Dokter Jelaskan Penyebab Begah Usai Makan Daging

Lifestyle Clara Monica 01 Juni 2026 07:12 WIB 2
Dokter Jelaskan Penyebab Begah Usai Makan Daging

Sejumlah orang mengeluhkan perut terasa begah, kembung, hingga asam lambung naik setelah menyantap sate dan olahan daging saat Idul Adha. Kondisi ini kerap muncul ketika konsumsi daging meningkat, terutama bila porsi makan tidak terkontrol.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariyanto, SpPD-KGEH, menjelaskan keluhan tersebut umumnya terkait jumlah konsumsi dan proses pencernaan daging yang lebih lama. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak makan daging secara berlebihan selama hari raya.

Daging dan Keluhan Begah

Menurut dr Aru, rasa begah setelah makan daging bukan hal yang aneh. Proses pencernaan protein dari daging memang membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan makanan lain.

Ia mengatakan, berbagai penelitian menunjukkan daging lebih lambat dicerna di lambung. Dalam kondisi tertentu, makanan ini dapat bertahan lebih lama di saluran cerna sebelum diproses tubuh.

Durasi pencernaan yang lebih panjang membuat perut terasa penuh lebih cepat. Akibatnya, sebagian orang mengira gejala tersebut berasal dari penyakit tertentu, padahal pemicunya bisa saja adalah porsi makan yang berlebihan.

Keluhan begah biasanya muncul ketika tubuh harus mengolah makanan dalam jumlah besar sekaligus. Karena itu, pengaturan porsi menjadi langkah penting agar lambung tidak bekerja terlalu berat.

Hubungan dengan GERD

Tak sedikit masyarakat yang mengaitkan konsumsi daging dengan kambuhnya GERD. Menurut dr Aru, gejala itu bisa terjadi, tetapi tidak selalu disebabkan oleh daging semata.

Ia menekankan bahwa keluhan asam lambung naik sering dipengaruhi pola makan, porsi, dan jenis olahan yang dikonsumsi. Makanan berlemak, bersantan, atau dimakan terlalu cepat dapat memperburuk rasa tidak nyaman.

Jika seseorang sudah memiliki riwayat GERD, makan daging dalam jumlah besar dapat memicu gejala yang lebih jelas. Tekanan pada lambung dapat meningkat, sehingga asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.

Karena itu, masyarakat disarankan lebih waspada saat menikmati hidangan khas Idul Adha. Pemilihan menu dan cara makan yang tepat dapat membantu mencegah keluhan berulang.

Risiko Saat Makan Berlebih

Konsumsi daging berlebihan bukan hanya membuat perut begah, tetapi juga dapat menimbulkan konstipasi. Hal ini terjadi karena tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk memecah protein daging.

Ketika pencernaan bekerja lebih lambat, sisa makanan bergerak lebih pelan di usus. Kondisi tersebut dapat memicu rasa penuh, tidak nyaman, dan sulit buang air besar pada sebagian orang.

Keluhan ini umumnya lebih terasa pada mereka yang jarang mengonsumsi daging dalam jumlah besar. Tubuh mereka belum terbiasa dengan beban pencernaan yang lebih berat.

Selain itu, konsumsi daging yang disertai kurang serat dan kurang minum dapat memperparah konstipasi. Kombinasi tersebut membuat saluran cerna bekerja lebih lambat dari biasanya.

Cara Mengurangi Keluhan

Dr Aru menyarankan masyarakat untuk menjaga porsi makan saat menikmati daging kurban. Mengunyah makanan perlahan juga dapat membantu proses pencernaan berjalan lebih baik.

Ia juga menyarankan untuk menyeimbangkan konsumsi daging dengan sayur dan buah. Asupan serat dan cairan yang cukup dapat membantu menjaga pergerakan usus tetap lancar.

Pengolahan daging turut berpengaruh pada kenyamanan lambung. Olahan yang terlalu berlemak, terlalu pedas, atau dimakan dalam jumlah besar sebaiknya dihindari.

Jika keluhan begah, kembung, atau asam lambung naik terus berulang, pemeriksaan medis tetap diperlukan. Dengan begitu, penyebab pasti dapat diketahui dan penanganan bisa diberikan secara tepat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!