Lima Tips Hery Gunardi untuk Calon Pengusaha

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 23 Mei 2026 23:27 WIB 6
Lima Tips Hery Gunardi untuk Calon Pengusaha

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, membagikan lima tips penting bagi masyarakat yang ingin merintis usaha. Pesan itu disampaikan dalam sesi Education Class pada Jogja Financial Festival di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (23/5/2026). Menurut Hery, calon pengusaha perlu memahami langkah dasar agar bisnis dapat bertahan dan berkembang. Ia menekankan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh ide, tetapi juga oleh disiplin dalam mengelola bisnis.

Hery menjelaskan bahwa banyak usaha kecil gagal bukan karena produknya buruk, melainkan karena pengelolaan yang kurang tepat. Ia menilai calon pelaku usaha harus membaca pasar, menjaga arus kas, serta memanfaatkan teknologi sejak awal. Selain itu, pemilihan sektor usaha juga menjadi faktor penting agar bisnis lebih mudah dijalankan pada tahap awal. Dalam pandangannya, lima langkah tersebut dapat menjadi bekal praktis bagi siapa pun yang ingin memulai usaha.

Tips Usaha untuk Pemula

Hery menyarankan calon pengusaha masuk ke sektor usaha yang memiliki hambatan masuk atau entry barrier tidak terlalu tinggi. Menurutnya, pilihan seperti ini akan memudahkan pelaku usaha pada fase awal operasional. Dengan beban awal yang lebih ringan, pengusaha dapat lebih fokus pada pengembangan produk dan layanan. Cara ini dinilai membantu usaha beradaptasi sebelum menghadapi persaingan yang lebih besar.

Ia juga menegaskan bahwa pemula perlu realistis dalam menentukan bidang usaha yang akan digarap. Tidak semua industri cocok dimasuki tanpa persiapan yang matang, terutama jika modal dan pengalaman masih terbatas. Karena itu, pemilihan sektor yang sesuai dapat mengurangi risiko kegagalan di awal perjalanan bisnis. Hery menilai keputusan yang tepat sejak awal akan menentukan arah pertumbuhan usaha berikutnya.

Selain memilih sektor yang tepat, calon pelaku usaha juga disarankan memahami karakter usaha yang dipilih. Pemahaman ini mencakup kebutuhan pasar, pola permintaan, dan tantangan operasional yang mungkin muncul. Dengan bekal tersebut, pengusaha dapat menyusun strategi yang lebih terukur dan efisien. Langkah awal yang sederhana, menurut Hery, sering kali menjadi fondasi penting bagi bisnis yang berkelanjutan.

Pahami Pasar dan Pesaing

Hery menilai calon pengusaha wajib memahami kondisi pasar sebelum memulai usaha. Ia menekankan pentingnya mengenali siapa pesaing utama dan siapa pemain besar di industri tujuan. Dari sana, pelaku usaha dapat belajar mengenai strategi yang membuat perusahaan besar mampu bertahan dan berkembang. Analisis pasar yang baik akan membantu pengusaha menemukan celah untuk bersaing.

Ia menyebut pertanyaan dasar seperti siapa yang menguasai pangsa pasar dan mengapa mereka bisa unggul perlu dijawab sejak awal. Menurutnya, pengusaha baru tidak cukup hanya mengandalkan semangat tanpa memahami kompetisi yang ada. Dengan mempelajari pemain yang sudah maju, pelaku usaha dapat menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan pasar. Pendekatan ini akan membuat keputusan bisnis lebih rasional dan terarah.

Hery juga mengingatkan bahwa pasar terus berubah, sehingga pengusaha perlu sigap membaca tren. Produk yang diminati hari ini belum tentu tetap relevan pada masa mendatang. Karena itu, kemampuan mengamati perilaku konsumen menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis. Pemahaman terhadap pasar akan memberi dasar kuat sebelum melangkah ke ekspansi yang lebih besar.

Kelola Keuangan Bisnis

Selain pasar, Hery menekankan pentingnya pencatatan keuangan yang rapi sejak usaha masih kecil. Ia mengingatkan agar keuangan pribadi dan keuangan usaha tidak dicampur. Menurutnya, pencampuran ini sering membuat pelaku usaha kesulitan mengetahui posisi laba dan rugi secara jelas. Akibatnya, bisnis tampak berjalan, tetapi kondisi riil keuangannya tidak terbaca dengan baik.

Ia menjelaskan bahwa banyak UMKM gagal berkembang karena tidak memisahkan arus uang pribadi dengan bisnis. Dalam praktiknya, kebiasaan mencatat yang tidak disiplin membuat pengusaha sulit mengukur kesehatan usaha. Hery menilai pencatatan yang tertib akan memudahkan evaluasi dan pengambilan keputusan. Dengan data keuangan yang jelas, pelaku usaha dapat mengetahui langkah perbaikan yang dibutuhkan.

Menurut Hery, pemasukan dan pengeluaran usaha harus dipantau secara terpisah agar bisnis lebih mudah dikendalikan. Cara ini juga membantu pengusaha menentukan kebutuhan modal kerja di masa depan. Jika pencatatan dilakukan sejak awal, risiko kebocoran keuangan dapat ditekan lebih dini. Ia menilai manajemen keuangan yang baik adalah salah satu kunci usaha bertahan dalam jangka panjang.

Jaga Arus Kas Digital

Hery menegaskan bahwa menjaga arus kas atau cashflow sangat penting, terutama dalam enam bulan pertama merintis usaha. Ia menilai banyak bisnis memiliki potensi bagus, tetapi berhenti di tengah jalan karena aliran dana tidak lancar. Kondisi ini biasanya terjadi ketika pembayaran dari pelanggan datang terlambat. Jika arus kas terganggu, usaha bisa kehilangan napas sebelum berkembang.

Ia memberi contoh bahwa bisnis yang tampak menjanjikan tetap bisa kesulitan apabila piutang terlalu lama tertahan. Saat uang masuk tidak secepat pengeluaran, operasional menjadi tertekan dan aktivitas usaha ikut melambat. Karena itu, pengusaha perlu mengatur tempo pembayaran dan penerimaan dengan cermat. Pengelolaan cashflow yang disiplin akan membantu bisnis tetap sehat di fase awal.

Di sisi lain, Hery mendorong pelaku usaha memanfaatkan teknologi untuk menekan biaya operasional. Ia menyebut media sosial, internet, dan platform digital dapat memperluas jangkauan penjualan secara efisien. Penggunaan TikTok, Instagram, serta kanal online lain juga dapat membantu pelaku usaha menjangkau konsumen lebih luas. Menurutnya, inovasi digital menjadi salah satu cara agar produk lebih kompetitif di tengah persaingan yang ketat.

Tag Terkait
#usaha#UMKM#BRI

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!