Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah menembus pasar global melalui pelatihan ekspor dan pembiayaan. Dukungan itu terlihat dari keberhasilan PT Makbul Abadi Semestar, aggregator produk UMKM, yang meningkatkan ekspor produk lokal setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter pada 2024.
Perusahaan yang bergerak sebagai penghubung produk UMKM itu kini merangkul lebih dari 50 pelaku usaha, dengan produk unggulan berupa keripik tempe, keripik buah, dan buah kering. Jejaring usaha tersebut terus meluas seiring keikutsertaan mereka dalam Trade Expo Indonesia 2025 di ICE BSD, Tangerang, yang membuka peluang buyer baru dan mitra UMKM tambahan.
LPEI Perkuat Ekspor UMKM
LPEI hadir di Trade Expo Indonesia ke-40 untuk memperluas akses pasar bagi pelaku usaha berorientasi ekspor. Kehadiran itu menjadi bagian dari upaya lembaga tersebut dalam menjalankan fungsi sebagai Export Credit Agency dan Eximbank Indonesia.
Melalui partisipasi tersebut, LPEI menampilkan 14 pelaku ekspor binaan yang membawa produk unggulan Indonesia. Produk yang dipamerkan meliputi rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman.
Selain promosi produk, LPEI juga membuka ruang konsultasi bagi eksportir yang membutuhkan solusi pembiayaan ekspor, penjaminan, asuransi ekspor, dan penguatan kapasitas usaha. Layanan itu ditujukan agar pelaku usaha memiliki kesiapan lebih baik saat masuk ke pasar internasional.
Makbul Abadi Perluas Jejaring
Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan pihaknya membantu UMKM memasarkan produk agar lebih mudah masuk ke rantai distribusi ekspor. Menurut dia, produk yang dikelola perusahaan mencakup berbagai olahan lokal dengan permintaan yang terus tumbuh.
Wulan menyebut perusahaan telah merangkul lebih dari 50 UMKM yang produknya dipasarkan di dalam dan luar negeri. Dalam pameran dagang tersebut, perusahaan juga bertemu calon pembeli sekaligus calon mitra UMKM baru.
Ia menilai keikutsertaan di TEI 2025 memberi double impact, karena membuka peluang buyer sekaligus jejaring partner. Kondisi itu dinilai memperkuat posisi perusahaan sebagai penghubung produk lokal menuju pasar yang lebih luas.
Pasar Baru Mulai Terbuka
Sejauh ini, produk UMKM binaan Makbul Abadi telah diekspor ke Amerika Serikat, Arab Saudi, dan kini bersiap masuk ke Chili. Setiap pengiriman ekspor dapat mencapai sekitar 17.000 bungkus produk dalam satu kontainer.
Wulan mengatakan perusahaan juga memperoleh penawaran kerja sama dari importir di Jepang dan Prancis. Selain itu, ada pula minat dari India terhadap buah kering dengan spesifikasi yang berbeda.
Permintaan dari sejumlah negara tersebut menunjukkan produk UMKM Indonesia memiliki daya saing yang semakin kuat. Dengan kualitas yang tepat dan dukungan pemasaran yang konsisten, pasar ekspor dinilai masih sangat terbuka.
Pelatihan Jadi Kunci Ekspor
Program pelatihan Coaching Program for New Exporter disebut memberi dampak langsung bagi pelaku usaha yang baru masuk pasar ekspor. Melalui program itu, peserta dibekali pemahaman tentang kesiapan produk, pasar tujuan, hingga proses transaksi internasional.
Wulan menilai pendampingan dari Eximbank membantu UMKM naik kelas karena tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga strategi ekspor. Pendekatan tersebut membuat pelaku usaha lebih percaya diri saat menghadapi permintaan buyer asing.
Ke depan, kebutuhan akan pelatihan dan pembiayaan ekspor diperkirakan semakin besar seiring meningkatnya minat UMKM untuk go global. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, produk lokal berpeluang lebih luas menembus pasar dunia.
