Kisah UliMus, Usaha Bawang Goreng yang Tumbuh dari Rumah

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 23 Mei 2026 01:55 WIB 5
Kisah UliMus, Usaha Bawang Goreng yang Tumbuh dari Rumah

Peluang usaha kerap lahir dari kebutuhan sederhana di rumah, dan hal itu dialami Romauli Sri Astuti Sitoris, 40 tahun, saat merintis UliMus pada 2022. Berawal dari anaknya yang tidak menyukai bawang goreng, ia mengolah bahan tersebut menjadi camilan crispy yang bisa dinikmati keluarga dan teman-temannya.

Ide itu kemudian berkembang menjadi usaha rumahan yang ikut menopang ekonomi keluarga, terlebih saat usaha suaminya terdampak pandemi. Kini, bawang goreng crispy UliMus tidak hanya menjadi pelengkap makanan, tetapi juga produk UMKM yang memiliki legalitas usaha dan pasar yang terus bertumbuh.

Awal Usaha Bawang Goreng

Romauli, yang akrab disapa Uli, mulai bereksperimen dengan bawang goreng sejak awal 2020. Saat itu, ia ingin membuat anaknya terbiasa mengonsumsi bawang goreng dengan cara yang lebih menarik dan berbeda.

Ia kemudian mengolah bawang goreng menjadi camilan crispy dengan rasa barbeque dan balado. Produk itu awalnya hanya dibawa saat berkunjung ke pesantren tempat anaknya menempuh pendidikan di Parung.

Respons yang diterima di luar dugaan, karena teman-teman sang anak ikut menyukai produk tersebut. Dari situ, Uli melihat peluang bahwa bawang goreng buatan rumah bisa menjadi produk yang diminati pasar.

Modal Kecil Jadi Langkah Awal

Setelah melihat antusiasme konsumen, Uli mulai serius menjalankan usaha bawang goreng di rumah. Keputusan itu mendapat dukungan penuh dari suaminya, terutama ketika kondisi ekonomi keluarga ikut tertekan.

Usaha sang suami terdampak pandemi pada 2020, sehingga keluarga membutuhkan sumber penghasilan tambahan. Dalam situasi tersebut, penjualan bawang goreng menjadi pilihan yang dianggap paling realistis untuk dijalankan.

Modal awal usaha ini bahkan kurang dari Rp500 ribu. Meski terbatas, Uli tetap konsisten memproduksi, menjual, dan menjaga kualitas rasa agar pelanggan kembali membeli.

Menjual Lewat Kedekatan

Saluran pemasaran pertama UliMus berangkat dari kedekatan pribadi dengan lingkungan pesantren. Setiap kali berkunjung, ia membawa stok produk untuk dititipkan kepada anaknya agar bisa dijual di sana.

Cara tersebut terbukti efektif karena produk cepat dikenal oleh orang-orang di sekitar anaknya. Dari penjualan kecil itu, Uli mulai mendapatkan pemasukan rutin setiap bulan.

Ia mengaku selalu membawa banyak stok saat jadwal kunjungan tiba. Bagi Uli, momen itu bukan hanya kesempatan bertemu anak, tetapi juga ruang untuk memperoleh cuan dari usaha rumahan yang ia tekuni.

UliMus dan Legalitas Usaha

Seiring waktu, usaha ini berkembang dari produksi skala kecil menjadi bisnis yang lebih terstruktur. Pada 2022, UliMus resmi memiliki legalitas usaha dan menjadi identitas yang digunakan sampai sekarang.

Nama UliMus diambil dari nama Uli dan suaminya, Mustofa. Pemilihan nama itu menjadi simbol kerja sama keluarga dalam membangun usaha dari nol.

Keunikan UliMus terletak pada produk bawang goreng yang tidak hanya berfungsi sebagai taburan makanan, tetapi juga camilan. Inovasi sederhana tersebut membuat produk lebih fleksibel dan memiliki daya tarik yang lebih luas di pasar UMKM.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!