Komdigi Nilai AI Jadi Pendorong Utama Adopsi 5G

Teknologi Moh. Royhan Nahado 24 Mei 2026 12:40 WIB 7
Komdigi Nilai AI Jadi Pendorong Utama Adopsi 5G

Kementerian Komunikasi dan Digital menilai kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence akan menjadi pendorong utama adopsi jaringan 5G di Indonesia. Saat ini, cakupan 5G nasional masih terbatas sejak mulai hadir pada pertengahan 2021. Pemerintah mencatat penetrasi jaringan generasi kelima itu baru mencapai 4,44 persen. Target cakupan pada 2029 dalam Rencana Strategis Komdigi ditetapkan meningkat menjadi 7 persen.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, mengatakan AI berpotensi menjadi killer content yang mempercepat pemanfaatan 5G di berbagai sektor. Pernyataan itu disampaikan dalam IndoTelko Forum di Jakarta, Rabu, 29 Mei 2026. Menurut dia, Indonesia kini memasuki fase baru transformasi digital yang menuntut konektivitas dan kecerdasan data berjalan beriringan. Dalam konteks itu, 5G dinilai tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi fondasi bagi layanan digital yang lebih canggih.

AI Dorong Adopsi 5G

Wayan menjelaskan bahwa AI dapat memainkan peran seperti momentum besar yang dulu mendorong migrasi ke televisi digital. Ia menilai, di era penyiaran, sebuah konten unggulan mampu mempercepat perubahan perilaku masyarakat. Kini, pola serupa berpotensi terjadi pada layanan 5G melalui pemanfaatan AI. Dengan demikian, teknologi tersebut tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga penggerak utama permintaan jaringan berkecepatan tinggi.

Menurut Wayan, 5G menyediakan konektivitas berkecepatan tinggi dengan latensi rendah, sedangkan AI mengolah data menjadi wawasan yang bernilai. Kombinasi keduanya diyakini akan melahirkan banyak model bisnis baru. Kondisi itu juga membuka ruang inovasi bagi pelaku industri yang ingin mengembangkan layanan berbasis data. Karena itu, sinergi 5G dan AI dipandang sebagai kebutuhan strategis, bukan sekadar tren teknologi.

Komdigi menilai pendekatan tersebut penting agar investasi jaringan memiliki dampak nyata bagi pengguna. Pemerintah ingin memastikan adopsi 5G tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur semata. Pemanfaatannya harus mampu menjawab kebutuhan industri dan masyarakat secara langsung. Dengan begitu, teknologi yang dibangun dapat menghasilkan nilai tambah yang lebih luas.

Ekosistem Digital Yang Cerdas

Wayan menegaskan bahwa Indonesia tengah bergerak dari era konektivitas menuju ekosistem digital yang lebih cerdas dan berbasis data. Perubahan ini menuntut kesiapan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, industri, hingga penyedia layanan. Jaringan 5G menjadi tulang punggung bagi ekosistem tersebut karena mampu mendukung komunikasi data yang cepat dan stabil. Sementara itu, AI berperan sebagai mesin analitik yang mengubah data menjadi keputusan yang lebih akurat.

Dalam pandangan Komdigi, ekosistem digital yang kuat membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai. Karena itu, pembangunan jaringan, pusat data, dan kesiapan talenta digital menjadi agenda penting. Tanpa dukungan tersebut, pemanfaatan teknologi canggih akan sulit berkembang secara optimal. Pemerintah menilai seluruh komponen itu harus tumbuh seiring agar transformasi digital berjalan efektif.

Wayan juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi yang inklusif dan aman. Menurut dia, teknologi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas, bukan hanya kelompok tertentu. Prinsip tersebut menjadi dasar dalam merancang ekosistem digital yang berkelanjutan. Dengan pendekatan itu, adopsi 5G dan AI diharapkan lebih mudah diterima dan memberikan dampak sosial yang lebih besar.

Peluang Industri Baru

Kombinasi 5G dan AI dinilai membuka peluang besar bagi berbagai sektor ekonomi digital. Di industri manufaktur, teknologi ini dapat mendukung penerapan Industry 4.0 yang lebih efisien dan terukur. Di sektor kesehatan, konektivitas cepat dan analitik cerdas dapat memperkuat layanan kesehatan digital. Adapun pada pengembangan kota, integrasi keduanya dapat mendukung konsep smart city yang lebih responsif.

Wayan menyebut bahwa pemanfaatan tersebut akan menciptakan banyak model bisnis baru. Perusahaan dapat memanfaatkan jaringan yang lebih cepat untuk menjalankan layanan yang sebelumnya sulit dilakukan. AI kemudian membantu memproses data operasional agar keputusan bisnis menjadi lebih presisi. Situasi ini memperlihatkan bahwa 5G dan AI tidak hanya relevan bagi sektor telekomunikasi, tetapi juga bagi ekonomi secara keseluruhan.

Komdigi melihat peluang tersebut sebagai alasan kuat untuk mempercepat adopsi teknologi baru di dalam negeri. Ketika sektor industri memiliki kebutuhan nyata, pemanfaatan jaringan 5G akan berkembang lebih cepat. Hal itu sekaligus dapat memicu permintaan terhadap layanan digital yang lebih inovatif. Dalam jangka panjang, manfaatnya diharapkan terasa pada efisiensi produksi, kualitas layanan, dan daya saing nasional.

Regulasi Dan Pemerataan Jaringan

Selain infrastruktur, Komdigi menyoroti pentingnya regulasi yang adaptif untuk mendukung perkembangan 5G dan AI. Wayan menegaskan bahwa aturan harus berfungsi sebagai pendorong atau enabler, bukan penghambat. Pendekatan tersebut diperlukan agar inovasi tetap tumbuh sejalan dengan perlindungan kepentingan publik. Dengan regulasi yang tepat, industri diharapkan lebih leluasa mengembangkan layanan berbasis teknologi baru.

Komdigi juga tengah membuka proses lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Kedua pita frekuensi itu diproyeksikan mampu memperkuat pemerataan akses internet 4G hingga 5G. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan layanan digital ke lebih banyak wilayah. Pemerataan frekuensi menjadi salah satu syarat agar manfaat teknologi tidak terpusat di kota besar saja.

Di sisi lain, pemerintah ingin memastikan percepatan jaringan berjalan seiring dengan kesiapan ekosistem pendukung. Tantangan berikutnya bukan hanya menyediakan spektrum, tetapi juga memastikan pemanfaatannya efektif. Jika seluruh unsur bergerak bersama, 5G dapat menjadi fondasi bagi layanan digital yang lebih cerdas. Pada saat yang sama, AI berpeluang menjadi pemicu utama yang membuat jaringan tersebut benar-benar digunakan secara luas.

Tag Terkait
#AI#5G#Komdigi

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!