Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Teknologi BRH 24 Mei 2026 01:50 WIB 6
Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi membuka lelang pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk memperkuat layanan internet seluler di Indonesia. Langkah ini diproyeksikan mampu memperluas jangkauan sinyal, meningkatkan kapasitas jaringan, dan menghadirkan koneksi yang lebih stabil bagi masyarakat di berbagai wilayah.

Frekuensi radio menjadi jalur utama yang digunakan operator seluler untuk mengirimkan sinyal internet dan komunikasi ke perangkat pengguna. Dengan pengelolaan spektrum yang lebih optimal, pemerintah berharap kualitas layanan digital dapat meningkat, baik di daerah perkotaan maupun wilayah yang selama ini masih terkendala akses.

Frekuensi Internet Seluler

Komdigi menilai pemanfaatan frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz menjadi kebutuhan penting dalam memperkuat infrastruktur digital nasional. Kedua pita ini memiliki karakteristik berbeda, namun saling melengkapi untuk menjawab tantangan pemerataan akses dan peningkatan kualitas jaringan.

Pita 700 MHz dikenal memiliki jangkauan yang lebih luas dan daya tembus yang lebih baik ke dalam gedung maupun wilayah dengan kondisi geografis sulit. Karakter tersebut menjadikannya penting untuk menjangkau daerah pedesaan, kawasan 3T, serta wilayah yang masih mengalami blank spot.

Sementara itu, pita 2,6 GHz memiliki kapasitas yang lebih besar untuk menampung trafik data tinggi di wilayah dengan kepadatan pengguna yang besar. Frekuensi ini dinilai cocok untuk area perkotaan, kawasan bisnis, pusat perbelanjaan, kampus, dan lingkungan industri.

Rincian Spektrum Yang Dibuka

Dalam lelang 700 MHz, Komdigi membuka pemanfaatan pada rentang 703-738 MHz untuk uplink yang berpasangan dengan 758-793 MHz untuk downlink. Total lebar pita yang tersedia mencapai 70 MHz, dan ditujukan untuk mendukung perluasan layanan seluler nasional.

Adapun pada pita 2,6 GHz, pemerintah membuka spektrum di rentang 2500-2690 MHz dengan total lebar pita 190 MHz. Spektrum ini diposisikan sebagai penguat kapasitas jaringan, terutama untuk mendukung lonjakan trafik data di wilayah padat penduduk.

Kombinasi dua frekuensi tersebut dipandang sebagai strategi penting dalam pengembangan jaringan 4G dan 5G di Indonesia. Frekuensi 700 MHz diharapkan membantu pemerataan akses, sedangkan 2,6 GHz mendorong peningkatan kapasitas dan kecepatan layanan.

Dorongan Untuk Jaringan 4G

Pemerintah menilai penguatan jaringan 4G dan 5G perlu dilakukan secara bersamaan agar transformasi digital dapat berjalan merata. Dengan dukungan spektrum yang lebih sesuai, operator diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih andal bagi pengguna di berbagai segmen.

Pita 700 MHz dinilai relevan untuk memperluas akses internet hingga ke desa dan kelurahan yang masih kurang terlayani. Di sisi lain, pita 2,6 GHz dibutuhkan untuk menjaga performa jaringan di lokasi dengan kebutuhan data tinggi, seperti pusat kota dan area komersial.

Model penggunaan spektrum yang saling melengkapi ini juga diharapkan dapat mengurangi kesenjangan kualitas internet antarwilayah. Pemerintah menargetkan masyarakat bisa merasakan manfaat jaringan yang lebih cepat, stabil, dan merata dalam aktivitas harian.

Kewajiban Pemenang Seleksi

Komdigi tidak hanya mengatur alokasi frekuensi, tetapi juga menetapkan kewajiban yang harus dipenuhi pemenang seleksi. Operator terpilih wajib menghadirkan layanan 4G/LTE di desa dan kelurahan yang telah ditentukan pemerintah.

Selain itu, pemenang seleksi juga diminta mulai mengimplementasikan teknologi 5G di sejumlah kota dan kabupaten sesuai ketetapan pemerintah. Kewajiban tersebut menunjukkan bahwa pelepasan spektrum tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada pemerataan layanan digital.

Dari sisi finansial, operator diwajibkan memenuhi biaya izin awal, biaya tahunan penggunaan spektrum, serta jaminan pembayaran hingga masa izin berakhir. Ketentuan ini diharapkan memastikan pemanfaatan frekuensi berjalan tertib, akuntabel, dan memberi manfaat maksimal bagi publik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!