LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 28 Mei 2026 23:20 WIB 3
LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank terus memperkuat dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menembus pasar global. Dukungan itu diberikan melalui pelatihan ekspor, pembiayaan, penjaminan, serta asuransi ekspor agar UMKM memiliki daya saing yang lebih kuat.

Salah satu penerima manfaat adalah PT Makbul Abadi Semestar, aggregator produk UMKM, yang berhasil memperluas ekspor produk lokal ke sejumlah negara setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter pada 2024. Perusahaan ini kini merasakan langsung dampak dari pendampingan LPEI, baik dalam memperoleh buyer baru maupun membangun jejaring mitra UMKM.

Ekspor UMKM Makin Meluas

Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan pihaknya membantu pelaku UMKM memasarkan produk ke pasar yang lebih luas. Produk unggulan yang dibawa mencakup kripik tempe, kripik buah, dan buah kering.

Ia menuturkan, perusahaan telah merangkul lebih dari 50 UMKM yang produknya didistribusikan untuk pasar domestik dan ekspor. Menurut dia, jumlah itu berpotensi terus bertambah karena minat pasar terhadap produk lokal masih terbuka lebar.

Wulan menjelaskan keikutsertaan dalam Trade Expo Indonesia 2025 memberi dampak ganda bagi perusahaannya. Selain mendapat calon buyer ekspor, pihaknya juga menemukan calon mitra UMKM baru untuk kerja sama distribusi.

Pasar Tujuan Terus Bertambah

Sejauh ini, produk UMKM yang dihimpun PT Makbul Abadi Semestar telah diekspor ke Amerika Serikat dan Arab Saudi. Perusahaan itu juga tengah memproses pesanan untuk masuk ke pasar Chili.

Dalam satu pengiriman ekspor, perusahaan dapat mengirim sekitar 17.000 bungkus produk mitra UMKM. Setiap kemasan biasanya berukuran 100 gram, sehingga volume pengiriman cukup besar untuk skala usaha kecil dan menengah.

Ke depan, perusahaan juga membidik pasar Perancis, Jepang, dan India. Dari ketiga negara tersebut, produk buah kering asal UMKM Indonesia disebut mulai mendapat perhatian importir.

LPEI Buka Ruang Konsultasi

LPEI berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 15-19 Oktober 2025. Dalam pameran dagang internasional itu, sebanyak 14 pelaku ekspor binaan LPEI ikut menampilkan produk unggulan mereka.

Produk yang dipamerkan meliputi rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman. Kehadiran mereka ditujukan untuk memperkenalkan kualitas produk Indonesia kepada buyer internasional yang hadir di ajang tersebut.

Selain menampilkan produk, LPEI juga membuka ruang konsultasi bagi eksportir yang membutuhkan informasi soal pembiayaan ekspor, penjaminan, asuransi ekspor, dan pengembangan kapasitas. Fasilitas ini diharapkan membantu pelaku usaha menyelesaikan kendala teknis saat menembus pasar luar negeri.

Kolaborasi Dorong Daya Saing

Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan pelaku usaha berorientasi ekspor perlu memanfaatkan layanan yang disediakan lembaganya. Menurut dia, LPEI hadir sebagai Export Credit Agency yang mendukung penguatan kapasitas eksportir nasional.

Ia menegaskan bahwa berbagai produk dan layanan LPEI dirancang untuk membantu UMKM dan eksportir mengatasi hambatan pembiayaan maupun perluasan pasar. Pendampingan semacam ini dinilai penting agar pelaku usaha tidak berjalan sendiri saat memasuki pasar global.

Pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung mengenai berbagai kendala ekspor dengan petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window yang hadir di booth KemenkeuSatu. Kehadiran layanan terpadu itu memperlihatkan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!