Mengapa Stres Bisa Memicu Kembung dan Begah

Lifestyle Anindya Kirana Putri 01 Juni 2026 06:14 WIB 3
Mengapa Stres Bisa Memicu Kembung dan Begah

Stres yang memuncak tidak hanya memengaruhi emosi, tetapi juga dapat membuat tubuh bereaksi dengan rasa tidak nyaman pada perut. Dalam banyak kasus, kondisi ini muncul sebagai kembung dan begah meski pola makan tidak berubah.

Para ahli menjelaskan, hubungan antara otak dan usus membuat sistem pencernaan sensitif terhadap tekanan emosional. Saat tubuh berada dalam mode waspada, proses cerna dapat melambat dan memicu penumpukan gas.

Stres dan Kembung

Rebecca Ditkoff, konselor makan dan pemilik praktik Nutrition by RD di New York City, menyebut usus sebagai otak kedua manusia. Menurut dia, sistem pencernaan sangat dipengaruhi oleh sistem saraf dan kondisi emosional.

Karena keterkaitan itu, stres dapat mengubah cara tubuh memproses makanan. Akibatnya, seseorang bisa merasa perutnya penuh, tidak nyaman, dan tampak lebih membesar dari biasanya.

Ditkoff menilai reaksi ini sangat umum dan dapat dialami hampir semua orang. Namun, bentuk keluhannya bisa berbeda, mulai dari kembung, kram, hingga diare.

Respons Tubuh Saat Tertekan

Sistem saraf enterik berperan mengatur fungsi pencernaan dan terhubung dengan sistem saraf otonom. Saat stres datang, tubuh cenderung masuk ke mode fight-or-flight yang memprioritaskan keselamatan.

Dalam kondisi itu, hormon stres seperti kortisol, adrenalin, dan noradrenalin meningkat. Aliran darah kemudian dialihkan dari saluran cerna ke otot agar tubuh siap bergerak cepat.

Perubahan ini membuat kontraksi otot pencernaan menurun dan sekresi pencernaan ikut berkurang. Makanan pun lebih lama berada di perut, sehingga proses pemecahan tidak berjalan optimal.

Kenapa Perut Mudah Begah

Ketika makanan tertahan terlalu lama di saluran cerna, gas lebih mudah terperangkap. Kondisi inilah yang membuat perut terasa begah dan membesar.

Pada sebagian orang, stres juga dapat memicu gangguan pencernaan kronis yang kambuh saat tekanan meningkat. Karena itu, keluhan perut tidak selalu sama pada setiap individu.

Ada orang yang kehilangan nafsu makan saat stres, tetapi ada pula yang justru makan berlebihan. Ada juga yang merasakan mual dan tubuhnya makin tidak nyaman.

Cara Meredakan Kembung

Untuk mengurangi kembung akibat stres, tubuh perlu kembali ke fase rest-and-digest. Dalam fase ini, hormon stres tidak melonjak dan pencernaan dapat bekerja lebih tenang.

Ditkoff menyarankan untuk makan dalam kondisi yang rileks agar tubuh lebih mudah mencerna makanan. Namun, melewatkan makan hanya karena sedang stres juga tidak dianjurkan.

Mengatur napas, memberi jeda sebelum makan, dan memilih suasana yang tenang dapat membantu tubuh lebih siap mencerna. Jika keluhan kembung terus berulang atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis perlu dilakukan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!