Kisah UliMus, Usaha Bawang Goreng Crispy dari Rumah

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 27 Mei 2026 10:52 WIB 2
Kisah UliMus, Usaha Bawang Goreng Crispy dari Rumah

Peluang usaha kerap lahir dari kebutuhan sederhana di rumah, dan hal itu dialami Romauli Sri Astuti Sitoris saat merintis bawang goreng crispy bernama UliMus pada 2022. Berawal dari keinginan membuat anaknya menyukai bawang goreng, perempuan yang akrab disapa Uli itu mengubah bahan pelengkap makanan menjadi camilan bernilai jual.

Inovasi tersebut kemudian berkembang menjadi usaha rumahan yang membantu perekonomian keluarga, terutama saat pandemi menekan bisnis suaminya. Dari stok kecil yang dibawa ke pesantren anaknya di Parung, produk UliMus perlahan mendapat pasar dan membuka peluang rezeki baru.

Bawang Goreng Crispy UliMus

Uli menjelaskan bahwa ide awal usaha itu muncul karena anaknya tidak menyukai bawang goreng biasa. Ia lalu mencoba mengolah bawang menjadi camilan crispy dengan berbagai rasa agar lebih menarik.

Hasil percobaan itu ternyata diterima baik oleh anaknya saat menempuh pendidikan di pondok pesantren pada awal 2020. Dari sana, teman-teman sang anak ikut membeli produk tersebut karena tertarik dengan rasanya.

Setiap kali berkunjung ke pesantren, Uli membawa stok bawang goreng rasa barbecue dan balado dalam jumlah lebih banyak. Ia kemudian menitipkan produk itu kepada anaknya untuk dijual kembali.

Perlahan, bawang goreng crispy UliMus tidak lagi hanya menjadi bekal, tetapi juga sumber pendapatan tambahan bagi keluarga. Menurut Uli, penjualan yang berulang membuatnya melihat peluang usaha yang lebih serius.

Modal Awal Sangat Terbatas

Setelah melihat respons pasar yang positif, Uli mulai menekuni usaha tersebut secara lebih serius dari rumah. Keputusan itu diambil setelah mendapat dukungan dari suaminya yang saat itu terdampak pandemi.

Usaha suami Uli sempat bangkrut pada 2020, sehingga keluarga membutuhkan sumber pemasukan lain. Dari kondisi itu, suaminya menyarankan agar bawang goreng dijadikan usaha karena produknya mudah disukai banyak orang.

Modal awal usaha ini pun sangat kecil, bahkan tidak sampai Rp500 ribu. Meski begitu, Uli tetap menjalankan produksi secara bertahap dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki.

Ketekunan tersebut membuat usahanya terus bertahan dan berkembang dari skala rumahan menjadi lebih terarah. Dari proses itu, UliMus membuktikan bahwa usaha kecil dapat tumbuh jika dijalankan dengan konsisten.

Legalitas Dan Identitas Usaha

Pada 2022, usaha ini resmi memiliki legalitas dengan nama UliMus. Nama tersebut diambil dari gabungan nama Uli dan suaminya, Mustofa.

Bagi Uli, legalitas menjadi langkah penting agar usaha memiliki identitas yang jelas. Selain itu, status resmi juga memberi nilai tambah bagi produk yang dijual kepada konsumen.

Keunikan UliMus terletak pada produknya yang tidak hanya berfungsi sebagai taburan makanan, tetapi juga bisa dinikmati sebagai camilan. Ciri ini membuat bawang goreng crispy tersebut memiliki posisi berbeda di pasaran.

Dengan konsep itu, Uli berupaya menjaga kualitas rasa sekaligus memperluas peluang penjualan. Produk yang awalnya dibuat untuk kebutuhan keluarga kini berubah menjadi usaha mikro yang lebih matang.

Peran Rumah BUMN BRI

Perjalanan UliMus juga tidak lepas dari dukungan ekosistem pembinaan UMKM. Usaha ini tercatat sebagai binaan Rumah BUMN BRI yang membantu pelaku usaha kecil naik kelas.

Melalui pembinaan tersebut, pelaku UMKM umumnya mendapat dorongan dalam penguatan usaha dan pengembangan jaringan. Dukungan seperti ini penting agar produk lokal memiliki daya saing yang lebih baik.

Bagi Uli, keberadaan pembinaan menjadi penyemangat untuk terus memperbaiki usaha. Ia melihat bahwa usaha rumahan tetap bisa berkembang jika mendapatkan pendampingan yang tepat.

Kisah UliMus menunjukkan bahwa inovasi sederhana dapat berubah menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan. Dari bawang goreng untuk anak, lahir usaha yang memberi manfaat bagi keluarga dan membuka jalan bagi pertumbuhan bisnis kecil.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!