Kopi Ternyata Bisa Bantu Jaga Mood, Asal Pas

Lifestyle Nadia Safira Putri 02 Juni 2026 17:44 WIB 2
Kopi Ternyata Bisa Bantu Jaga Mood, Asal Pas

Bagi banyak orang, kopi menjadi minuman andalan untuk mengawali hari karena aromanya menenangkan dan efeknya membuat tubuh terasa lebih segar. Kini, ada alasan lain untuk menikmati secangkir kopi, sebab penelitian terbaru menunjukkan minuman ini berpotensi membantu menjaga stres dan kecemasan tetap terkendali. Namun, manfaat tersebut hanya muncul jika kopi dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.

Temuan ini berasal dari studi yang dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders, dengan data kesehatan dari UK Biobank yang mencakup hampir 500 ribu orang. Hasil analisis memperlihatkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang berkaitan dengan risiko stres dan gangguan suasana hati yang lebih rendah. Meski begitu, peneliti menegaskan bahwa berlebihan justru dapat memicu efek sebaliknya.

Kopi dan kesehatan mental

Studi tersebut menemukan adanya kaitan antara konsumsi kopi dan kesehatan mental yang lebih stabil. Orang yang minum kopi dalam jumlah sedang cenderung lebih jarang mengalami stres dan gangguan suasana hati dibandingkan mereka yang tidak minum kopi sama sekali. Temuan ini membuat kopi kembali mendapat perhatian sebagai bagian dari gaya hidup yang berpotensi mendukung kesejahteraan psikologis.

Meski begitu, hasil riset ini tidak berarti kopi dapat menggantikan penanganan medis untuk gangguan mental. Para peneliti hanya menunjukkan hubungan statistik, bukan bukti bahwa kopi menjadi satu-satunya penyebab kondisi yang lebih baik. Karena itu, konsumsi kopi tetap perlu dipahami sebagai bagian dari pola hidup sehat yang lebih luas.

Selain itu, manfaat yang muncul tampaknya dipengaruhi oleh jumlah konsumsi harian. Studi tersebut menyebutkan bahwa dua cangkir kopi per hari dapat memberi manfaat optimal, dengan batas maksimal tiga cangkir. Di atas jumlah itu, risiko efek samping justru meningkat dan dapat mengganggu kenyamanan tubuh.

Takaran kopi yang ideal

Menurut penelitian, satu cangkir kopi yang dimaksud setara dengan sekitar 8 ons atau kurang lebih 240 ml. Artinya, ukuran sajian kopi di kedai modern, termasuk gelas besar yang sering dipesan, bisa saja sudah mendekati kebutuhan harian. Karena itu, penting bagi penikmat kopi untuk memperhatikan takaran, bukan hanya jumlah gelas yang diminum.

Konsumsi yang berlebihan dapat memicu peningkatan detak jantung, rasa gelisah, cemas, mudah marah, hingga gangguan tidur. Kondisi tersebut justru bisa memperburuk suasana hati dan menambah tekanan psikologis dalam aktivitas harian. Pada akhirnya, manfaat kopi akan sulit dirasakan jika tubuh menerima kafein terlalu banyak.

Ahli kesehatan umumnya menekankan keseimbangan dalam konsumsi minuman berkafein, terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein. Mereka yang memiliki riwayat gangguan lambung, sulit tidur, atau mudah cemas sebaiknya lebih berhati-hati. Dengan pengaturan yang tepat, kopi tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kenyamanan tubuh.

Decaf juga punya manfaat

Menariknya, manfaat kopi tidak sepenuhnya bergantung pada kafein. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa kopi tanpa kafein atau decaf memiliki efek yang mirip terhadap kesehatan mental. Temuan ini membuka kemungkinan bahwa ada senyawa lain dalam kopi yang ikut berperan menjaga suasana hati.

Bagi penggemar kopi yang ingin mengurangi asupan kafein, kabar ini tentu cukup melegakan. Decaf tetap dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menikmati rasa dan kebiasaan minum kopi tanpa risiko stimulasi berlebihan. Dengan begitu, manfaat psikologisnya masih berpeluang dirasakan secara lebih aman.

Hal ini menunjukkan bahwa kopi bukan hanya soal kandungan kafein, tetapi juga kombinasi komponen alami di dalamnya. Beberapa zat pada kopi diduga ikut mendukung respons tubuh yang berkaitan dengan kenyamanan mental. Karena itu, pilihan antara kopi biasa dan decaf bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang.

Usus dan otak terhubung

Penelitian lain yang dimuat dalam Nature Communications pada April lalu memberi petunjuk tambahan mengenai kemungkinan penyebab manfaat kopi. Studi tersebut menemukan perbedaan komposisi mikrobioma usus pada peminum kopi, baik yang berkafein maupun decaf, dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi. Temuan ini memperkuat dugaan adanya hubungan antara kopi, kesehatan usus, dan kondisi mental.

Para peneliti mencatat bahwa orang yang rutin minum kopi memiliki skor stres, depresi, dan impulsivitas yang lebih rendah. Fakta itu membuat hubungan antara usus dan otak semakin menarik untuk diteliti lebih jauh. Dalam dunia kesehatan, koneksi ini memang semakin sering menjadi sorotan karena dapat memengaruhi berbagai aspek kesejahteraan tubuh.

Pada akhirnya, kunci dari manfaat kopi tetap berada pada keseimbangan. Dua hingga tiga cangkir per hari dapat memberi keuntungan bagi sebagian orang, tetapi jumlah yang terlalu besar berpotensi menimbulkan masalah baru, termasuk asam lambung. Dengan porsi yang pas, kopi bisa tetap menjadi teman pagi yang nikmat tanpa mengganggu kesehatan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!