Pertamina Perkuat UMKM Lewat Academy

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 01 Juni 2026 06:09 WIB 2
Pertamina Perkuat UMKM Lewat Academy

PT Pertamina (Persero) terus memperkuat dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia melalui program UMKM Academy. Inisiatif ini ditujukan untuk membantu UMKM naik kelas, lebih profesional dalam mengelola usaha, dan memiliki daya saing yang lebih baik di pasar. Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengatakan pendampingan yang diberikan mencakup manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, hingga strategi pemasaran. Harapannya, manfaat program ini tidak hanya menaikkan omzet, tetapi juga mendorong penyerapan tenaga kerja dan memperluas dampak ekonomi di sekitar pelaku usaha.

Fadjar menjelaskan bahwa Pertamina ingin berkontribusi lebih jauh melalui berbagai program pembinaan UMKM. Menurut dia, penguatan kapasitas usaha menjadi bagian penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Program tersebut juga diarahkan agar pelaku UMKM mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat di sekitar usaha binaan dapat ikut meningkat.

Pertamina dan UMKM Binaan

Pertamina menempatkan UMKM Academy sebagai wadah pembinaan yang menyeluruh bagi mitra binaannya. Program ini membantu pelaku usaha memahami tata kelola yang lebih rapi dan terukur. Selain itu, pendampingan difokuskan pada peningkatan mutu produk agar lebih mudah diterima pasar. Langkah ini diharapkan membuat UMKM memiliki fondasi usaha yang lebih kuat.

Fadjar menyebut penguatan manajemen menjadi salah satu kunci agar usaha kecil dapat tumbuh lebih sehat. Melalui pembekalan yang diberikan, pelaku UMKM diharapkan lebih siap menghadapi persaingan. Pertamina juga mendorong peserta program untuk memanfaatkan peluang pasar yang terus berkembang. Dengan dukungan itu, UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang lebih cepat.

Pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada pelatihan dasar, melainkan juga mencakup arahan bisnis yang lebih praktis. Pelaku usaha dibantu memahami kebutuhan konsumen dan penyesuaian produk yang sesuai tren. Upaya ini penting agar produk binaan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Pada akhirnya, kualitas usaha diharapkan meningkat seiring dengan bertambahnya kemampuan pengelolaan.

Komitmen Pertamina terhadap UMKM disebut sebagai bagian dari kontribusi perusahaan bagi ekonomi nasional. Program pembinaan diyakini mampu membuka ruang tumbuh bagi usaha lokal di berbagai daerah. Jika usaha berkembang, maka dampaknya dapat menjalar ke sektor lain di sekitar pelaku usaha. Rantai manfaat inilah yang ingin terus diperluas melalui pendekatan berkelanjutan.

Dampak Langsung bagi Pelaku

Inge Arina, pemilik Java Criollo, merasakan langsung manfaat pelatihan dan pendampingan dari Pertamina. Menurut dia, dukungan tersebut membuat produk cokelat yang dihasilkan semakin dikenal luas. Keterlibatan dalam program binaan juga membantu usaha miliknya menjadi lebih terarah. Bagi Inge, pembinaan itu memberi dorongan besar bagi perkembangan bisnis.

Ia menilai manfaat program tidak hanya dirasakan oleh dirinya sebagai pemilik usaha. Para petani yang terlibat dalam rantai produksi juga memperoleh dampak positif. Hal ini terjadi karena semakin banyak pihak yang ikut terhubung dalam aktivitas usaha. Dengan demikian, pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan para mitra di lapangan.

Inge berharap usaha yang dijalankannya dapat membantu lebih banyak warga di desa sekitar operasional. Ia ingin petani menjadi lebih sejahtera melalui kerja sama yang berkelanjutan. Kelompok wanita tani juga diharapkan bisa terus dilibatkan dalam kegiatan usaha. Cara ini dinilai mampu memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Menurut Inge, model usaha yang melibatkan banyak pihak dapat menciptakan dampak berganda yang nyata. Pertumbuhan usaha bukan hanya menguntungkan pemilik, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat desa. Dukungan seperti ini dinilai penting untuk memperkuat ekonomi berbasis komunitas. Karena itu, ia berharap pendampingan tetap berjalan konsisten.

Sambal Ning Niniek Naik Kelas

Pengalaman serupa disampaikan Sri Wahyuni, pemilik usaha Sambal Ning Niniek. Ia mengaku sangat bersyukur menjadi UMKM mitra binaan Pertamina. Menurut Sri, dukungan yang diberikan perusahaan terasa nyata sejak usaha masih berada di tahap awal. Bantuan tersebut membuat bisnisnya perlahan berkembang lebih luas.

Sri menuturkan Pertamina memberi dukungan yang luar biasa kepada pelaku UMKM. Ia menyebut pembinaan itu membantu usahanya tumbuh dari nol hingga produknya dapat dipasarkan lebih jauh. Keberadaan pendampingan membuat proses pengembangan usaha menjadi lebih terarah. Hal itu juga meningkatkan kepercayaan dirinya dalam memperluas jangkauan pasar.

Baginya, akses pemasaran menjadi salah satu manfaat penting dari program binaan. Dengan jaringan yang lebih luas, produk sambal yang dihasilkan dapat menjangkau lebih banyak konsumen. Kondisi ini memberi peluang bagi usaha untuk memperkuat posisi di pasar. Sri menilai dukungan semacam ini sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM.

Ia berharap dukungan Pertamina dapat terus berlangsung secara berkesinambungan. Menurut dia, kesinambungan pembinaan akan membantu usaha menjangkau pasar yang lebih besar. Jika penjualan meningkat, perusahaan kecil seperti miliknya bisa membuka lapangan kerja tambahan. Manfaat tersebut pada akhirnya akan kembali dirasakan warga sekitar.

Harapan Ekonomi Berkelanjutan

Pertamina menilai penguatan UMKM bukan sekadar urusan bisnis, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekonomi yang lebih inklusif. Ketika pelaku usaha naik kelas, efeknya dapat dirasakan oleh pekerja, pemasok, dan masyarakat sekitar. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan ekonomi daerah yang memerlukan penggerak baru. Karena itu, pembinaan UMKM diposisikan sebagai investasi jangka panjang.

Program seperti UMKM Academy juga membuka ruang bagi pelaku usaha untuk belajar dari tantangan lapangan. Mereka tidak hanya menerima pendampingan teknis, tetapi juga masukan untuk mengembangkan strategi pasar. Dengan bekal tersebut, UMKM diharapkan lebih siap menghadapi perubahan permintaan. Adaptasi menjadi kunci agar usaha tetap tumbuh di tengah persaingan.

Dukungan terhadap UMKM turut mendorong terciptanya rantai nilai yang lebih luas di daerah. Saat produk semakin dikenal, kebutuhan bahan baku, tenaga kerja, dan distribusi ikut meningkat. Kondisi ini memberi peluang bagi masyarakat di sekitar usaha untuk terlibat lebih jauh. Efek berantai tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya pembinaan yang konsisten.

Melalui program pembinaan yang berkelanjutan, Pertamina berharap kontribusinya terhadap ekonomi masyarakat dapat terus diperkuat. Pelaku usaha kecil yang bertumbuh diyakini akan menjadi penopang penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Dengan dukungan yang tepat, UMKM dapat menciptakan manfaat yang melampaui omzet semata. Dari sana, kesejahteraan masyarakat pun berpeluang ikut terdorong.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!