PAM Jaya Tegaskan Tak Ada Kenaikan Tarif Air

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 02 Juni 2026 18:44 WIB 2
PAM Jaya Tegaskan Tak Ada Kenaikan Tarif Air

Keluhan pelanggan PAM Jaya kembali mencuat setelah seorang pengguna di media sosial mengaku tagihan airnya melonjak tajam dari sekitar Rp30 ribu pada April 2026 menjadi Rp760 ribu pada Mei 2026. Kenaikan itu dinilai tidak wajar karena penggunaan air di rumahnya disebut tetap normal seperti biasa.

Bukti pembayaran yang diunggah menunjukkan angka meter air ikut naik dari 5 pada April 2026 menjadi 69 pada Mei 2026. Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menegaskan tidak ada kenaikan tarif sejak akhir Desember 2024, dan dugaan awal mengarah pada kebocoran internal rumah.

Keluhan Tagihan PAM Jaya

Keluhan mengenai tagihan air PAM Jaya muncul di platform Thread dan memicu perhatian warganet. Pengguna tersebut menyebut lonjakan biaya terjadi tanpa perubahan berarti dalam pemakaian harian.

Dalam unggahan yang beredar, tagihan air pada April 2026 tercatat sekitar Rp30 ribu. Sebulan kemudian, nominalnya melonjak menjadi Rp760 ribu dan dianggap tidak sebanding dengan kebiasaan penggunaan di rumah.

Data meter yang ikut ditampilkan memperlihatkan angka 5 pada April 2026. Pada Mei 2026, angka meter tercatat 69 dan menjadi salah satu dasar terjadinya pembengkakan tagihan.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah pelanggan lain di media sosial. Mereka menilai tagihan yang naik tinggi perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan keresahan.

Respons Resmi PAM Jaya

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin buka suara menanggapi polemik tersebut. Ia menegaskan tarif air PAM Jaya tidak mengalami kenaikan sejak akhir Desember 2024.

Arief menyampaikan pernyataan itu saat dikonfirmasi detikcom pada Selasa, 2 Juni 2026. Menurut dia, perubahan tagihan yang mencolok tidak otomatis berarti ada kenaikan tarif dari perusahaan.

PAM Jaya menilai ada faktor lain yang lebih mungkin menyebabkan lonjakan tagihan. Salah satu dugaan yang disampaikan adalah adanya kebocoran di dalam rumah pelanggan.

Penjelasan itu merujuk pada temuan tim PAM Jaya dalam sejumlah kasus serupa sebelumnya. Dalam beberapa pemeriksaan, kebocoran pada pelampung, pipa pecah, atau kerusakan instalasi internal kerap menjadi pemicu utama.

Dugaan Kebocoran Rumah

Arief menjelaskan bahwa kebocoran internal sering terlambat terdeteksi oleh penghuni rumah. Akibatnya, penggunaan air tetap terlihat normal, tetapi angka meter terus bergerak naik.

Menurut dia, kondisi tersebut dapat membuat tagihan membengkak tanpa disadari pelanggan. Karena itu, pemeriksaan instalasi air di rumah menjadi langkah penting saat terjadi lonjakan tagihan.

Tim PAM Jaya biasanya menemukan persoalan pada komponen sederhana yang luput diperiksa. Pelampung yang rusak atau pipa yang bocor dapat membuat air terus terpakai meski tidak sedang digunakan.

Pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan disarankan mengecek seluruh saluran air di rumah. Langkah itu dinilai dapat membantu memastikan sumber masalah sebelum mengajukan keberatan lebih lanjut.

Langkah Cek Tagihan Air

Pelanggan yang merasa tagihannya tidak wajar perlu membandingkan angka meter dari bulan ke bulan. Perbandingan itu dapat membantu mendeteksi perubahan konsumsi secara lebih akurat.

Pemeriksaan juga perlu dilakukan pada titik-titik rawan kebocoran di rumah. Area seperti toilet, tandon, pelampung, dan sambungan pipa harus menjadi perhatian utama.

Jika ditemukan indikasi kerusakan, perbaikan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin. Tindakan cepat dapat menekan pemborosan air dan mencegah lonjakan tagihan pada periode berikutnya.

Kasus ini juga menunjukkan pentingnya komunikasi yang jelas antara pelanggan dan penyedia layanan. Transparansi informasi dinilai krusial agar keluhan serupa tidak berkembang menjadi keresahan yang lebih luas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!