui penawaran dan pembahasan spesifikasi produk. Setiap negara memiliki preferensi yang berbeda, baik dari sisi rasa, kemasan, maupun kebutuhan volume. Karena itu, fleksibilitas menjadi kunci dalam menjaga kelancaran ekspor.

Ekspansi ke sejumlah negara tersebut dinilai memperkuat posisi produk UMKM Indonesia di pasar global. Jika rencana itu terealisasi, jaringan distribusi perusahaan akan semakin luas dan potensi serapan produk mitra bertambah. Bagi UMKM, peluang ini dapat menjadi pintu masuk untuk naik kelas melalui ekspor yang berkelanjutan.

TEI jadi pintu jejaring baru

Partisipasi LPEI dalam TEI 2025 tidak hanya berfungsi sebagai ajang promosi, tetapi juga sebagai ruang bertemu antara eksportir dan pembeli potensial. Melalui interaksi langsung, pelaku usaha bisa mengenali kebutuhan pasar dan menyesuaikan strategi ekspor. Forum semacam ini dinilai penting untuk mempercepat transaksi dagang internasional.

Di booth KemenkeuSatu, pengunjung juga dapat berkonsultasi dengan petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window. Layanan ini membantu pelaku usaha memahami kendala ekspor dari sisi administratif maupun prosedural. Dengan begitu, hambatan teknis dapat diurai sejak awal sebelum pengiriman dilakukan.

LPEI menegaskan bahwa pelaku usaha berorientasi ekspor dapat memanfaatkan berbagai produk dan layanan yang tersedia selama pameran berlangsung. Pendekatan ini diharapkan memperkuat kesiapan eksportir, terutama UMKM yang baru memulai langkah ke pasar luar negeri. Dukungan kelembagaan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan ekspor produk lokal.

Keikutsertaan para mitra binaan dalam pameran tersebut menunjukkan bahwa produk Indonesia memiliki tempat di mata pembeli global. Dengan pendampingan yang tepat, UMKM berpeluang memperbesar skala usaha sekaligus memperluas pasar. Momentum TEI 2025 pun menjadi sarana strategis bagi lahirnya lebih banyak eksportir baru dari Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!