Label Nutri Level dan Bahaya Liquid Calories

Lifestyle Nadia Safira Putri 13 Mei 2026 08:18 WIB 7
Label Nutri Level dan Bahaya Liquid Calories

Pemerintah Indonesia meluncurkan aturan Label Nutri Level pada kemasan pangan siap saji untuk menunjukkan kadar gula, garam, dan lemak.

Langkah ini diharapkan meningkatkan transparansi nutrisi dan membantu konsumen membuat pilihan lebih sehat. Kebijakan berlaku secara bertahap di pasar domestik dan diawasi BPOM untuk evaluasi ke depannya.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan inisiatif ini berkaitan erat dengan beban diabetes nasional. Hingga 16 April 2026, data kesehatan menunjukkan hampir 11 persen penduduk Indonesia hidup dengan diabetes. Selain itu, sekitar 31 juta orang berada pada spektrum prediabetes atau diabetes, menandakan kebutuhan edukasi konsumsi gula yang lebih kuat.

Label Nutri Level

Label Nutri Level dirancang sebagai penanda sederhana untuk menunjukkan kadar gula, garam, dan lemak dalam kemasan pangan siap saji.

Label ini memudahkan konsumen membandingkan produk secara cepat saat berbelanja.

Informasi pada label mencakup persentase asupan harian yang dianjurkan untuk tiap komponen.

Label ini memberi gambaran singkat tentang nilai gizi utama produk.

Konsumen dapat mengecek kandungan gula, garam, dan lemak untuk menilai dampaknya terhadap asupan harian.

Pemerintah berupaya menjaga format label agar mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Implementasi Label Nutri Level masih dalam tahap adaptasi oleh pelaku industri.

Beberapa produk mungkin menampilkan peringkat warna atau ikon untuk memperjelas informasi.

Regulasi juga menekankan perlunya edukasi publik tentang cara membaca label secara efektif.

Gula dalam minuman

Sebagian besar kalori cair berasal dari minuman manis, kopi susu, teh manis, dan minuman kemasan.

Kalori dalam bentuk cair sering tidak terasa oleh tubuh karena tidak menimbulkan rasa kenyang.

Hal ini membuat asupan gula dari minuman sulit dikendalikan.

Minuman manis bisa mengandung 20 hingga 35 gram gula per botol.

Gula cair diserap lebih cepat karena kurangnya serat, sehingga lonjakan gula darah lebih mudah terjadi.

Kebiasaan membeli minuman berkadar gula tinggi secara berulang berisiko meningkatkan asupan gula harian.

Label Nutri Level sebagai alat bantu dapat membimbing konsumen untuk membatasi konsumsi minuman tinggi gula.

Namun edukasi publik dan kebijakan yang mendukung pola konsumsi sehat tetap diperlukan.

Pelaku industri didorong untuk menyajikan informasi yang jelas agar konsumen dapat membuat keputusan tepat.

Statistik diabetes Indonesia

Taruna Ikrar menyatakan hampir 11 persen penduduk Indonesia hidup dengan diabetes.

Angka ini mencerminkan beban kesehatan nasional yang signifikan.

Pemerintah berharap kebijakan label gizi dapat berkontribusi pada pencegahan sejak dini.

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 31 juta penduduk berada pada rentang prediabetik, diabetik, hingga diabetes tipe 1.

Beberapa di antaranya membutuhkan insulin untuk pengelolaan penyakitnya.

Pernyataan ini dikutip dari detikHealth pada Kamis, 16 April 2026.

Angka-angka tersebut menekankan urgensi edukasi mengenai konsumsi gula dan pilihan minuman.

Komunikasi publik yang jelas mengenai dampak gula terhadap kesehatan perlu ditingkatkan.

Upaya lintas kementerian diyakini dapat menurunkan beban diabetes nasional di masa mendatang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!