Kisah Salad Umma, UMKM Sehat yang Tumbuh Berkat KUR BRI

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 25 Mei 2026 05:51 WIB 7
Kisah Salad Umma, UMKM Sehat yang Tumbuh Berkat KUR BRI

Hikma Nurul Audhliya membuktikan bahwa jatuh bukan akhir dari usaha, melainkan awal untuk bangkit dengan cara baru. Perempuan 38 tahun itu beralih dari profesi makeup artist menjadi perintis kuliner sehat bernama Salad Umma setelah pandemi memukul pekerjaannya. Berkat pelatihan, modal bertahap, dan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, usahanya kini naik kelas.

Perjalanan itu tidak mudah karena ia sempat menjual aset pribadi untuk menutup kerugian saat seluruh pesanan pernikahan dibatalkan. Dari dapur rumah di Jakarta, Hikma kemudian membangun bisnis salad sayur dan salad buah yang kini dikenal luas di kalangan pelanggan kantor dan instansi. Kisahnya menjadi gambaran bagaimana UMKM dapat bertahan dan tumbuh saat mendapat akses pembiayaan serta pendampingan yang tepat.

Salad Umma dari titik nol

Hikma semula bekerja sebagai perias wajah dan mengandalkan pesanan rias untuk acara pernikahan. Saat pandemi datang, seluruh jadwal wedding mendadak dibatalkan, sehingga pendapatannya terhenti dalam sekejap.

Kerugian yang menumpuk membuatnya harus melepas mobil, busana, hingga perlengkapan make-up. Ia mengaku sempat pasrah karena dana muka sudah terlanjur masuk ke vendor dekor, tenda, dan bunga.

Situasi itu memaksanya mencari jalan baru untuk menyambung hidup. Di tengah tekanan ekonomi, ia memutuskan memulai usaha yang bisa dikerjakan dari rumah dengan modal terbatas.

Keputusan itu menjadi titik balik bagi perjalanan Salad Umma. Dari usaha kecil yang bermula di dapur rumah, ia membangun produk yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar saat itu, yakni makanan sehat yang praktis.

Salad Umma dan pelatihan

Sebelum menekuni usaha, Hikma sempat mengikuti program Kartu Prakerja. Ia gagal pada gelombang pertama, lalu berhasil pada kesempatan berikutnya dan memperoleh voucher pelatihan usaha senilai Rp 1 juta.

Awalnya, ia memilih kelas make-up karena berharap industri hiburan dan pernikahan segera pulih. Namun, kondisi yang belum membaik membuatnya berpikir ulang dan mencari peluang yang lebih realistis.

Ia lalu memilih kelas usaha salad sayur karena menilai produk tersebut sederhana dan mudah dijalankan. Menurutnya, usaha itu tidak membutuhkan kompor, minyak, atau gas, tetapi tetap menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin hidup sehat.

Modal awal yang ia gunakan berasal dari bantuan Kartu Prakerja senilai Rp 2,4 juta yang diterima bertahap sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan. Dana itu dipakai untuk membeli bahan baku, chopper, blender, kemasan, hingga showcase secara perlahan.

Salad Umma dan pasar baru

Peluang pasar mulai terbuka karena lokasi usahanya berada di dekat kawasan indekos karyawan dan karyawati. Dari lingkungan itu, pesanan salad sayur perlahan masuk dan memberi napas bagi bisnis yang baru dirintis.

Pada 2022, ia mulai menambah varian salad buah setelah menerima pesanan untuk acara ulang tahun. Inovasi tersebut membuat produknya lebih beragam dan menarik konsumen yang ingin pilihan menu sehat dengan rasa segar.

Meski demikian, pendapatan usahanya belum stabil karena sangat bergantung pada pesanan harian. Ada hari ketika omzet hanya Rp 15 ribu, namun pada hari lain bisa naik sampai Rp 100 ribu.

Ia juga sempat menghadapi masa sepi pesanan meski sudah berjualan secara daring dan aktif promosi di media sosial. Kondisi itu menunjukkan bahwa membangun usaha kuliner tetap membutuhkan konsistensi, adaptasi, dan kesabaran.

Salad Umma naik kelas

Perubahan besar mulai terasa setelah produknya mengantongi sertifikasi halal. Kepercayaan pasar pun meningkat karena konsumen menilai produk lebih aman dan memiliki standar yang jelas.

Hikma juga mengikuti kegiatan bazar yang difasilitasi Jakpreneur. Dari jaringan itu, ia mendapat relasi baru dan mulai menerima pesanan rutin untuk rapat kementerian serta pemerintah daerah.

Permintaan yang masuk membuat omzet harian melonjak hingga mencapai Rp 1 juta. Peningkatan itu menandai bahwa usaha kecil yang dimulai dari dapur rumah bisa berkembang ketika bertemu pasar yang tepat.

Bagi Hikma, dukungan pembiayaan seperti KUR BRI bukan hanya soal tambahan modal, tetapi juga peluang untuk memperluas usaha. Ia kini melihat Salad Umma sebagai bisnis yang tidak sekadar bertahan, melainkan memiliki ruang tumbuh lebih besar di masa depan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!