Kisah Salad Umma Bangkit Berkat KUR BRI

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 28 Mei 2026 17:21 WIB 2
Kisah Salad Umma Bangkit Berkat KUR BRI

Hikma Nurul Audhliya, perempuan 38 tahun asal Jakarta, bangkit dari keterpurukan setelah usaha rias wajahnya terpukul pandemi pada 2020. Ia kemudian memulai usaha kuliner sehat bernama Salad Umma dari nol, hingga berkembang berkat pelatihan usaha, Kartu Prakerja, dan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Perjalanan Hikma tidak mudah karena seluruh pesanan pernikahan dibatalkan, sementara uang muka sudah terlanjur masuk ke vendor dekorasi, tenda, dan bunga. Di tengah tekanan ekonomi, ia menjual aset usaha, mengikuti pelatihan, lalu memilih salad sayur sebagai produk yang dinilai sederhana, sehat, dan sesuai kebutuhan pasar.

Salad Umma dari Nol

Hikma memulai usahanya dari dapur rumah setelah kehilangan sumber pendapatan utama sebagai makeup artist. Kondisi itu membuatnya harus memikirkan ulang cara bertahan hidup di tengah pandemi yang belum menunjukkan tanda pemulihan.

Ia kemudian memanfaatkan program Kartu Prakerja dan memperoleh voucher pelatihan usaha senilai Rp 1 juta. Dari sejumlah pilihan kelas, ia akhirnya tertarik pada usaha yang praktis dan tidak membutuhkan banyak peralatan dapur.

Keputusan itu melahirkan ide menjual salad sayur yang dianggap relevan dengan tren hidup sehat. Pilihan tersebut juga selaras dengan kebutuhan usaha rumahan yang ringkas, hemat biaya, dan mudah dijalankan.

Modal Prakerja Untuk Usaha

Modal awal Salad Umma berasal dari dana pelatihan yang diterima Hikma secara bertahap, yakni Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan. Dana itu ia gunakan untuk membeli bahan baku dan perlengkapan usaha secara perlahan.

Peralatan seperti chopper, blender, kemasan, hingga showcase dibeli sesuai kebutuhan perkembangan usaha. Strategi itu membuat modal yang terbatas tetap bisa dipakai secara efisien untuk menjaga arus kas.

Hikma menekankan bahwa usaha kecil harus dimulai dengan perhitungan sederhana dan kebutuhan yang benar-benar prioritas. Dengan cara itu, ia bisa menjaga operasional tetap berjalan meski saat awal skala usaha masih sangat kecil.

Pasar Mulai Menyerap Salad Umma

Lokasi usaha yang dekat dengan kawasan indekost karyawan membantu Salad Umma menemukan pasar awal. Produk salad sayur menjadi pilihan yang praktis bagi konsumen yang ingin makan sehat di tengah kesibukan kerja.

Perkembangan usaha semakin terlihat ketika Hikma mulai menerima pesanan salad buah untuk acara ulang tahun pada 2022. Dari sana, variasi produk bertambah dan daya tarik usahanya ikut meningkat.

Meski sempat naik turun, pemasaran melalui pesanan online dan media sosial tetap dijalankan. Dalam sehari, omzetnya bisa hanya Rp 15 ribu, namun pada saat tertentu dapat naik menjadi Rp 100 ribu.

KUR BRI Dorong Naik Kelas

Perkembangan Salad Umma semakin kuat setelah produk tersebut mengantongi sertifikasi halal. Selain itu, keikutsertaannya dalam bazar Jakpreneur membuka akses jaringan usaha yang lebih luas.

Dari jaringan itu, Hikma mulai menerima pesanan rutin untuk rapat kementerian dan pemerintah daerah. Permintaan yang lebih stabil membuat pendapatan hariannya meningkat secara signifikan.

Dalam fase berikutnya, omzet Salad Umma bahkan sempat menembus Rp 1 juta per hari. Dukungan pembiayaan KUR BRI memberi ruang bagi usahanya untuk naik kelas dan lebih siap memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!