Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah menembus pasar global melalui pelatihan ekspor dan pembiayaan. Dukungan itu terlihat dari keberhasilan PT Makbul Abadi Semestar, aggregator produk UMKM, yang meningkatkan ekspor setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter pada 2024.
Di Trade Expo Indonesia ke-40 di ICE BSD, Tangerang, perusahaan tersebut kembali memperluas jaringan buyer dan mitra baru. Produk UMKM yang dibawa mencakup keripik tempe, keripik buah, hingga buah kering, dengan tujuan ekspor yang terus bertambah.
Dorongan LPEI untuk Ekspor UMKM
LPEI memberikan dukungan kepada UMKM agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar internasional. Dukungan itu mencakup pelatihan, konsultasi, pembiayaan, penjaminan, dan asuransi ekspor.
Program tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha memahami kebutuhan buyer luar negeri. Dengan pendampingan yang tepat, UMKM diharapkan lebih siap memenuhi standar ekspor.
Peran LPEI sebagai export credit agency dinilai penting bagi pelaku usaha berorientasi ekspor. Kehadiran lembaga ini juga membuka akses yang lebih luas bagi produk unggulan Indonesia.
Makbul Abadi Semestar Naik Kelas
Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan perusahaan membantu UMKM memasarkan produk mereka ke pasar yang lebih luas. Saat ini, lebih dari 50 UMKM telah tergabung dan produknya didistribusikan secara domestik maupun diekspor.
Menurut Wulan, produk lokal yang paling banyak diminati antara lain keripik tempe, keripik buah, dan buah kering. Ragam produk itu menjadi daya tarik utama bagi buyer yang datang ke pameran.
Ia menilai partisipasi di TEI 2025 memberi dampak ganda bagi perusahaan. Selain memperoleh pesanan ekspor, perusahaan juga menemukan mitra UMKM baru untuk memperkuat rantai distribusi.
Pasar Tujuan Ekspor Bertambah
Produk UMKM binaan perusahaan tersebut telah menembus pasar Amerika Serikat dan Arab Saudi. Saat ini, perusahaan juga tengah memproses pesanan untuk masuk ke Chile.
Dalam satu pengiriman, volume ekspor dapat mencapai sekitar 17.000 bungkus. Setiap bungkus dikemas dengan ukuran 100 gram sesuai permintaan pembeli.
Ke depan, peluang ekspor juga terbuka ke Prancis, Jepang, dan India. Importir dari ketiga negara itu disebut tertarik pada produk buah kering asal Indonesia.
Trade Expo Indonesia Jadi Ajang
LPEI ikut berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang berlangsung pada 15-19 Oktober 2025. Sebanyak 14 pelaku ekspor binaan lembaga itu turut memamerkan produk unggulan mereka.
Produk yang ditampilkan meliputi rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman. Kehadiran mereka ditujukan untuk menarik minat buyer internasional dan memperluas pasar ekspor.
Selain pameran produk, LPEI juga membuka ruang konsultasi bagi eksportir. Pengunjung dapat mempelajari solusi pembiayaan ekspor, penjaminan, asuransi ekspor, serta konsultasi pengembangan kapasitas.
