LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 29 Mei 2026 15:34 WIB 5
LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau LPEI, yang dikenal sebagai Indonesia Eximbank, terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menembus pasar global. Dukungan itu diberikan melalui pelatihan ekspor, pembiayaan, serta pendampingan agar UMKM lebih siap menghadapi kebutuhan buyer internasional.

Salah satu contoh keberhasilan datang dari PT Makbul Abadi Semestar, perusahaan aggregator produk UMKM, yang meningkatkan ekspor produk lokal setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter atau CPNE pada 2024. Perusahaan tersebut kini merangkul lebih dari 50 UMKM dan mengirim produk ke sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Chili.

LPEI dorong ekspor UMKM

Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, menyebut pihaknya membantu UMKM memasarkan produk agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Produk yang dikembangkan beragam, mulai dari keripik tempe, keripik buah, hingga buah kering. Menurut dia, pendampingan ekspor memberi dampak langsung terhadap peningkatan penjualan dan jangkauan pasar.

Wulan mengatakan, jumlah UMKM yang tergabung saat ini sudah lebih dari 50 pelaku usaha. Produk-produk tersebut dipasarkan secara domestik dan juga diekspor ke luar negeri. Ia menilai, pertumbuhan itu akan terus berlanjut karena minat pasar terhadap produk lokal cukup tinggi.

Dalam ajang Trade Expo Indonesia atau TEI 2025, perusahaan tidak hanya bertemu calon pembeli, tetapi juga calon mitra UMKM baru. Kondisi itu membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi distribusi produk lokal. Menurut Wulan, keikutsertaan dalam pameran dagang memberi efek ganda bagi pengembangan usaha.

Ia menjelaskan bahwa dampak ganda tersebut terlihat dari bertambahnya buyer dan mitra mutual yang ingin membantu distribusi produk. Dengan pola itu, UMKM tidak hanya memperoleh pesanan, tetapi juga akses kerja sama usaha yang lebih berkelanjutan. Strategi ini dinilai efektif untuk memperkuat ekosistem ekspor berbasis UMKM.

Produk lokal masuk pasar dunia

Makbul Abadi Semestar telah mengekspor produk UMKM ke Amerika Serikat, Arab Saudi, dan kini bersiap masuk ke pasar Chili. Dalam setiap pengiriman, volume ekspor mencapai sekitar satu kontainer atau 17.000 bungkus produk. Ukuran kemasan yang dikirim umumnya 100 gram per bungkus.

Wulan menyampaikan bahwa permintaan dari Chili menunjukkan peluang baru bagi produk lokal Indonesia. Selain itu, pesanan dari pasar lama tetap berjalan sehingga arus ekspor perusahaan terus terjaga. Hal ini memperlihatkan bahwa produk UMKM memiliki daya saing di pasar internasional.

Perusahaan juga telah menerima ketertarikan dari importir asal Perancis, Jepang, dan India. Produk yang diminati terutama buah kering hasil olahan UMKM Indonesia. Minat tersebut membuka ruang ekspor baru yang berpotensi memperluas basis pelanggan di luar negeri.

Berikut pasar tujuan yang sudah dan sedang dijajaki perusahaan:

  • Amerika Serikat
  • Arab Saudi
  • Chili
  • Perancis
  • Jepang
  • India

TEI 2025 buka peluang

Indonesia Eximbank berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 15-19 Oktober 2025. Dalam pameran itu, sebanyak 14 pelaku ekspor binaan LPEI ikut memamerkan produk unggulan. Kehadiran mereka menjadi etalase penting bagi produk Indonesia di hadapan buyer internasional.

Produk yang ditampilkan mencakup rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman. Ragam produk tersebut menunjukkan kuatnya potensi komoditas olahan dan hasil pertanian Indonesia. LPEI menilai, partisipasi dalam pameran dagang dapat memperluas akses pasar dan memperkuat posisi eksportir nasional.

Selain memamerkan produk, LPEI juga membuka ruang konsultasi bagi eksportir. Layanan yang tersedia meliputi pembiayaan ekspor, penjaminan dan asuransi ekspor, serta konsultasi pengembangan kapasitas. Fasilitas ini disiapkan agar pelaku usaha dapat memahami kebutuhan ekspor secara lebih menyeluruh.

Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan pelaku usaha berorientasi ekspor dapat memanfaatkan produk dan layanan yang disediakan. Ia menilai kehadiran LPEI di TEI menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekspor nasional. Dengan dukungan yang tepat, UMKM dinilai berpeluang naik kelas dan lebih kompetitif.

Konsultasi ekspor makin terbuka

LPEI juga menyiapkan layanan konsultasi terbuka bagi eksportir yang ingin mempelajari berbagai solusi pembiayaan ekspor. Layanan itu dirancang untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha yang masih menghadapi kendala modal, perlindungan transaksi, dan pengembangan kapasitas. Pendekatan ini diharapkan membuat proses ekspor menjadi lebih efisien.

Di booth KemenkeuSatu, pengunjung dapat berkonsultasi langsung dengan petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window atau LNSW. Kehadiran dua lembaga tersebut memudahkan pelaku usaha memperoleh informasi teknis terkait prosedur ekspor. Dengan demikian, hambatan administratif dapat dipetakan sejak awal.

Skema pendampingan yang terintegrasi dipandang penting bagi UMKM yang baru memasuki pasar ekspor. Pelaku usaha tidak hanya membutuhkan pembeli, tetapi juga pemahaman tentang regulasi, logistik, dan skema pembiayaan. Karena itu, dukungan lintas lembaga menjadi kunci dalam memperbesar peluang keberhasilan ekspor.

Melalui pameran dagang dan program pendampingan, LPEI berharap lebih banyak UMKM Indonesia mampu menembus pasar global. Kombinasi pelatihan, pembiayaan, dan akses jejaring internasional dinilai dapat memperkuat daya saing produk lokal. Langkah tersebut sekaligus mempertegas peran Eximbank sebagai katalis ekspor nasional.

Tag Terkait
#LPEI#UMKM#ekspor

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!