Locapop Kembali Hadir, Brand Lokal Banjir Diskon Hingga 75 Persen

Lifestyle Clara Monica 02 Juni 2026 06:31 WIB 5
Locapop Kembali Hadir, Brand Lokal Banjir Diskon Hingga 75 Persen

Locapop kembali digelar pada 26 hingga 31 Mei 2026 di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan, dengan menghadirkan 65 brand lokal pilihan. Gelaran bazar ini langsung diserbu pengunjung dan penyedia jasa titip sejak hari pertama karena menawarkan diskon hingga 75 persen tanpa biaya masuk. Antusiasme tersebut menunjukkan masih tingginya minat masyarakat terhadap fashion lokal yang dijual langsung di lokasi acara.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa, 26 Mei 2026, area bazar sudah dipadati pembeli yang sibuk memilih busana, aksesori, hingga tas. Tahun ini, Locapop hadir dengan konsep baru bertajuk Locapop Rooftop Social Club yang berkolaborasi dengan Culinary Market Week. Perpaduan fashion dan kuliner itu membuat pengunjung tidak hanya berbelanja, tetapi juga menikmati suasana rooftop di Jakarta Selatan.

Locapop dan Fashion Lokal

Eras Pragitha selaku Head Creative Locapop mengatakan konsep terbaru ini dirancang agar pengunjung mendapat pengalaman yang lebih lengkap. Menurut dia, pengunjung bisa berburu fashion item sekaligus menikmati makanan kekinian di area rooftop. Konsep tersebut diharapkan membuat bazar lebih menarik bagi pembeli yang mencari hiburan dan belanja dalam satu tempat.

Eras menjelaskan, 65 tenant yang ikut serta membawa variasi produk yang jauh lebih beragam dibanding gelaran sebelumnya. Koleksinya mencakup pakaian, tas, sepatu, aksesori, hingga lini fragrance. Ia menegaskan, pilihan yang tersedia tidak hanya untuk perempuan berhijab, tetapi juga untuk pengunjung non-hijab.

Keberagaman produk itu menjadi salah satu daya tarik utama Locapop di tengah persaingan ritel fashion yang semakin ketat. Pengunjung bisa menemukan busana kasual, item harian, sampai produk pelengkap penampilan dengan rentang harga yang lebih fleksibel. Kehadiran tenant lokal juga memberi ruang lebih besar bagi brand untuk menjangkau pembeli secara langsung.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa pasar offline masih memiliki tempat penting bagi pelaku fashion lokal. Bazar seperti Locapop memberi peluang bagi brand untuk membangun kedekatan dengan konsumen. Di saat yang sama, pengunjung mendapatkan pengalaman berbelanja yang lebih personal dan praktis.

Diskon Besar Jadi Andalan

Diskon besar menjadi senjata utama brand lokal untuk menarik pembeli ke bazar. Eras menyebut potongan harga hingga 75 persen dipilih karena banyak pelaku usaha kini lebih fokus ke pasar offline. Langkah itu dinilai mampu mendorong penjualan di tengah kondisi daring yang kurang menggembirakan.

Menurut Eras, penjualan online sedang menurun dan biaya admin di platform e-commerce terus menjadi keluhan para pemilik brand. Kondisi itu membuat banyak merek mengalihkan perhatian ke bazar agar tetap bisa menjual stok dengan cepat. Mereka juga menyiapkan special item dan penawaran khusus bagi pengunjung yang datang langsung.

Para pelaku usaha, kata Eras, kini harus menghitung ulang Harga Pokok Penjualan agar tidak merugi. Biaya retur, biaya transaksi, dan kenaikan admin membuat perhitungan modal menjadi lebih rumit. Situasi ini memaksa brand lokal menyesuaikan strategi agar margin keuntungan tetap terjaga.

Eras menambahkan, potongan di marketplace bahkan ada yang nilainya sangat besar dan sulit ditanggung pelaku usaha kecil. Margin yang sebelumnya bisa mencapai 30 persen kini turun menjadi sekitar 10 persen. Dalam kondisi seperti itu, bazar menjadi salah satu opsi yang lebih masuk akal untuk menjaga keberlangsungan bisnis.

Busana Muslim Paling Diburu

Di area busana muslim, berbagai brand menawarkan promo yang cukup agresif untuk menarik perhatian pengunjung. Omyca, misalnya, menjual one set celana seharga Rp125.000 dan one set rok Rp135.000, sementara mukena dibanderol Rp130.000. Penawaran tersebut menjadi salah satu yang paling cepat diburu pembeli sejak bazar dibuka.

FWDaily juga ikut meramaikan bazar dengan harga mulai Rp30.000 dan tambahan potongan diskon Rp20.000. Sementara itu, Dippew menawarkan cardigan seharga Rp90.000. Giyomi menghadirkan promo bundling dua baju seharga Rp350.000, sedangkan TGIF Project menawarkan dua baju seharga Rp150.000 atau tiga baju seharga Rp200.000.

Brand Gamaleea menampilkan koleksi best seller seharga Rp150.000 dan koleksi terbaru Rp199.000. Lozy Hijab juga menjadi magnet perhatian lewat promo hijab paket Rp100.000 untuk tiga atau lima buah. Selain itu, abaya dan mukena dari brand tersebut dipasarkan mulai Rp199.000.

Promo di lini busana muslim ini menunjukkan bahwa segmen modest fashion masih sangat kuat di pasar lokal. Harga yang lebih terjangkau membuat pengunjung memiliki banyak pilihan untuk belanja kebutuhan harian maupun acara tertentu. Kehadiran brand-brand tersebut juga menegaskan posisi Locapop sebagai ruang promosi fashion muslim yang konsisten.

Aksesori Dan Alas Kaki

Tak hanya busana, bazar Locapop juga menjadi tujuan pemburu aksesori dan alas kaki. Hey Lalaluna menawarkan gelang seharga Rp50.000, anting Rp25.000, hingga bros kristal premium. Pilihan tersebut memberi alternatif bagi pengunjung yang ingin melengkapi tampilan dengan harga bersahabat.

This is Lubi turut meramaikan area aksesori dengan harga mulai Rp10.000. Brand ini juga menawarkan handle tumbler dan strap phone seharga Rp55.000, serta promo cincin Rp70.000 yang bisa ditebus Rp120.000 untuk dua buah. Ragam produk kecil seperti ini menjadi incaran pengunjung yang datang untuk belanja spontan.

Di kategori alas kaki, PVN mencuri perhatian lewat promo sepatu serba Rp150.000 dan flash sale serba Rp50.000. Tarompah juga menawarkan sandal teplek seharga Rp149.000, serta sepatu balet dan raya heels masing-masing Rp199.000. Deretan harga itu membuat bazar ini terasa kompetitif bagi pengunjung yang membandingkan banyak pilihan.

Dengan kombinasi fashion, aksesori, dan alas kaki, Locapop menghadirkan pengalaman belanja yang cukup lengkap bagi konsumen. Bazar ini sekaligus menjadi ruang bagi brand lokal untuk memperluas jangkauan tanpa bergantung penuh pada marketplace. Di tengah tekanan biaya digital, pertemuan langsung dengan pembeli tetap menjadi strategi yang dinilai efektif.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!