Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi memulai proses lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz pada Rabu, 29 April 2026. Tahap awal ditandai dengan pengambilan akun dan dokumen seleksi oleh peserta sesuai jadwal yang telah diumumkan pemerintah. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menyebut kedua pita dilelang secara bersamaan. Proses ini ditujukan untuk memilih pemenang bagi masing-masing spektrum melalui mekanisme yang sudah ditetapkan.
Wayan menjelaskan, lelang dilakukan menggunakan skema beauty contest yang menilai peserta berdasarkan sejumlah kriteria. Pemerintah menargetkan hasil seleksi dapat diumumkan pada akhir Juli 2026, bergantung pada kelancaran proses administrasi dan penilaian. Frekuensi 700 MHz diproyeksikan untuk memperluas jangkauan layanan, sedangkan 2,6 GHz diperuntukkan memperkuat kapasitas jaringan. Keduanya juga dipandang penting untuk mendukung pengembangan layanan 5G di Indonesia.
Lelang Frekuensi Dimulai
Tahap awal lelang frekuensi dimulai dengan pengambilan akun dan dokumen seleksi oleh peserta. Kegiatan ini menjadi gerbang awal sebelum proses penilaian masuk ke tahap berikutnya. Komdigi menegaskan bahwa jadwal telah disampaikan secara terbuka kepada publik. Dengan demikian, peserta memiliki kepastian waktu untuk mengikuti seluruh rangkaian seleksi.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan Toni Supriyanto, menyampaikan bahwa pelelangan dua pita dilakukan secara bersamaan. Menurut dia, langkah itu sudah sesuai dengan pengumuman pemerintah sebelumnya. Mekanisme yang digunakan tetap mengacu pada aturan yang berlaku. Karena itu, proses seleksi diharapkan berjalan tertib dan transparan.
Pemerintah menilai kedua pita frekuensi ini memiliki peran strategis bagi industri telekomunikasi nasional. Frekuensi 700 MHz dibutuhkan untuk memperluas cakupan layanan hingga ke wilayah yang lebih luas. Sementara itu, 2,6 GHz dibutuhkan untuk menguatkan kapasitas jaringan di area dengan trafik tinggi. Kombinasi keduanya dinilai relevan untuk kebutuhan jaringan modern.
Skema Beauty Contest Berlaku
Komdigi menggunakan skema beauty contest dalam penentuan pemenang lelang frekuensi. Dalam mekanisme ini, peserta akan dinilai berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditetapkan pemerintah. Penilaian tersebut menjadi dasar untuk menentukan pihak dengan peringkat tertinggi. Dengan cara ini, seleksi diharapkan menghasilkan operator yang paling siap mengelola spektrum.
Wayan menjelaskan bahwa setiap pita frekuensi berpotensi dimenangkan oleh satu operator seluler. Namun, ia tidak menutup kemungkinan satu operator memperoleh lebih dari satu blok spektrum. Ketentuan itu mengikuti hasil evaluasi akhir terhadap para peserta. Pemerintah menilai skema tersebut memberi ruang bagi persaingan yang sehat.
Seluruh ketentuan teknis, termasuk penilaian peserta, tercantum dalam dokumen seleksi. Komdigi belum memberikan perlakuan khusus meski industri telekomunikasi tengah menghadapi tantangan investasi. Skema pembayaran dan harga dasar juga mengikuti aturan yang sudah disusun. Dengan demikian, peserta diminta memahami seluruh isi dokumen secara cermat.
Fokus 700 MHz dan 2,6 GHz
Frekuensi 700 MHz diarahkan untuk memperluas coverage layanan telekomunikasi. Pita ini dinilai cocok untuk menjangkau area yang lebih luas dengan kebutuhan infrastruktur yang efisien. Operator seluler dapat memanfaatkannya untuk memperkuat kualitas layanan di wilayah terpencil maupun padat penduduk. Dari sisi kebijakan, frekuensi ini menjadi salah satu aset penting untuk pemerataan konektivitas.
Sementara itu, frekuensi 2,6 GHz difokuskan untuk menambah kapasitas jaringan. Pita tersebut dinilai lebih sesuai untuk mendukung trafik data yang terus meningkat, terutama di kawasan urban. Kebutuhan layanan digital yang tinggi membuat kapasitas jaringan menjadi faktor krusial. Karena itu, frekuensi ini diposisikan sebagai penopang utama pengembangan 5G.
Wayan menegaskan bahwa kedua frekuensi tersebut tetap dapat mendukung layanan 5G. Meski memiliki fungsi yang berbeda, keduanya saling melengkapi dalam penguatan jaringan nasional. Penggunaan spektrum yang tepat diyakini dapat meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat. Pemerintah berharap hasil lelang mampu mempercepat transformasi digital di sektor telekomunikasi.
Target Hasil Akhir Juli
Komdigi memperkirakan hasil lelang frekuensi akan diumumkan pada akhir Juli 2026. Jadwal itu masih bergantung pada lancarnya seluruh tahapan seleksi dan evaluasi peserta. Pemerintah ingin memastikan proses berlangsung sesuai prosedur sebelum pengumuman final dilakukan. Karena itu, waktu penetapan pemenang masih bersifat perkiraan.
Wayan menyebut, kecepatan proses sangat bergantung pada kelengkapan dokumen dan tahapan administrasi. Jika seluruh peserta memenuhi persyaratan, proses penilaian dapat berjalan lebih efisien. Namun, pemerintah tetap mengutamakan kehati-hatian dalam menentukan pemenang. Prinsip ini diterapkan untuk menjaga kualitas hasil seleksi.
Skema pembayaran juga akan mengikuti aturan yang tercantum dalam dokumen seleksi. Komdigi belum membuka ruang kebijakan khusus terkait beban investasi industri. Sikap tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin menjaga kepastian regulasi. Pada saat yang sama, operator diharapkan menyiapkan strategi yang sesuai untuk mengikuti lelang frekuensi ini.
