Lizzo Tampil dengan Gaun Piercing Palsu di Cannes 2026

Lifestyle Nadia Safira Putri 28 Mei 2026 10:14 WIB 2
Lizzo Tampil dengan Gaun Piercing Palsu di Cannes 2026

Penampilan Lizzo di amfAR Gala Cannes 2026 kembali menegaskan tren piercing palsu di karpet merah, saat ia hadir di Hôtel du Cap-Eden-Roc, Kamis, 21 Mei 2026. Penyanyi bernama asli Melissa Viviane Jefferson itu tampil dengan gaun beludru berilusi tindik, dipadukan perhiasan berlian spektakuler yang totalnya mencapai ribuan karat. Gaya tersebut langsung mencuri perhatian karena memadukan unsur mode, teater, dan kemewahan dalam satu tampilan. Di ajang amal itu, Lizzo juga naik panggung dan membawakan sejumlah lagu untuk para tamu undangan.

Detail paling menonjol dari busana itu terletak pada bagian dada, yang dibuat seolah-olah tertusuk dua cincin. Sebuah kalung berlian menggantung di antara elemen tersebut, namun seluruh efek itu hanyalah trik visual atau trompe l'oeil. Kehadiran aksesori ini memperkuat kesan artistik yang menjadi ciri khas penampilan Lizzo. Dalam kesempatan yang sama, ia juga membocorkan rencana rilisan album terbarunya.

Gaun Piercing Palsu Jadi Sorotan

Lizzo memilih gaun berbahan beludru dengan potongan yang dirancang untuk menciptakan ilusi tindik pada bagian dada. Dua cincin tampak menembus bodice, sehingga tampilan itu terlihat seperti piercing sungguhan. Efek visual tersebut menjadi pusat perhatian karena tampil berbeda dari gaun glamor pada umumnya. Gaya ini juga sejalan dengan tren piercing palsu yang sedang ramai di karpet merah.

Selain gaun, Lizzo mengenakan manset sarung tangan berbentuk pahatan yang menyerupai sepasang tangan tambahan. Aksesori itu tampak seperti bertumpu di atas tangannya sendiri, sehingga menambah dimensi teatrikal pada penampilannya. Elemen tersebut membuat keseluruhan busana terasa lebih dramatis dan berlapis. Pilihan ini menunjukkan pendekatan mode yang berani dan tidak biasa.

Sentuhan akhir datang dari nail artist Angel My Linh, yang memberikan kuku stiletto berwarna biru krom matte. Warna itu selaras dengan nuansa busana dan memperkuat kesan futuristis. Di balik keseluruhan konsep tampilan malam itu, stylist Patti Wilson memegang peran penting. Kombinasi semua elemen membuat Lizzo tampil sebagai salah satu sorotan utama acara.

Perhiasan Berlian Ribuan Karat

Kemewahan busana Lizzo semakin menonjol berkat kerja sama dengan desainer berbasis London, Anabela Chan. Perhiasan yang dikenakan terdiri atas sekitar 2.000 berlian putih hasil laboratorium dengan total berat mencapai 3.161 karat. Berlian itu disusun pada kalung, anting, manset, hingga rantai yang menjuntai dari bagian dada. Seluruh rangkaian tersebut menambah kesan mewah pada tampilan yang sudah mencolok sejak awal.

Penggunaan berlian hasil laboratorium menjadi bagian dari pendekatan desain yang memadukan kemewahan dan inovasi. Kilau perhiasan terlihat sangat kuat di atas material beludru yang gelap, sehingga efek visualnya semakin tajam. Penempatan aksesori yang berlapis juga memberi kesan bahwa setiap detail dirancang dengan cermat. Hasilnya adalah tampilan yang terasa berani, modern, dan penuh karakter.

Meski tampil dengan kemewahan maksimal, fokus utama busana tetap berada pada permainan ilusi. Konsep itu membuat publik menilai penampilan Lizzo sebagai bentuk ekspresi mode yang tidak sekadar mengikuti arus. Ia berhasil mengubah detail kecil menjadi pusat perhatian di panggung internasional. Tak heran, tampilannya segera menjadi bahan pembicaraan di dunia mode.

AmfAR Gala dan Penampilan Panggung

amfAR Gala Cannes digelar untuk menggalang dana bagi riset AIDS dan dipandu oleh aktris Geena Davis. Acara tersebut berhasil mengumpulkan dana hingga 20 juta dolar AS, menjadikannya salah satu penggalangan dana penting di Cannes. Kehadiran Lizzo menambah sorotan karena ia tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi juga sebagai pengisi acara. Penampilannya memperkuat nuansa glamor sekaligus tujuan sosial dari malam amal itu.

Di atas panggung, Lizzo tampil sambil memegang koktail dan membawakan lagu Don't Make Me Love U serta About Damn Time. Aksi itu membuat suasana acara semakin hidup dan meriah. Energi panggung yang ia bawa sejalan dengan citra dirinya yang ekspresif dan penuh percaya diri. Penonton pun mendapat tontonan yang memadukan hiburan dan kemewahan dalam satu malam.

Kehadiran panggung dan karpet merah dalam satu agenda membuat Lizzo tampil serba menonjol. Ia tidak hanya menjadi pusat perhatian lewat busana, tetapi juga melalui performa musiknya. Kombinasi keduanya memperlihatkan kemampuan Lizzo menjaga relevansi di industri hiburan. Momen itu mempertegas posisinya sebagai figur yang memahami seni tampil secara utuh.

Album Baru dan Arah Musik

Di sela acara, Lizzo juga membocorkan arah album terbarunya yang bertajuk B-ch. Ia menyebut ingin menghadirkan kembali musik yang menyenangkan bagi pendengar. Menurutnya, musik seharusnya membuat orang kembali menari dan tertawa. Pernyataan itu memberi gambaran bahwa album barunya akan membawa suasana yang lebih ringan dan riang.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Lizzo ingin menjaga kedekatan emosional dengan pendengarnya. Ia tampak menempatkan kebahagiaan sebagai inti dari karya barunya. Pendekatan ini sejalan dengan identitas musiknya yang kerap energik dan positif. Dalam konteks itu, album baru kemungkinan besar akan mempertahankan ciri khas yang sudah dikenal publik.

Album B-ch dijadwalkan rilis pada 5 Juni mendatang. Jadwal itu membuat penggemar menantikan arah baru yang akan ia tawarkan setelah penampilan mencolok di Cannes. Dengan sorotan fashion, aksi panggung, dan rencana album baru, Lizzo kembali menunjukkan dominasi di dua ranah sekaligus. Ia berhasil menjadikan satu malam di Cannes sebagai panggung besar untuk gaya dan musiknya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!