PT Pertamina (Persero) memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan dan kemandirian usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia melalui program UMKM Academy. Inisiatif ini diarahkan untuk membantu pelaku usaha mengelola bisnis secara lebih profesional, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas pemasaran.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengatakan, pendampingan UMKM diharapkan tidak hanya mendorong kenaikan omzet, tetapi juga memberi dampak lebih luas bagi penyerapan tenaga kerja dan pendapatan masyarakat sekitar. Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
UMKM Pertamina dan pembinaan
Pertamina menjalankan pembinaan UMKM melalui rangkaian pelatihan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha. Pendampingan itu mencakup penguatan manajemen, peningkatan mutu produk, dan strategi pengembangan pasar.
Fadjar menjelaskan bahwa program tersebut dibuat agar UMKM mampu tumbuh lebih terstruktur dan berdaya saing. Dengan manajemen yang lebih baik, pelaku usaha diharapkan dapat mengambil keputusan bisnis secara lebih tepat.
Perusahaan juga menempatkan pendampingan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial yang berkelanjutan. Melalui pendekatan itu, Pertamina ingin memastikan manfaat program dirasakan tidak hanya oleh pemilik usaha, tetapi juga masyarakat di sekitarnya.
Dampak UMKM bagi masyarakat
Pertamina menilai pertumbuhan UMKM memiliki efek berganda bagi ekonomi lokal. Ketika usaha berkembang, kebutuhan tenaga kerja biasanya ikut meningkat dan memberi ruang bagi lebih banyak orang untuk memperoleh penghasilan.
Selain itu, produk UMKM yang semakin dikenal luas dapat membuka peluang rantai pasok yang lebih besar. Kondisi tersebut turut mendorong perputaran ekonomi di daerah tempat usaha beroperasi.
Fadjar menegaskan bahwa keberhasilan UMKM binaan diharapkan menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat. Menurut dia, dampak yang muncul bukan hanya pada bisnis, tetapi juga pada kehidupan sosial di lingkungan sekitar.
Kisah Java Criollo
Inge Arina, pemilik Java Criollo, menjadi salah satu penerima manfaat dari program pembinaan Pertamina. Usaha cokelat yang ia kelola dinilai berkembang lebih baik setelah mendapat pelatihan dan pendampingan.
Inge mengatakan dukungan tersebut membuat produknya semakin dikenal di pasar yang lebih luas. Ia menilai manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh dirinya, tetapi juga oleh para petani yang terlibat dalam rantai usaha.
Ia berharap pengembangan usaha ini dapat membantu lebih banyak warga desa di sekitar operasional Java Criollo. Menurut dia, keterlibatan kelompok wanita tani juga penting agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata.
Sambal Ning Niniek berkembang
Pengalaman serupa disampaikan Sri Wahyuni, pemilik usaha Sambal Ning Niniek. Ia menyebut dukungan Pertamina sangat membantu usahanya sejak tahap awal hingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Sri mengaku bersyukur dapat menjadi mitra binaan Pertamina karena pendampingan yang diberikan dinilainya konsisten. Bantuan tersebut membuat produk sambalnya lebih siap bersaing dan memiliki peluang distribusi yang lebih besar.
Ia berharap dukungan itu terus berlanjut agar usahanya semakin berkembang dan mampu membuka lapangan kerja baru. Dengan pemasaran yang lebih luas, Sri meyakini manfaat usaha dapat dirasakan pula oleh warga di sekitar tempat tinggalnya.
