Lelang Barang Mewah Rampasan Harvey Moeis Ludes Terjual

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 24 Mei 2026 09:12 WIB 6
Lelang Barang Mewah Rampasan Harvey Moeis Ludes Terjual

Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI melelang sejumlah barang mewah rampasan dari terpidana kasus tata kelola timah, Harvey Moeis, dalam gelaran BPA Fair 2026 di Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026). Pada sesi pertama, berbagai perhiasan emas hingga logam mulia yang terkait dengan aset milik Sandra Dewi laku terjual di atas harga limit.

Lelang tersebut menjadi sorotan karena turut menampilkan puluhan tas mewah merek Hermes, Dior, Chanel, dan Louis Vuitton. Panitia menyebut seluruh 21 lot pada sesi pertama habis terjual, meski yang ditampilkan di layar utama hanya sebagian karena keterbatasan fasilitas.

Lelang Barang Mewah Dimulai

Sesi pertama lelang dimulai pukul 11.00 WIB dengan total 21 lot yang disiapkan panitia. Juru lelang menjelaskan bahwa keterbatasan layar monitor membuat hanya enam lot yang dapat ditampilkan kepada pengunjung. Meski demikian, minat peserta tetap terlihat pada sejumlah barang yang dilepas ke pasar. Suasana lelang berlangsung dinamis sejak lot pembuka diumumkan.

Lot pertama berupa gelang emas 18 karat berkode KRV054 dibuka dengan harga limit Rp25.626.000. Barang itu akhirnya terjual seharga Rp30.626.000. Nilai penawaran tersebut berarti naik Rp5 juta dari batas awal. Kenaikan itu menjadi pembuka yang cukup menarik perhatian peserta lelang.

Lot berikutnya adalah kalung emas 17 karat berkode BPXZGO. Harga limitnya ditetapkan sebesar Rp9.599.000. Setelah penawaran berlangsung, kalung tersebut laku Rp12.599.000. Hasil ini menunjukkan barang rampasan tetap diminati meski berasal dari perkara hukum.

Paket perhiasan berkode 02J3WA juga terjual melampaui harga limit. Barang itu dibuka pada Rp47.840.000 dan ditutup pada Rp56.840.000. Juru lelang sempat berseloroh saat melihat respons peserta yang tidak terlalu ramai. Namun, ia menegaskan yang terpenting adalah barang tetap terjual.

Harga Lelang Melonjak

Tak hanya perhiasan, logam mulia 100 gram berkode QGJK1N juga menjadi rebutan peserta. Lot itu dibuka dengan harga limit Rp275.399.000. Setelah proses tawar-menawar, barang tersebut terjual Rp300.399.000. Selisih harga ini menunjukkan daya tarik tinggi pada instrumen bernilai emas.

Lot lain berupa paket logam mulia berkode 271LEU dibuka dengan harga limit Rp262.668.000. Barang tersebut kemudian terjual Rp273.668.000. Walaupun kenaikannya tidak setinggi lot lain, hasil itu tetap berada di atas nilai limit. Panitia mencatat seluruh penawaran berlangsung sesuai mekanisme lelang resmi.

Gelang emas berkode TW2RND menjadi lot terakhir yang ditampilkan kepada pengunjung. Barang itu dibuka pada harga limit Rp58.410.000. Setelah beberapa penawaran, gelang tersebut laku Rp77.410.000. Kenaikan Rp19 juta dari harga awal membuat lot ini mencuri perhatian.

Juru lelang menduga gelang tersebut merupakan barang dengan seri terbatas sehingga menarik minat peserta. Ia menyebut perhiasan seperti itu kerap memancing persaingan harga lebih tinggi. Pernyataan itu disampaikan saat proses lelang masih berlangsung di ruang utama. Hasil akhir menunjukkan barang bernilai eksklusif tetap punya pasar tersendiri.

Aset Rampasan Dipamerkan

Selain barang yang dilelang pada sesi pertama, BPA juga memamerkan berbagai aset rampasan lain dari kasus Harvey Moeis. Di antaranya terdapat puluhan tas mewah dari merek Hermes, Dior, Chanel, dan Louis Vuitton. Ada pula sejumlah perhiasan yang disebut berasal dari Harvey Moeis dan diberikan kepada Sandra Dewi. Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian BPA Fair 2026.

Kehadiran barang-barang tersebut menarik perhatian pengunjung yang hadir di Gedung Kantor Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, Kebagusan, Jakarta Selatan. Banyak orang menyoroti nilai barang yang tinggi dan merek yang selama ini identik dengan kemewahan. Pameran itu sekaligus menunjukkan hasil penyitaan aset dalam perkara korupsi. Nilai ekonominya pun menjadi sorotan utama publik.

Kasus yang menyeret Harvey Moeis berkaitan dengan dugaan mega korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah IUP PT Timah Tbk periode 2015-2022. Dalam perkara itu, Sandra Dewi ikut menjadi perhatian karena namanya dikaitkan dengan aliran dana dan kepemilikan aset mewah. Ia sempat diperiksa sebagai saksi terkait dugaan tersebut. Pemeriksaan itu menyoroti dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

Barang rampasan yang dipamerkan dan dilelang menjadi bagian dari proses pemulihan aset negara. Kejaksaan menempatkan lelang sebagai sarana untuk mengubah barang sitaan menjadi penerimaan yang sah. Mekanisme itu juga menjadi bukti bahwa aset hasil tindak pidana dapat dialihkan melalui jalur resmi. Dalam kasus ini, perhatian publik ikut terdorong oleh nama besar yang terlibat.

Sesi Lelang Berlanjut

Juru lelang memastikan seluruh 21 lot pada sesi pertama habis terjual. Ia juga menyebut tim harus segera bersiap untuk sesi berikutnya sehingga acara tidak dapat berlangsung terlalu lama. Karena itu, panitia menutup sesi pertama setelah seluruh lot selesai diproses. Keputusan tersebut diambil demi menjaga kelancaran rangkaian lelang.

Menurut panitia, penutupan lebih awal bukan karena kurangnya minat, melainkan kebutuhan teknis dan waktu. Pihak penyelenggara masih harus menyiapkan rangkaian sesi kedua yang telah dijadwalkan. Hal ini menunjukkan bahwa BPA Fair 2026 dirancang sebagai agenda bertahap. Setiap sesi disusun agar proses lelang tetap tertib dan transparan.

Hasil penjualan pada sesi pertama memberi gambaran bahwa barang rampasan bernilai tinggi tetap memiliki pasar. Perhiasan emas, logam mulia, dan barang mewah lain berhasil menarik penawaran di atas harga limit. Kondisi ini sekaligus menegaskan bahwa aset sitaan dapat memiliki nilai jual yang signifikan. Bagi negara, hasil tersebut menjadi bagian dari pemulihan kerugian.

Dengan seluruh lot yang laku, lelang pada sesi pertama menutup agenda awal dengan hasil optimal. Publik pun menaruh perhatian pada proses pemulihan aset dari perkara besar yang menyita sorotan nasional. Sesi berikutnya diperkirakan kembali menarik minat karena masih ada barang lain yang ditawarkan. BPA Fair 2026 pun menjadi panggung penting bagi transparansi pengelolaan aset rampasan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!