Ferry Maryadi Rayakan Idul Adha Bersama Keluarga

Lifestyle Anindya Kirana Putri 02 Juni 2026 20:03 WIB 2
Ferry Maryadi Rayakan Idul Adha Bersama Keluarga

Ferry Maryadi merayakan Idul Adha bersama keluarga dengan suasana sederhana namun penuh makna, pada Jumat, 29 Mei 2026, di Jakarta Selatan. Ia melaksanakan salat Id bersama keluarga, lalu menyembelih hewan kurban sebagai bagian dari perayaan hari besar umat Islam. Momen itu juga menjadi istimewa karena putra bungsunya, Abay, mulai belajar memahami makna kurban. Ferry menyebut, proses tersebut dijalani seperti keluarga pada umumnya.

Di Studio Arisan Trans 7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Ferry menjelaskan bahwa keluarganya tetap merayakan Idul Adha dengan cara yang biasa dilakukan masyarakat. Ia menekankan bahwa pagi hari dimulai dengan salat Id bersama, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban. Menurutnya, perayaan itu menjadi ajang kebersamaan keluarga sekaligus pembelajaran bagi anak-anak. Ia pun bersyukur seluruh proses berjalan lancar dan penuh rasa syukur.

Kurban Keluarga Ferry Maryadi

Ferry Maryadi mengatakan keluarganya kembali mendapat rezeki untuk berkurban pada tahun ini. Ia menyebut, selain kambing yang dibeli Abay, keluarga juga berkurban sapi. Bagi Ferry, momen tersebut menjadi bentuk syukur atas rezeki yang diterima. Ia menilai Idul Adha selalu memberi kesempatan untuk berbagi dan memperkuat kebersamaan keluarga.

Menurut Ferry, perayaan kurban dilakukan dengan suasana yang sederhana di lingkungan keluarga. Ia dan Deswita Maharani mendampingi anak-anak agar memahami bahwa kurban bukan sekadar tradisi tahunan. Ferry menilai nilai kebersamaan jauh lebih penting daripada kemewahan perayaan. Karena itu, setiap proses dijalani dengan tenang dan penuh rasa syukur.

Ia juga mengaku senang karena keluarganya bisa kembali menjalankan ibadah kurban secara lengkap. Bagi Ferry, kebersamaan dalam momen seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun nilai keluarga. Ia ingin anak-anak melihat bahwa kurban mengajarkan kepedulian terhadap sesama. Dengan begitu, perayaan Idul Adha tidak berhenti pada ritual, tetapi juga menjadi pelajaran hidup.

Abay Belajar Dari Tabungan

Putra bungsu Ferry, Abay, mulai belajar membeli hewan kurban dengan uang miliknya sendiri. Ferry menjelaskan bahwa kambing tersebut dibeli dari tabungan yang berasal dari uang Lebaran dan uang khitan. Ia menilai langkah itu penting agar sang anak memahami proses berkurban sejak dini. Menurutnya, pengalaman tersebut akan menjadi pelajaran berharga bagi Abay.

Ferry mengatakan dirinya sengaja mengarahkan Abay untuk membeli kambing terlebih dahulu sebagai tahap awal. Ia ingin sang anak belajar bahwa berkurban membutuhkan niat, usaha, dan tanggung jawab. Dengan cara itu, Abay tidak hanya mengetahui makna kurban dari penjelasan lisan. Ia juga bisa merasakan proses menabung dan menggunakan uang sendiri untuk tujuan kebaikan.

Meski masih berusia 11 tahun, Abay disebut mulai menunjukkan rasa ingin tahu yang besar. Ferry menyebut anaknya masih banyak bertanya soal konsep kurban, termasuk alasan pembagian hewan kurban. Pertanyaan itu, menurutnya, wajar muncul dari seorang anak yang sedang belajar. Karena itu, ia berusaha menjelaskan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami.

Pertanyaan Abay Soal Kurban

Ferry mengakui Abay belum sepenuhnya memahami makna kurban secara utuh. Sang anak masih bertanya mengapa hewan kurban harus dibagikan dan mengapa ia belum boleh ikut menyembelih. Ferry menilai pertanyaan itu sebagai bagian dari proses belajar anak. Ia tidak memandangnya sebagai hambatan, melainkan tanda bahwa Abay mulai berpikir kritis.

Menurut Ferry, anak seusia Abay memang masih berada pada tahap mengenal nilai-nilai agama. Karena itu, penjelasan yang diberikan harus bertahap dan mudah dicerna. Ia memilih untuk menjawab pertanyaan anaknya dengan sabar dan terbuka. Dengan begitu, Abay dapat memahami makna kurban secara perlahan.

Ferry berharap pengalaman pertama membeli hewan kurban bisa meninggalkan kesan mendalam bagi Abay. Ia menilai pendidikan nilai keagamaan akan lebih efektif jika disertai praktik langsung. Dalam hal ini, membeli kambing dari hasil tabungan menjadi contoh nyata yang mudah dipahami anak. Pengalaman tersebut sekaligus melatih kemandirian sejak usia dini.

Syukur Dalam Kebersamaan

Bagi Ferry, Idul Adha tahun ini menjadi momentum untuk mensyukuri rezeki dan kebersamaan keluarga. Ia merasakan kebahagiaan karena bisa menjalankan salat Id, berkurban, dan berbagi bersama orang terdekat. Suasana sederhana itu justru dianggap paling bermakna. Ferry menegaskan bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari kemeriahan acara.

Ia dan Deswita berupaya menghadirkan suasana hangat agar anak-anak memahami arti berbagi. Menurut Ferry, nilai yang paling penting dalam Idul Adha adalah kepedulian kepada sesama. Karena itu, kurban dipandang sebagai sarana pendidikan keluarga sekaligus ibadah. Ia berharap tradisi ini dapat terus dijaga dari tahun ke tahun.

Dengan adanya pengalaman Abay membeli kambing sendiri, keluarga Ferry memperoleh pelajaran baru tentang tanggung jawab dan keikhlasan. Ferry menilai momen itu akan menjadi kenangan penting bagi putranya. Ia pun bersyukur karena keluarga mereka masih diberi kesempatan untuk berkurban. Dalam pandangannya, Idul Adha selalu menghadirkan makna yang lebih dalam dari sekadar perayaan tahunan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!