Kisah Salad Umma Bangkit Berkat KUR BRI

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 30 Mei 2026 10:18 WIB 2
Kisah Salad Umma Bangkit Berkat KUR BRI

Hikma Nurul Audhliya, perempuan 38 tahun asal Jakarta, berhasil bangkit dari keterpurukan pandemi dengan membangun usaha kuliner sehat bernama Salad Umma. Setelah kehilangan seluruh pesanan sebagai makeup artist, ia memulai usaha dari dapur rumah, lalu menumbuhkannya lewat pelatihan usaha, Kartu Prakerja, dan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat atau KUR dari BRI.

Kisah ini menunjukkan bagaimana ketekunan, adaptasi, dan akses pembiayaan dapat mengubah keadaan yang sempat nyaris membuatnya menyerah. Dari penjualan yang semula hanya puluhan ribu rupiah per hari, usaha Salad Umma kini mampu menembus omzet harian hingga Rp 1 juta pada momen tertentu.

Salad Umma dan titik balik

Sebelum dikenal sebagai pelaku usaha kuliner sehat, Hikma lebih dulu bekerja sebagai perias wajah atau makeup artist. Pandemi kemudian memukul usahanya karena seluruh jadwal pernikahan dibatalkan dan ia harus menanggung ganti rugi kepada vendor.

Situasi itu membuatnya menjual mobil, baju, hingga perlengkapan makeup untuk menutup kewajiban yang harus dibayar. Ia mengaku sempat pasrah karena seluruh pesanan wedding batal dalam waktu singkat.

Di tengah tekanan ekonomi, Hikma mulai mencari jalan baru agar tetap bisa bertahan. Dari pengalaman pahit itu, ia menyadari bahwa ia membutuhkan usaha yang sederhana, modalnya ringan, dan tetap relevan dengan kebutuhan pasar.

Salad Umma dari rumah

Hikma kemudian mengikuti program Kartu Prakerja setelah sempat gagal pada gelombang pertama. Dari program tersebut, ia memperoleh voucher pelatihan usaha senilai Rp 1 juta yang menjadi pintu masuk untuk memulai langkah baru.

Awalnya ia memilih kelas makeup karena berharap industri hiburan dan pernikahan kembali pulih. Namun, karena kondisi belum membaik, ia beralih ke usaha yang lebih praktis dan akhirnya memilih salad sayur.

Ia memulai produksi dari dapur rumah dengan modal yang dikumpulkan secara bertahap. Dana pelatihan itu dipakai untuk membeli bahan baku, chopper, blender, kemasan, hingga showcase sesuai kebutuhan usaha.

Salad Umma cari pasar

Lokasi usaha yang dekat dengan kawasan indekost karyawan membantu Salad Umma menemukan pelanggan awal. Dari situ, produk salad sayur mulai dikenal sebagai pilihan makanan sehat yang mudah dijangkau.

Perjalanan bisnisnya kemudian berkembang ketika ia menerima pesanan salad buah untuk acara ulang tahun pada 2022. Permintaan tersebut membuatnya berani menambah varian produk agar lebih menarik bagi konsumen.

Meski begitu, omzet yang diterima tidak selalu stabil sepanjang waktu. Ada hari ketika pendapatannya hanya Rp 15 ribu, namun pada hari lain bisa mencapai Rp 100 ribu, bahkan kadang tidak ada pesanan sama sekali.

Salad Umma naik kelas

Perubahan besar mulai terasa setelah Salad Umma memperoleh sertifikasi halal. Ia juga aktif mengikuti bazar yang difasilitasi Jakpreneur untuk memperluas jangkauan pasar.

Dari berbagai kegiatan itu, Hikma membangun jaringan baru dan mulai mendapatkan pesanan rutin untuk rapat kementerian serta pemerintah daerah. Alur penjualan yang lebih teratur membuat omzetnya meningkat secara signifikan.

Pada fase ini, pendapatan harian Salad Umma bahkan bisa menembus Rp 1 juta. Dukungan pembiayaan KUR BRI dan pendampingan usaha menjadi faktor penting yang membantu bisnisnya naik kelas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!