Kualitas Internet Hotel di Makkah dan Madinah Disorot

Teknologi BRH 25 Mei 2026 06:33 WIB 4
Kualitas Internet Hotel di Makkah dan Madinah Disorot

Kualitas internet di hotel-hotel mewah sekitar Makkah dan Madinah menjadi sorotan setelah laporan terbaru Ookla menemukan kesenjangan besar dalam performa jaringan. Temuan ini penting karena jutaan jemaah dari berbagai negara sangat bergantung pada koneksi internet untuk komunikasi, navigasi, dan layanan digital harian.

Dalam analisis tersebut, hanya tiga dari 16 hotel yang diteliti berhasil mencatat kecepatan unduh median di atas 100 Mbps. Swissôtel Makkah menempati posisi teratas dengan 152,17 Mbps, disusul Fairmont Hotel 148,87 Mbps, dan Swissôtel Al Maqam 124 Mbps.

Internet hotel di Makkah

Pada kelompok hotel di Makkah, kinerja jaringan masih bervariasi meski sejumlah properti menunjukkan hasil yang kuat. Pullman ZamZam Makkah masih mampu mencatat 96,80 Mbps, sementara beberapa hotel lain berada jauh di bawah angka tersebut.

Al Ghufran Safwah Hotel Makkah, Pullman Zamzam Madina, Hyatt Regency Makkah - Jabal Omar, hingga Millennium Al Aqeeq tercatat berada pada kisaran 18 Mbps hingga 38 Mbps. Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas internet belum merata di seluruh hotel premium.

Perbedaan ini menjadi perhatian karena sebagian besar tamu membutuhkan koneksi stabil untuk aktivitas penting selama berada di Tanah Suci. Akses internet yang tidak konsisten dapat menghambat koordinasi rombongan, pencarian informasi, hingga komunikasi keluarga.

Kecepatan tak selalu stabil

Ookla menegaskan bahwa persoalan utama bukan hanya soal kecepatan puncak, melainkan juga konsistensi layanan saat jam sibuk. Bahkan di hotel-hotel terbaik, 10 persen pengguna terbawah masih bisa mengalami penurunan kecepatan hingga di bawah 15 Mbps.

Kondisi tersebut berpotensi memunculkan frustrasi di kalangan tamu, terutama saat kebutuhan internet meningkat secara bersamaan. Beban jaringan yang tidak seimbang membuat pengalaman digital berbeda jauh antar pengguna di hotel yang sama.

Situasi lebih mengkhawatirkan terlihat di beberapa hotel premium lain yang justru mencatat performa rendah. Hilton Makkah Convention Hotel hanya membukukan 4,95 Mbps, sedangkan Anjum Hotel Makkah berada di angka 10,51 Mbps.

Teknologi jaringan penentu

Menurut Ookla, perbedaan performa internet sangat dipengaruhi oleh teknologi yang digunakan oleh masing-masing hotel. Jaringan berbasis Wi-Fi 6, frekuensi 5 GHz, dan dukungan fiber optik terbukti jauh lebih stabil dibanding hotel yang masih mengandalkan Wi-Fi 4 atau pita 2,4 GHz.

Teknologi yang lebih modern memungkinkan kapasitas pengguna yang lebih besar dan latensi yang lebih rendah. Hal ini menjadi faktor penting di lokasi dengan kepadatan tamu tinggi seperti Makkah dan Madinah.

Selain infrastruktur internal, kapasitas penyedia layanan internet juga ikut menentukan kualitas koneksi. Tanpa peningkatan jaringan inti, hotel akan sulit memenuhi kebutuhan digital para jemaah dalam jumlah besar.

Lonjakan data jemaah

Data musim Haji 2025 memperlihatkan bahwa konektivitas digital telah menjadi kebutuhan utama, bukan lagi pelengkap. Ookla mencatat rata-rata penggunaan data jemaah mencapai 1,26 GB per hari, atau sekitar tiga kali lipat rata-rata global.

Angka itu melonjak signifikan dibanding musim Haji 2024 yang berada di level 876 MB per pengguna per hari. Kenaikan ini menunjukkan semakin besarnya ketergantungan jemaah pada layanan berbasis internet.

Ookla menilai penyedia hotel perlu segera memperluas koneksi fiber, memprioritaskan jaringan 5 GHz, dan menambah titik akses untuk mengurangi area tanpa sinyal. Langkah tersebut dinilai krusial agar pengalaman digital para jemaah tetap nyaman dan stabil selama berada di dua kota suci.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!