UMKM Pertamina Raih MoU Ekspor Cokelat ke Jepang

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 02 Juni 2026 07:39 WIB 4
UMKM Pertamina Raih MoU Ekspor Cokelat ke Jepang

Pertamina mencatat capaian penting di Trade Expo Indonesia 2025 setelah salah satu UMKM binaannya meneken nota kesepahaman ekspor dengan perusahaan Jepang. Transaksi tersebut bernilai US$ 5,2 juta atau sekitar Rp87 miliar, dan menjadi sinyal kuat bahwa produk cokelat Indonesia mampu bersaing di pasar global.

Kesepakatan itu melibatkan PT Java Criollo Cokelat Indonesia dan Being Co Ltd asal Jepang, dengan prosesi penandatanganan disaksikan Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman. Pertamina menilai kerja sama ini dapat menjadi pintu pembuka bagi 44 UMKM binaan lainnya untuk menjajaki pasar internasional.

UMKM ekspor cokelat ke Jepang

UMKM binaan Pertamina, PT Java Criollo Cokelat Indonesia, menandatangani kerja sama ekspor dengan Being Co Ltd dari Jepang. Nilai transaksi yang dicatat mencapai US$ 5,2 juta atau sekitar Rp87 miliar. Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian Trade Expo Indonesia 2025. Momen itu menjadi sorotan karena melibatkan produk cokelat olahan lokal.

Prosesi penandatanganan dilakukan oleh Founder Java Criollo, Inge Oktavia Arina, dan perwakilan Being Co Ltd, Sakae Noda. Acara tersebut turut disaksikan oleh Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman. Kehadiran pemerintah menegaskan pentingnya kemitraan tersebut bagi penguatan UMKM. Kerja sama ini juga menunjukkan kesiapan produk lokal menembus pasar ekspor.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyebut capaian ini sebagai bukti daya saing UMKM Indonesia. Menurut dia, produk lokal tidak hanya mampu memenuhi pasar domestik, tetapi juga menarik perhatian buyer internasional. Ia menilai kesepakatan ini memperlihatkan kualitas yang konsisten. Fadjar berharap langkah serupa dapat diikuti UMKM binaan lain.

Pertamina membawa 44 UMKM binaan ke TEI 2025 untuk membuka peluang bisnis yang lebih luas. Partisipasi itu dirancang agar pelaku usaha kecil dapat bertemu langsung dengan pembeli dari berbagai negara. Dalam forum dagang seperti ini, produk unggulan mendapat kesempatan memperkenalkan kualitasnya. Hasil awal dari Java Criollo menjadi contoh konkret manfaat keikutsertaan tersebut.

Alasan buyer Jepang tertarik

Sakae Noda dari Being Co Ltd mengaku tertarik pada kualitas cokelat asal Indonesia. Ia menilai produk Java Criollo memiliki keunggulan dari sisi bahan baku dan harga. Menurut dia, kombinasi itu menjadi nilai tambah di pasar Jepang. Ketertarikan tersebut kemudian berujung pada kesepakatan kerja sama.

Noda menyebut produk yang ditawarkan Java Criollo dibuat secara alami dan tanpa pupuk kimia. Ia menilai karakter itu membuat cokelat Indonesia memiliki posisi kompetitif di pasar internasional. Selain itu, harga yang dinilai terjangkau menjadi faktor yang memperkuat minat pembelian. Ia berharap masyarakat Jepang dapat menikmati produk tersebut dalam waktu dekat.

Respons positif dari buyer Jepang menunjukkan bahwa pasar global semakin terbuka terhadap produk olahan Indonesia. Cokelat yang menonjolkan kualitas bahan dan proses produksi berkelanjutan dinilai memiliki peluang besar. Situasi ini dapat menjadi referensi bagi UMKM lain yang ingin menembus ekspor. Persaingan di pasar luar negeri tetap menuntut konsistensi mutu.

Kesepakatan ini juga mencerminkan pentingnya kepercayaan antara pelaku usaha lokal dan mitra asing. Dalam perdagangan internasional, reputasi dan kualitas sering kali menjadi penentu utama. Java Criollo dinilai berhasil memenuhi dua aspek tersebut. Karena itu, peluang ekspansi ke pasar lain terbuka semakin lebar.

Dukungan Pertamina bagi UMKM

Pertamina menempatkan penguatan UMKM sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi. Melalui dukungan pembinaan, perusahaan mendorong pelaku usaha agar naik kelas dan siap bersaing. Keterlibatan di pameran dagang internasional menjadi salah satu sarana utama. Ajang ini mempertemukan produsen lokal dengan calon pembeli dari luar negeri.

Fadjar Djoko Santoso menegaskan bahwa capaian Java Criollo merupakan hasil dari pembinaan yang berkelanjutan. Ia menilai UMKM perlu didorong tidak hanya untuk bertahan di pasar domestik, tetapi juga menyiapkan diri menuju ekspor. Karena itu, Pertamina berharap kolaborasi dengan buyer asing dapat terus berkembang. Menurut dia, kepercayaan pasar internasional harus dijaga dengan kualitas yang konsisten.

Keikutsertaan 44 UMKM lain di TEI 2025 juga menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Mereka membawa berbagai produk unggulan untuk dipertemukan dengan calon mitra dagang. Pertamina menilai forum ini dapat memperluas jejaring dan membuka peluang transaksi baru. Hasil yang dicapai Java Criollo diharapkan menjadi pemicu semangat bagi peserta lain.

Di sisi lain, keberhasilan ekspor ini menunjukkan bahwa dukungan korporasi dapat mempercepat akses UMKM ke pasar global. Pendampingan, promosi, dan kesempatan tampil di pameran internasional memberi nilai tambah yang besar. Model ini dinilai efektif untuk mendorong pertumbuhan usaha kecil. Jika berkelanjutan, kontribusinya bagi ekonomi nasional dapat semakin signifikan.

Peluang ekspor produk lokal

Kerja sama Java Criollo dengan perusahaan Jepang memperlihatkan potensi besar produk olahan kakao Indonesia. Dengan kualitas bahan yang kuat dan harga yang kompetitif, produk lokal memiliki daya tarik tersendiri. Hal ini penting bagi UMKM yang ingin naik kelas melalui ekspor. Pasar Jepang menjadi salah satu tujuan yang menjanjikan.

Transaksi senilai US$ 5,2 juta tidak hanya bernilai komersial, tetapi juga strategis bagi citra produk Indonesia. Kesepakatan ini memberi sinyal bahwa buyer global semakin terbuka terhadap produk UMKM. Jika kualitas dan kontinuitas pasokan terjaga, peluang kerja sama lanjutan sangat mungkin terbentuk. Kondisi ini dapat meningkatkan kontribusi ekspor nonmigas.

Bagi pelaku usaha, keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya standardisasi mutu dan pemahaman pasar. Produk yang masuk ke pasar internasional harus memenuhi ekspektasi konsumen dari sisi rasa, keamanan, dan konsistensi. Java Criollo menjadi contoh bahwa produk lokal dapat bersaing bila memenuhi kriteria tersebut. Ke depan, tantangan utamanya adalah menjaga kapasitas produksi dan distribusi.

Pertamina berharap pencapaian ini menjadi awal dari lebih banyak kemitraan serupa. Dengan dukungan yang tepat, UMKM Indonesia berpeluang mengisi ceruk pasar global yang lebih luas. Momentum TEI 2025 juga diharapkan memberi dampak lanjutan bagi sektor riil. Dari satu kesepakatan, terbuka ruang bagi banyak peluang baru.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!