Komdigi Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Bersamaan

Teknologi Moh. Royhan Nahado 26 Mei 2026 12:52 WIB 2
Komdigi Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Bersamaan

Kementerian Komunikasi dan Digital memulai tahapan awal lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz pada Rabu, 29 April 2026. Proses diawali dengan pengambilan akun dan dokumen seleksi oleh peserta, sebagai bagian dari jadwal resmi yang telah diumumkan pemerintah.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menyampaikan bahwa kedua pita akan dilelang secara bersamaan. Ia menegaskan, mekanisme yang digunakan masih mengacu pada skema beauty contest, dengan penilaian peserta berdasarkan sejumlah kriteria.

Lelang frekuensi dimulai serentak

Pengambilan akun dan dokumen seleksi menjadi penanda awal proses lelang frekuensi. Tahapan ini dilakukan sesuai pengumuman pemerintah yang telah disampaikan sebelumnya kepada industri.

Wayan menjelaskan bahwa pelaksanaan lelang 700 MHz dan 2,6 GHz dibarengkan agar proses berjalan lebih terstruktur. Menurut dia, penyelenggaraan serentak ini tetap mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan.

Ia mengatakan, tidak ada perbedaan perlakuan pada tahap awal bagi para peserta. Seluruh calon peserta wajib mengikuti prosedur yang sama sesuai ketentuan seleksi.

Dengan dimulainya tahapan awal, operator seluler kini menunggu proses berikutnya hingga pengumuman pemenang. Pemerintah menargetkan hasil lelang dapat diketahui setelah seluruh penilaian rampung.

Skema beauty contest digunakan

Komdigi masih memakai skema beauty contest dalam menentukan pemenang lelang frekuensi. Dalam mekanisme ini, pemerintah menilai peserta berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dalam dokumen seleksi.

Wayan menegaskan, pemenang akan ditentukan dari peringkat tertinggi hasil evaluasi. Setiap pita frekuensi berpotensi dimenangkan oleh satu operator seluler.

Meski demikian, peluang satu operator mengambil lebih dari satu blok spektrum tetap terbuka. Ketentuan tersebut bergantung pada hasil penilaian dan kebutuhan spektrum yang diajukan peserta.

Pemerintah menyebut skema ini sebagai cara untuk memastikan alokasi frekuensi diberikan kepada pihak yang paling siap. Pendekatan tersebut juga diharapkan menjaga transparansi dalam proses seleksi.

700 MHz dan 2,6 GHz

Frekuensi 700 MHz akan difokuskan untuk memperluas jangkauan layanan atau coverage. Spektrum ini dinilai penting untuk menghadirkan sinyal yang lebih merata di berbagai wilayah.

Sementara itu, frekuensi 2,6 GHz diproyeksikan memperkuat kapasitas jaringan. Pita ini dianggap relevan untuk mendukung pengembangan layanan 5G.

Wayan menjelaskan, kedua pita tersebut sebenarnya sama-sama bisa menopang layanan 5G. Namun, fungsi utamanya berbeda sesuai karakteristik teknis masing-masing frekuensi.

Dengan kombinasi 700 MHz dan 2,6 GHz, operator seluler diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan. Pemerintah menilai pemanfaatan spektrum ini akan membantu perluasan jaringan sekaligus menambah kapasitas trafik data.

Jadwal dan ketentuan lelang

Hasil lelang frekuensi diperkirakan diumumkan pada akhir Juli 2026. Wayan mengatakan, jadwal tersebut masih bersifat perkiraan karena sangat bergantung pada kelancaran proses seleksi.

Ia menyebut, apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pengumuman dapat dilakukan di periode tersebut. Namun, pemerintah tetap membuka kemungkinan adanya penyesuaian jadwal jika diperlukan.

Komdigi juga belum memberikan perlakuan khusus terhadap industri telekomunikasi dalam skema lelang ini. Seluruh ketentuan, termasuk mekanisme pembayaran dan harga dasar, tercantum dalam dokumen seleksi.

Menurut Wayan, peserta diminta memahami seluruh aturan sebelum mengikuti proses lelang. Dengan begitu, setiap operator dapat menyiapkan strategi secara tepat sesuai ketentuan yang berlaku.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!