Locapop Kembali Digelar, Diskon Brand Lokal Tembus 75 Persen

Lifestyle Clara Monica 30 Mei 2026 19:49 WIB 3
Locapop Kembali Digelar, Diskon Brand Lokal Tembus 75 Persen

Locapop kembali digelar di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan, pada 26 hingga 31 Mei 2026, dengan menghadirkan 65 brand lokal pilihan. Gelaran bazar fashion ini langsung diserbu pengunjung dan jasa titip sejak hari pertama karena menawarkan diskon hingga 75 persen tanpa biaya masuk.

Berdasarkan pantauan di lokasi, area bazar terlihat padat oleh pembeli yang antusias memilah berbagai koleksi busana, tas, aksesori, hingga parfum. Head Creative Locapop, Eras Pragitha, menyebut edisi kali ini hadir dengan konsep baru bertajuk Locapop Rooftop Social Club yang berkolaborasi dengan Culinary Market Week.

Locapop Hadir dengan Konsep Baru

Locapop kali ini tidak hanya menawarkan bazar fashion, tetapi juga pengalaman ruang belanja yang lebih santai. Konsep Rooftop Social Club membuat pengunjung bisa menikmati suasana senja di rooftop sambil mencicipi sajian kuliner kekinian. Eras Pragitha menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Culinary Market Week menjadi pembeda utama dari penyelenggaraan sebelumnya.

Menurut Eras, konsep tersebut dirancang agar pengunjung mendapatkan lebih dari sekadar pengalaman berbelanja. Kehadiran makanan dan suasana sosial yang lebih hidup diharapkan mampu memperpanjang waktu kunjungan. Dengan begitu, bazar tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang berkumpul yang relevan bagi anak muda.

Antusiasme pengunjung terlihat sejak hari pertama penyelenggaraan. Banyak pembeli datang untuk mencari koleksi fashion lokal dengan harga miring. Kondisi itu menunjukkan bahwa format bazar fisik masih memiliki daya tarik kuat di tengah persaingan belanja digital.

Brand Lokal Pilih Jalur Offline

Eras menilai banyak brand lokal kini mulai mengalihkan fokus ke pasar offline. Salah satu alasannya adalah penjualan daring yang melemah dan biaya admin e-commerce yang semakin tinggi. Situasi tersebut membuat bazar menjadi kanal promosi sekaligus penjualan yang lebih menjanjikan.

Ia menjelaskan bahwa potongan harga besar hingga 75 persen diberikan agar tenant bisa menarik minat pembeli secara langsung. Para pelaku usaha juga dinilai lebih leluasa menampilkan special item dan special offers di ruang fisik. Strategi ini menjadi upaya bertahan di tengah tekanan biaya transaksi digital.

Selain itu, bazar seperti Locapop memberi kepastian perhitungan biaya yang lebih terukur bagi brand lokal. Pengusaha dapat menghitung fixed cost dengan lebih jelas dibandingkan berjualan di marketplace. Model ini dinilai membantu mereka menjaga kelangsungan usaha di tengah perubahan perilaku konsumen.

Harga Fashion Lokal Menggoda

Berbagai tenant menawarkan harga yang kompetitif untuk menarik pembeli. Omyca, misalnya, mematok one set celana seharga Rp 125.000 dan one set rok Rp 135.000. Merek tersebut juga menyediakan mukena dengan harga Rp 130.000.

FWDaily menjual pakaian mulai dari Rp 30.000 dengan tambahan diskon Rp 20.000. Dippew menawarkan koleksi cardigan seharga Rp 90.000. Sementara itu, Giyomi memberikan promo bundling dua baju seharga Rp 350.000 dan TGIF Project menawarkan dua baju Rp 150.000 atau tiga baju Rp 200.000.

Di lini busana muslimah, Gamaleea menjual koleksi best seller seharga Rp 150.000 dan koleksi terbaru Rp 199.000. Lozy Hijab juga menarik perhatian lewat paket hijab Rp 100.000 untuk tiga atau lima buah. Abaya dan mukena dari merek tersebut dibanderol mulai Rp 199.000.

Belanja Aksesori dan Alas Kaki

Locapop juga menghadirkan pilihan aksesori dan alas kaki dengan harga yang relatif terjangkau. Hey Lalaluna menawarkan gelang seharga Rp 50.000, anting Rp 25.000, dan bros kristal premium. This is Lubi menambah ragam pilihan dengan produk mulai dari Rp 10.000.

Merek tersebut juga menjual handle tumbler dan strap phone seharga Rp 55.000. Untuk cincin, pengunjung dapat membeli satu buah seharga Rp 70.000 atau dua buah seharga Rp 120.000. Ragam produk ini melengkapi kebutuhan pengunjung yang mencari aksesori harian maupun hadiah.

Di kategori alas kaki, PVN menarik perhatian lewat promo sepatu serba Rp 150.000 dan flash sale serba Rp 50.000. Tarompah juga menawarkan sandal teplek seharga Rp 149.000. Pilihan sepatu balet dan raya heels dibanderol seragam Rp 199.000.

Strategi Bertahan Brand Lokal

Menurut Eras, tekanan biaya di marketplace membuat banyak brand lokal harus menghitung ulang harga pokok penjualan. Kenaikan biaya admin, biaya retur, dan biaya transaksi lain dinilai mempersempit ruang keuntungan. Dalam sejumlah kasus, potongan biaya bahkan disebut sangat besar dan sulit ditutup oleh margin penjualan.

Ia menyebut margin keuntungan brand lokal yang semula bisa mencapai 30 persen kini turun tajam hingga sekitar 10 persen. Kondisi tersebut diperparah oleh kenaikan biaya bahan baku dan fluktuasi nilai dolar. Akibatnya, banyak pelaku usaha mencari ruang jual yang lebih efisien dan stabil.

Melalui bazar fisik, para pemilik brand berharap bisa menjaga arus penjualan sambil memperkuat kampanye cinta produk lokal. Konsumen juga diarahkan untuk kembali bertransaksi langsung melalui WhatsApp atau situs resmi brand. Bagi pelaku usaha, langkah ini menjadi strategi penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah tekanan pasar digital.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!