Indari, 53 tahun, membuktikan bahwa hobi bisa menjadi pundi cuan ketika dikelola dengan konsisten dan kreatif. Pemilik usaha tas tenun batik La Suntu Tastio itu kini tidak hanya menjual produk di pasar domestik, tetapi juga mulai merambah pasar global bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
Kisah tersebut berawal dari ketertarikannya pada tas dan keinginan menggabungkan kain tradisional, seperti batik dan tenun, ke dalam produk fungsional. Dari sebuah ide sederhana, usaha yang ia rintis sejak 2010 berkembang menjadi produk suvenir yang diminati banyak instansi dan pembeli umum.
Tas Tenun Batik yang Menarik
Indari memperkenalkan La Suntu Tastio sebagai tas yang cantik, sebuah nama yang diambil dari gabungan kata berbahasa Spanyol. Melalui merek itu, ia menghadirkan berbagai model tas, goodie bag, hingga pernak-pernik bernuansa batik nusantara.
Pagi itu, ia terlihat memamerkan sejumlah produk andalan dalam sebuah pameran di Jalan M.I. Ridwan Rais, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Rak-rak yang tersusun rapi berisi tas, aksesori, dan suvenir yang menjadi daya tarik calon pembeli.
Produk tersebut dikenal karena menggabungkan motif batik dan tenun dengan material sintetis yang membuat tampilannya lebih modern. Kombinasi itu menjadi ciri khas yang membedakan La Suntu Tastio dari produk serupa di pasaran.
Berawal Dari Hobi
Usaha ini bermula dari kegemaran Indari mengoleksi tas pada 2010. Dari situ, ia melihat peluang untuk menghadirkan tas dengan sentuhan kain tradisional yang memiliki nilai estetika lebih kuat.
Karena tidak bisa menjahit, Indari sempat membawa rancangan desainnya ke penjahit baju biasa. Percobaan pertama gagal total, namun ia tidak berhenti mencari cara untuk mewujudkan ide tersebut.
Perubahan besar terjadi setelah ia bertemu penjahit tas di Depok, yang kemudian menyarankan kombinasi motif agar hasilnya lebih menarik. Saran itu membuat desain tas batik dan tenun yang ia inginkan akhirnya terwujud dengan tampilan yang lebih baik.
Daya Tarik Produk Lokal
Setelah jadi, tas tersebut dibawa ke berbagai acara, termasuk arisan keluarga. Respons yang muncul justru di luar dugaan karena banyak orang tertarik dan langsung ingin membeli.
Pada masa itu, model tas dengan kombinasi batik, tenun, dan kulit sintetis masih jarang ditemui. Keunikan itulah yang membuat produk La Suntu Tastio cepat mendapat perhatian.
Indari juga menilai jahitan yang rapi turut menjadi nilai tambah bagi produknya. Dengan kualitas yang konsisten, tas buatannya tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga layak dipakai sehari-hari.
Langkah Menuju Pasar Global
Seiring waktu, La Suntu Tastio tidak lagi hanya mengandalkan pasar lokal. Dukungan BRI membuka peluang lebih luas bagi usaha ini untuk memperluas jangkauan penjualan ke pasar global.
Kehadiran di pameran menjadi salah satu cara Indari memperkenalkan produk kepada calon pembeli dan mitra potensial. Langkah itu sekaligus menunjukkan bahwa produk UMKM Indonesia memiliki daya saing jika didukung strategi yang tepat.
Kisah Indari memperlihatkan bahwa kreativitas, ketekunan, dan keberanian mencoba hal baru bisa mengubah hobi menjadi bisnis berkelanjutan. Dari tas sederhana, La Suntu Tastio kini tumbuh menjadi salah satu contoh usaha lokal yang siap melangkah lebih jauh.
