IHSG Terkoreksi ke 6.047, Nyaris Sentuh Level 5.000

Forex & Saham Kevin S. Pratama 31 Mei 2026 03:15 WIB 2
IHSG Terkoreksi ke 6.047, Nyaris Sentuh Level 5.000

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kembali tertekan pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026, dan sempat bergerak ke area 5.000-an seperti masa awal pandemi COVID-19. Berdasarkan data RTI pada pukul 09.05 WIB, IHSG berada di level 6.047 atau turun 47 poin setara 0,78 persen dari pembukaan di level 6.065.

Pergerakan indeks pada pagi hari berlangsung fluktuatif, dengan posisi terendah di 5.966 dan tertinggi 6.074. Tekanan jual terlihat dominan, meski sebagian saham masih mampu bertahan di zona hijau.

Tekanan IHSG Pagi Ini

Perdagangan pagi ini menunjukkan sentimen pasar yang belum stabil, sehingga indeks bergerak cepat dalam rentang sempit. IHSG sempat menyentuh level terendah 5.966 sebelum kembali bergerak mendekati 6.000-an.

Nilai transaksi indeks mencapai Rp1,67 triliun dengan volume 3,60 miliar lembar saham. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 178.693 kali, menandakan aktivitas pasar tetap ramai meski indeks melemah.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 129 saham menguat, 418 saham melemah, dan 155 saham stagnan. Komposisi ini memperlihatkan bahwa tekanan jual masih lebih besar dibandingkan minat beli.

Kondisi tersebut menegaskan bahwa pelemahan IHSG pada awal perdagangan bukan semata koreksi teknikal. Sentimen pasar yang rapuh membuat investor cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi.

Kinerja IHSG Sepanjang Tahun

Pelemahan IHSG tidak hanya terjadi pada perdagangan harian, tetapi juga terlihat dalam tren yang lebih panjang. Secara bulanan, indeks tercatat turun 20,01 poin.

Dalam periode tiga bulanan, IHSG terkoreksi 25,38 persen. Sementara itu, sepanjang 2026, indeks sudah melemah 30,07 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan di pasar saham berlangsung konsisten dan belum menunjukkan tanda pemulihan kuat. Investor masih menunggu katalis yang dapat mengubah arah pergerakan indeks.

Dalam situasi seperti ini, pasar cenderung sensitif terhadap berbagai kabar, baik dari dalam negeri maupun global. Setiap perubahan sentimen berpotensi memicu aksi jual lanjutan di bursa.

Bayangan Masa Pandemi

Kondisi IHSG yang mendekati level 5.000-an mengingatkan pasar pada periode awal COVID-19 di Indonesia. Saat itu, kepanikan investor membuat pasar modal mengalami tekanan berat dalam waktu singkat.

Presiden Joko Widodo mengumumkan dua kasus positif pertama pada 2 Maret 2020, dan IHSG hari itu ditutup turun 91 poin atau 1,67 persen ke level 5.361. Setelah itu, penurunan berlanjut seiring meningkatnya jumlah kasus di dalam negeri.

Pada perdagangan 9 Maret 2020, IHSG bahkan anjlok 6,5 persen ke level 5.136. Penurunan sedalam itu tergolong langka dan biasanya hanya terjadi ketika pasar menghadapi tekanan serius.

Perbandingan dengan masa pandemi menunjukkan betapa sensitifnya pasar saham terhadap ketidakpastian. Ketika kepercayaan investor menurun, indeks bisa bergerak turun dengan cepat dan dalam.

Respons Regulator Pasar

Melihat tekanan yang sangat besar, regulator pasar modal saat itu mengambil langkah penanganan. Bursa Efek Indonesia sempat memberlakukan penghentian perdagangan atau trading halt pada 10 Maret 2020.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk meredam kepanikan dan memberi jeda bagi pelaku pasar. Dalam kondisi ekstrem, langkah semacam ini menjadi upaya menjaga stabilitas transaksi di bursa.

Pengalaman pandemi menjadi pelajaran penting bagi pasar modal Indonesia. Stabilitas indeks bukan hanya bergantung pada kinerja emiten, tetapi juga pada kepercayaan investor dan kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Dengan tekanan yang kembali muncul pada 2026, pelaku pasar diperkirakan akan mencermati arah kebijakan dan sentimen global dengan lebih ketat. Pergerakan IHSG pada sesi berikutnya akan menjadi penentu apakah pelemahan ini hanya koreksi sesaat atau awal tren baru.

PeriodeKinerja IHSG
Pagi iniTurun 47 poin atau 0,78 persen ke level 6.047
BulananTurun 20,01 poin
Tiga bulananTurun 25,38 persen
Sepanjang 2026Turun 30,07 persen

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!