Investor Pasar Modal Tembus 27,4 Juta pada Mei 2026

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 02 Juni 2026 07:40 WIB 4
Investor Pasar Modal Tembus 27,4 Juta pada Mei 2026

Bursa Efek Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan jumlah investor di pasar modal sepanjang 2026. Hingga 20 Mei 2026, jumlah investor baru mencapai 7,4 juta orang, menandakan kepercayaan publik terhadap pasar modal terus menguat.

Penjabat sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyebut total investor pasar modal kini telah menembus 27,4 juta. Ia menilai tren tersebut menunjukkan optimisme masyarakat terhadap instrumen investasi di Indonesia masih terjaga.

Investor Pasar Modal Bertambah

Jeffrey mengatakan pertumbuhan investor terjadi dalam tempo yang relatif cepat sejak awal tahun. Menurut dia, tambahan 7,4 juta investor baru menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar modal nasional.

Pernyataan itu disampaikan Jeffrey dalam acara Jogja Financial Festival pada Sabtu, 23 Mei 2026. Ia menegaskan minat masyarakat untuk berinvestasi masih tinggi meski dinamika ekonomi global terus bergerak.

BEI memandang kenaikan jumlah investor sebagai salah satu indikator meningkatnya literasi keuangan. Semakin banyak masyarakat yang masuk ke pasar modal, semakin besar pula potensi pendalaman pasar di dalam negeri.

Kepercayaan Publik Menguat

Jeffrey menyebut kepercayaan publik menjadi faktor utama di balik pertumbuhan tersebut. Masyarakat dinilai semakin memahami bahwa pasar modal dapat menjadi sarana investasi jangka panjang.

Ia juga menilai partisipasi investor ritel kini lebih merata di berbagai daerah. Kondisi itu menunjukkan pasar modal tidak lagi hanya diminati kalangan tertentu, melainkan semakin dekat dengan masyarakat luas.

Menurut Jeffrey, optimisme publik ikut terbentuk karena pasar modal dinilai bergerak searah dengan perekonomian. Ketika ekonomi tumbuh, minat masyarakat untuk berinvestasi umumnya ikut meningkat.

Pertumbuhan Melampaui Lima Tahun

Jika dibandingkan dengan 2020, jumlah investor pasar modal mengalami lonjakan yang sangat besar. Saat itu, jumlah investor baru berada di kisaran 10 juta, sedangkan kini sudah mencapai 27,4 juta.

Jeffrey mengatakan dalam lima tahun terakhir pertambahannya mencapai lebih dari 17 juta investor. Angka tersebut setara dengan kenaikan lebih dari dua kali lipat dalam waktu yang relatif singkat.

Lonjakan itu menegaskan pasar modal semakin diterima sebagai pilihan investasi masyarakat. BEI menilai tren ini dapat menjadi modal penting bagi penguatan ekosistem pasar keuangan nasional.

Pasar Modal Dan Ekonomi

BEI menilai pertumbuhan investor tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi yang membaik. Ketika aktivitas ekonomi menguat, kepercayaan terhadap instrumen investasi biasanya ikut terdorong.

Jeffrey menekankan hubungan antara pasar modal dan perekonomian berjalan saling memengaruhi. Karena itu, perkembangan jumlah investor juga dipandang sebagai cerminan optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia.

Dengan basis investor yang terus bertambah, pasar modal berpeluang semakin dalam dan likuid. BEI berharap tren positif ini dapat berlanjut melalui edukasi, inklusi, dan akses investasi yang lebih luas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!