Komdigi Dorong Pemerataan Data Center hingga Indonesia Timur

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 24 Mei 2026 00:03 WIB 5
Komdigi Dorong Pemerataan Data Center hingga Indonesia Timur

Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi akan mendorong pemerataan pembangunan pusat data nasional hingga ke wilayah Indonesia timur. Langkah ini disiapkan untuk mengurangi ketimpangan distribusi data center yang selama ini masih terkonsentrasi di kawasan barat Indonesia.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menyampaikan rencana tersebut dalam IndoTelko Forum di Jakarta, Rabu, 29 April 2026. Menurut dia, pemerintah tengah menyusun master plan dan roadmap data center sebagai dasar pengembangan yang lebih merata, terarah, dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Pemerataan Data Center Nasional

Komdigi menilai distribusi data center yang masih menumpuk di wilayah barat perlu segera dibenahi. Pemerataan pembangunan dinilai penting agar seluruh daerah memiliki akses yang lebih seimbang terhadap infrastruktur digital strategis.

Wayan menegaskan bahwa pengembangan pusat data tidak lagi bisa dipandang sebatas fasilitas penyimpanan. Data center kini telah menjadi tulang punggung ekonomi digital dan fondasi utama bagi berbagai layanan berbasis data.

Kebutuhan komputasi besar, penyimpanan data masif, serta integrasi cloud dan edge computing diperkirakan terus meningkat. Kondisi itu membuat pemerintah perlu menyiapkan arah pembangunan yang mampu mengantisipasi lonjakan kebutuhan teknologi di masa depan.

Infrastruktur Timur Jadi Fokus

Dalam mendorong pembangunan di Indonesia timur, Komdigi akan menilai kesiapan infrastruktur pendukung secara menyeluruh. Jaringan fiber optik dan keberadaan cable landing station menjadi faktor penting dalam menentukan kelayakan lokasi.

Wayan menjelaskan bahwa pusat data membutuhkan konektivitas yang kuat agar mampu terhubung dengan jaringan global. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, efisiensi operasional data center akan sulit dicapai.

Pemerintah ingin memastikan wilayah timur tidak tertinggal dalam arus pembangunan digital nasional. Karena itu, penempatan data center akan disesuaikan dengan kesiapan teknis dan kebutuhan konektivitas di daerah.

Koordinasi Perizinan Dipacu

Selain persoalan infrastruktur, Komdigi juga memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Langkah ini diperlukan karena pembangunan data center melibatkan banyak aspek perizinan yang saling berkaitan.

Wayan menyebutkan bahwa kebutuhan listrik dari PLN, pasokan air, izin lingkungan, hingga izin bangunan harus ditangani secara terpadu. Tanpa koordinasi yang rapi, proses pembangunan berisiko berjalan lambat dan tidak efisien.

Untuk itu, pemerintah sedang merapikan seluruh alur perizinan agar proses investasi lebih pasti. Skema yang lebih sederhana diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan pusat data di berbagai wilayah.

Investasi Hijau Diperluas

Komdigi juga membuka peluang investasi seluas-luasnya dalam pengembangan data center nasional. Namun, pemerintah tetap menekankan pentingnya efisiensi serta keberlanjutan dalam setiap proyek yang dijalankan.

Salah satu pendekatan yang didorong adalah pengembangan green data center. Konsep ini dinilai relevan untuk menjawab kebutuhan teknologi yang terus tumbuh tanpa mengabaikan efisiensi energi dan dampak lingkungan.

Dengan pemerataan lokasi dan dukungan investasi yang lebih luas, pemerintah berharap pusat data dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi digital. Di saat yang sama, langkah ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan infrastruktur antarwilayah, terutama antara barat dan timur Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!