LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 30 Mei 2026 17:32 WIB 4
LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau LPEI, yang juga dikenal sebagai Indonesia Eximbank, terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu menembus pasar global. Dukungan itu diberikan melalui pelatihan ekspor, pembiayaan, penjaminan, serta pendampingan bagi pelaku usaha berorientasi ekspor. Salah satu penerima manfaatnya adalah PT Makbul Abadi Semestar, agregator produk UMKM yang kini memperluas pemasaran ke berbagai negara. Perusahaan tersebut mengaku terdorong berkembang setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter pada 2024.

Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan pihaknya berfokus membantu UMKM memasarkan produk ke pasar yang lebih luas. Produk unggulan yang mereka kelola antara lain keripik tempe, keripik buah, dan buah kering, yang berasal dari berbagai mitra usaha lokal. Menurut dia, program pendampingan dari LPEI memberi dampak nyata karena membuka akses pasar sekaligus memperkuat kapasitas ekspor. Ia menyampaikan hal itu saat ditemui di Trade Expo Indonesia ke-40 di Tangerang, Minggu, 19 Oktober 2025.

UMKM Ekspor Tumbuh Pesat

PT Makbul Abadi Semestar saat ini telah merangkul lebih dari 50 UMKM dari berbagai daerah. Produk mereka dipasarkan untuk kebutuhan domestik sekaligus diekspor ke luar negeri. Wulan menilai jumlah itu masih berpotensi bertambah seiring meningkatnya minat pembeli internasional. Kehadiran perusahaan di Trade Expo Indonesia 2025 juga membuka peluang kerja sama baru dengan mitra usaha lokal.

Menurut Wulan, pameran dagang tersebut memberi dampak ganda bagi usahanya. Selain memperoleh calon buyer, perusahaan juga menemukan calon mitra UMKM baru yang ingin dibantu distribusinya. Skema itu membuat rantai bisnis berjalan lebih luas, karena produk lokal tidak hanya berhenti di satu jalur pemasaran. Ia menyebut model kolaborasi seperti ini penting untuk mempercepat penetrasi ekspor produk UMKM.

Perusahaan juga mencatat peningkatan permintaan dari berbagai negara. Dalam setiap pengiriman, satu kontainer dapat memuat sekitar 17.000 bungkus produk ukuran 100 gram. Kapasitas itu menunjukkan produk UMKM Indonesia memiliki daya saing di pasar luar negeri. Menurut Wulan, permintaan dari pembeli menjadi bukti bahwa kualitas produk lokal semakin diakui.

Pasar Ekspor Makin Meluas

Sejauh ini, produk UMKM yang dikelola PT Makbul Abadi Semestar telah diekspor ke Amerika Serikat, Arab Saudi, dan segera masuk ke Chili. Perusahaan juga menerima permintaan dari importir di Jepang dan Prancis. Wulan menyebut ketertarikan pasar luar negeri cukup besar, terutama terhadap produk buah kering. Ia menilai peluang ekspor masih terbuka lebar untuk kategori produk pangan olahan.

Selain negara yang sudah berjalan, perusahaan menargetkan ekspansi ke pasar baru dalam waktu dekat. India juga masuk dalam daftar negara yang menunjukkan minat terhadap produk tertentu. Menurut Wulan, preferensi pembeli di tiap negara berbeda sehingga jenis buah dan olahan yang dikirim pun disesuaikan. Strategi ini membantu perusahaan menjaga keberlanjutan permintaan dan menekan risiko pasar.

Wulan menjelaskan bahwa konsistensi kualitas menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan buyer. Setiap pesanan harus dipenuhi sesuai standar, baik dari sisi kemasan maupun spesifikasi produk. Karena itu, pendampingan ekspor dinilai penting agar UMKM mampu memenuhi tuntutan pasar global. Dengan demikian, produk lokal tidak hanya bisa masuk pasar luar negeri, tetapi juga bertahan dalam jangka panjang.

LPEI Buka Akses Konsultasi

LPEI turut ambil bagian dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 15-19 Oktober 2025. Dalam ajang tersebut, sebanyak 14 pelaku ekspor binaan LPEI memamerkan produk unggulan Indonesia. Ragam produk yang ditampilkan meliputi rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman. Partisipasi ini menjadi sarana promosi sekaligus perluasan jejaring dagang internasional.

Selain memamerkan produk, LPEI juga membuka ruang konsultasi bagi eksportir yang ingin memahami solusi pembiayaan ekspor. Layanan lain yang tersedia mencakup penjaminan ekspor, asuransi ekspor, dan konsultasi pengembangan kapasitas. Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan fasilitas ini dirancang untuk membantu pelaku usaha berorientasi ekspor. Menurut dia, dukungan yang tepat akan memperkuat kesiapan UMKM menghadapi persaingan global.

Pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung mengenai kendala ekspor dengan petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window yang hadir di booth KemenkeuSatu. Kehadiran layanan terintegrasi ini memudahkan pelaku usaha memperoleh informasi teknis dan administratif. Dengan pendekatan tersebut, proses ekspor diharapkan menjadi lebih efisien dan terarah. LPEI menilai kolaborasi antarlembaga penting untuk mempercepat akses UMKM ke pasar dunia.

Strategi Dorong Daya Saing

Langkah LPEI menunjukkan bahwa dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya melalui promosi produk. Pendampingan, pembiayaan, dan akses informasi menjadi faktor penting agar pelaku usaha mampu bersaing di pasar ekspor. Program seperti CPNE memberi bekal teknis yang dibutuhkan eksportir pemula untuk memahami prosedur dan strategi dagang internasional. Dengan bekal itu, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk naik kelas.

Bagi agregator seperti PT Makbul Abadi Semestar, kerja sama dengan UMKM lokal juga menciptakan nilai tambah yang lebih luas. Produk yang semula hanya dipasarkan di dalam negeri kini bisa masuk ke berbagai negara. Pencapaian itu sekaligus memperlihatkan bahwa produk olahan lokal memiliki potensi besar jika dikelola dengan standar yang tepat. Dalam konteks ini, peran pendamping sangat menentukan keberhasilan ekspansi.

Ke depan, minat buyer dari Jepang, Prancis, India, hingga Chili menjadi sinyal positif bagi ekspor produk UMKM Indonesia. Jika konsistensi kualitas dan kapasitas produksi terjaga, pasar luar negeri dapat menjadi sumber pertumbuhan yang berkelanjutan. LPEI pun menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra strategis bagi pelaku usaha. Dukungan yang berkesinambungan diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!