Pertamina UMK Academy 2025 Bekali Pelaku Usaha Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 01 Juni 2026 07:22 WIB 2
Pertamina UMK Academy 2025 Bekali Pelaku Usaha Naik Kelas

Ratusan pelaku usaha mikro dan kecil mengikuti pelatihan tematik dalam program Pertamina UMK Academy 2025. Kegiatan ini digelar untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat daya saing peserta di berbagai sektor usaha.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, program tersebut terus dikembangkan agar pelaku UMK dapat naik kelas lebih cepat. Menurut dia, pendekatan tematik dipilih supaya materi yang diberikan lebih relevan dengan kebutuhan tiap sektor usaha.

Pelatihan Tematik UMK Academy

Pertamina menghadirkan pelatihan berdasarkan sektor usaha yang ditekuni peserta. Bidang yang dibuka meliputi craft, furniture, jewelry, food and beverage, agribisnis, jasa, teknologi, fashion, dan wastra.

Baron menjelaskan bahwa format ini membuat peserta belajar sesuai kebutuhan bisnis masing-masing. Dengan cara itu, materi yang diterima menjadi lebih spesifik dan mudah diterapkan dalam operasional usaha sehari-hari.

Ia menambahkan, pelatihan tematik tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung bersama mentor ahli. Peserta dapat memahami langkah penerapan pengetahuan secara lebih konkret dan terarah.

Menurut Pertamina, model pembelajaran tersebut diharapkan membantu UMK berkembang lebih fokus. Pelaku usaha pun diharapkan semakin siap bersaing dan menjadi pemimpin pasar di sektor yang digeluti.

Materi Praktis UMK Academy

Sejumlah pemateri profesional dihadirkan untuk memperkuat kualitas pelatihan. Mereka antara lain pendiri dan Direktur Kreatif Pyo Jewelry Luthfia Fataty, pemilik Panda Food Stenly Hendi Avanda, serta pendiri Sirtanio Organik Indonesia Ahmad Tessario.

Selain itu, Pertamina juga menghadirkan pengamat mode sekaligus pendiri Indonesia Fashion Chamber, Lisa Fitria. Kehadiran para narasumber tersebut membuat materi yang diberikan lebih dekat dengan kebutuhan industri masing-masing.

Luthfia memberikan pelatihan bagi peserta di sektor craft, furniture, dan jewelry. Ia membagikan pengalaman sekaligus menjelaskan arah tren pasar pada 2026.

Sementara itu, Stenly Hendi Avanda menyoroti distribusi, promosi, dan pengembangan produk pada sektor F&B. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan promosi.

Dampak UMK Academy

Sejumlah peserta mengaku mendapat manfaat langsung dari pelatihan tersebut. Novita Hermawan, pemilik Agrominafiber, menyebut kegiatan itu membuka wawasan tentang tren desain global, manajemen bisnis, dan pemasaran digital.

Ia menilai peningkatan kapasitas sangat penting agar UMKM mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing internasional. Menurutnya, bekal tersebut dapat membantu pelaku usaha membaca pasar dengan lebih tepat.

Peserta lain, Dimita Agustin selaku pemilik Dara Baro, mengaku kini lebih memahami cara menghitung ongkos produksi secara efisien. Ia juga mendapatkan pemahaman mengenai perbedaan katalog, lookbook, dan line sheet dalam pemasaran.

Dimita menilai kelas fesyen tersebut bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan brand. Pengetahuan itu diyakini bisa membuat strategi pemasaran menjadi lebih terarah dan profesional.

Penguatan Ekonomi UMK

Achmad Em, pemilik Kopi Kalimantan, juga merasakan manfaat dari kelas tematik F&B. Ia memperoleh wawasan baru soal strategi pengembangan brand, inovasi produk, dan pengelolaan sumber daya manusia.

Menurut dia, bekal tersebut sangat penting di tengah persaingan pasar kopi yang semakin ketat. Ia yakin pengetahuan baru itu dapat meningkatkan daya saing produknya di pasar yang terus berkembang.

Pertamina menyebut program UMK Academy 2025 sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri kreatif. Program ini juga dinilai mendukung tumbuhnya semangat kewirausahaan di kalangan pelaku usaha kecil.

Melalui inisiatif tersebut, Pertamina menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas UMK di berbagai daerah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!