Kisah UliMus, Usaha Bawang Goreng Crispy dari Rumah

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 01 Juni 2026 04:54 WIB 2
Kisah UliMus, Usaha Bawang Goreng Crispy dari Rumah

Peluang usaha kerap lahir dari kebutuhan sederhana di rumah, dan hal itu dialami Romauli Sri Astuti Sitoris saat merintis UliMus pada 2022. Perempuan berusia 40 tahun asal Sumatera itu mengolah bawang goreng menjadi camilan crispy karena anaknya tidak menyukai bawang goreng biasa. Dari ide keluarga tersebut, lahir produk yang kini diminati banyak pembeli.

Inovasi itu bermula ketika sang anak menempuh pendidikan di sebuah pondok pesantren di Parung pada awal 2020. Setiap kali berkunjung, Uli, sapaan akrabnya, membawa bawang goreng dengan berbagai rasa untuk dibagikan dan dijual. Respons positif dari teman-teman anaknya membuat usaha itu pelan-pelan menemukan pasar.

Peluang Bawang Goreng Crispy

Awalnya, Uli hanya ingin membuat bawang goreng yang lebih disukai anaknya. Ia kemudian mengolahnya menjadi produk yang tak hanya menjadi pelengkap makanan, tetapi juga camilan. Langkah sederhana itu justru membuka peluang bisnis yang lebih luas.

Saat produk dibawa ke pesantren, banyak teman sang anak ikut mencicipi dan kemudian membeli. Varian rasa seperti barbeque dan balado menjadi daya tarik utama dalam penjualan awal. Dari situ, Uli melihat bahwa produk rumahan memiliki potensi pasar yang menjanjikan.

Setiap kunjungan ke pesantren menjadi momen penting bagi perkembangan usahanya. Stok produk selalu dibawa lebih banyak karena permintaan mulai meningkat. Uli pun menyadari bahwa kebiasaan kecil dapat berubah menjadi sumber penghasilan.

Pengalaman itu membuatnya semakin yakin untuk menekuni usaha bawang goreng crispy secara serius. Produk yang awalnya dibuat untuk keluarga akhirnya berkembang menjadi komoditas bernilai jual. Inilah yang kemudian menjadi fondasi lahirnya merek UliMus.

Modal Awal Sangat Terbatas

Keputusan untuk berjualan semakin kuat setelah suami Uli terdampak pandemi dan usahanya bangkrut. Di tengah tekanan ekonomi, keluarga itu mencari cara untuk tetap mencukupi kebutuhan harian. Usaha bawang goreng akhirnya dipilih sebagai jalan yang paling realistis.

Modal awal yang tersedia pun sangat kecil, bahkan kurang dari Rp 500 ribu. Dengan dana terbatas, Uli memulai produksi dari rumah secara sederhana. Namun, keterbatasan tersebut tidak menghentikan langkahnya untuk terus mencoba.

Suami Uli memberi dukungan penuh agar usaha itu dijalankan dengan serius. Dorongan itu menjadi titik penting karena keluarga membutuhkan sumber pendapatan baru. Dari keputusan bersama, usaha rumahan ini mulai dikelola lebih terarah.

Ketekunan menjadi kunci utama di balik pertumbuhan usaha tersebut. Uli terus menjaga kualitas produk meski dimulai dari skala kecil. Perlahan, hasil kerja keras itu membuahkan perkembangan yang nyata.

Legalitas UliMus Semakin Jelas

Pada 2022, usaha itu resmi memiliki legalitas dengan nama UliMus. Nama tersebut diambil dari gabungan nama Uli dan Mustofa, suaminya. Legalitas ini menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi usaha di tengah persaingan UMKM.

Dengan identitas usaha yang jelas, UliMus lebih mudah dikenal oleh konsumen. Status legal juga memberi nilai tambah bagi produk rumahan yang dikembangkan dari dapur keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa usaha kecil pun bisa tumbuh secara profesional.

Legalitas bukan hanya soal nama, tetapi juga bentuk keseriusan dalam mengelola bisnis. Uli ingin usahanya dapat berkembang lebih jauh dan dipercaya oleh pembeli. Karena itu, setiap proses usaha dijalankan dengan lebih tertib dan terukur.

Keberadaan merek yang resmi membantu UliMus membangun citra yang lebih kuat. Produk bawang goreng crispy tidak lagi hanya dijual secara informal. Kini, usaha tersebut memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk berkembang.

Dukungan Rumah BUMN BRI

Perjalanan UliMus juga mendapat dukungan dari Rumah BUMN BRI. Pendampingan ini membantu pelaku usaha kecil memahami langkah pengembangan bisnis yang lebih baik. Bagi Uli, dukungan tersebut menjadi tambahan energi untuk terus bertahan.

Binaan dari lembaga seperti Rumah BUMN BRI memberi ruang belajar bagi pelaku UMKM. Mereka dapat memperoleh wawasan tentang pengelolaan usaha, pemasaran, hingga penguatan branding. Bekal seperti ini sangat penting bagi bisnis rumahan yang ingin naik kelas.

UliMus menunjukkan bahwa produk sederhana bisa tumbuh jika dikelola dengan tekun. Dari bawang goreng yang awalnya dibuat untuk anak, usaha ini berubah menjadi sumber cuan keluarga. Cerita tersebut menjadi contoh bahwa peluang bisnis bisa datang dari kebiasaan sehari-hari.

Perjalanan Uli juga memperlihatkan pentingnya inovasi dalam membaca kebutuhan pasar. Produk yang bisa dijadikan camilan sekaligus taburan makanan memiliki daya tarik tersendiri. Dengan dukungan keluarga dan pembinaan yang tepat, usaha kecil berpeluang berkembang lebih jauh.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!