Komdigi Dorong Pemerataan Data Center ke Indonesia Timur

Teknologi BRH 24 Mei 2026 11:35 WIB 6
Komdigi Dorong Pemerataan Data Center ke Indonesia Timur

Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong pemerataan pembangunan pusat data nasional, dengan arah pengembangan yang tidak lagi terpusat di wilayah barat Indonesia. Langkah ini disiapkan untuk memperluas ekosistem digital, sekaligus menjawab kebutuhan komputasi yang terus meningkat di era kecerdasan buatan.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menyampaikan bahwa pemerintah sedang menyiapkan master plan dan roadmap data center. Ia menegaskan, penguatan infrastruktur di Indonesia timur menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang tersebut.

Data center dan pemerataan

Wayan menilai, distribusi data center yang selama ini terkonsentrasi di kawasan barat perlu segera diimbangi dengan pembangunan di wilayah timur. Menurut dia, pemerataan lokasi akan membantu menciptakan layanan digital yang lebih efisien dan inklusif.

Ia mengatakan, data center kini tidak lagi dipandang sebagai tempat penyimpanan data semata. Fasilitas ini telah menjadi bagian dari aset strategis digital yang menopang ekonomi berbasis teknologi.

Kebutuhan komputasi besar, penyimpanan data masif, serta integrasi cloud dan edge computing diperkirakan terus meningkat. Kondisi itu membuat Indonesia memerlukan pusat data yang lebih dekat dengan sumber kebutuhan dan pertumbuhan pengguna.

Data center butuh infrastruktur

Komdigi menekankan bahwa pengembangan data center di Indonesia timur harus ditopang kesiapan infrastruktur dasar. Beberapa syarat utama yang menjadi perhatian pemerintah adalah jaringan fiber optik dan akses ke sistem kabel laut yang terhubung ke jaringan global.

Wayan menyebut lokasi pembangunan tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan ketersediaan lahan. Pemerintah harus memastikan daerah tersebut memiliki dukungan konektivitas yang memadai agar pusat data dapat beroperasi optimal.

Selain itu, keberadaan cable landing station dinilai penting untuk memperkuat koneksi internasional. Infrastruktur semacam ini akan menentukan daya saing pusat data di kawasan timur dalam jangka panjang.

Koordinasi lintas lembaga

Pemerintah juga menyiapkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat pembangunan data center. Proses ini diperlukan karena proyek pusat data melibatkan banyak aspek perizinan dan teknis.

Wayan menjelaskan, kebutuhan listrik dari PLN, pengelolaan air, izin lingkungan, hingga izin bangunan harus diselaraskan sejak awal. Menurut dia, seluruh tahapan itu harus dirapikan agar implementasi proyek berjalan lebih lancar.

Dengan koordinasi yang baik, pemerintah berharap hambatan birokrasi dapat ditekan. Langkah ini juga diharapkan memberi kepastian bagi investor yang ingin masuk ke sektor infrastruktur digital.

Investasi hijau digital

Komdigi membuka peluang investasi seluas-luasnya dalam pengembangan data center di Indonesia. Namun, pemerintah tetap menekankan efisiensi, keberlanjutan, dan pemanfaatan energi yang lebih bertanggung jawab.

Salah satu arah pengembangan yang didorong adalah konsep green data center. Pendekatan ini dianggap penting untuk mendukung pertumbuhan industri digital tanpa mengabaikan aspek lingkungan.

Melalui pemerataan pembangunan dan pembenahan ekosistem pendukung, pemerintah berharap kesenjangan infrastruktur antarwilayah dapat berkurang. Indonesia timur pun diharapkan ikut menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!