Kisah Salad Umma Bangkit Berkat KUR BRI

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 24 Mei 2026 04:29 WIB 6
Kisah Salad Umma Bangkit Berkat KUR BRI

Hikma Nurul Audhliya, perempuan 38 tahun asal Jakarta, berhasil bangkit dari keterpurukan usai usaha make-up artist yang ia rintis hancur akibat pandemi. Dari penjualan aset pribadi hingga memulai usaha kuliner sehat bernama Salad Umma, ia perlahan membangun kembali sumber penghasilan dengan dukungan pelatihan dan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat atau KUR dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Kisah Hikma menunjukkan bahwa kegagalan tidak selalu menjadi akhir, melainkan pintu menuju peluang baru. Berangkat dari dapur rumah, usaha salad yang awalnya sederhana kini berkembang hingga menerima pesanan rutin untuk berbagai kegiatan, termasuk rapat kementerian dan pemerintah daerah.

Perjalanan Salad Umma

Sebelum terjun ke dunia kuliner, Hikma lebih dulu dikenal sebagai perias wajah atau makeup artist. Namun, pandemi membuat seluruh jadwal pernikahan dibatalkan dan pendapatannya hilang dalam sekejap.

Ia bahkan harus menjual mobil untuk menutup ganti rugi kepada sejumlah vendor. Baju, alat rias, dan perlengkapan kerja lain juga dilepas demi bertahan hidup.

Situasi itu membuatnya sempat pasrah karena seluruh pesanan wedding batal bersamaan. Dalam kondisi tertekan, ia mulai mencari cara agar bisa bangkit tanpa harus kembali ke bidang yang sama.

Pilihan untuk memulai usaha baru akhirnya mengarah pada makanan sehat yang mudah dibuat dari rumah. Dari sanalah cikal bakal Salad Umma lahir sebagai usaha kecil dengan modal terbatas.

Pelatihan yang Mengubah Arah

Upaya bangkit itu dimulai ketika Hikma mengikuti program Kartu Prakerja. Pada gelombang pertama ia gagal, tetapi pada kesempatan berikutnya ia lolos dan memperoleh voucher pelatihan senilai Rp1 juta.

Awalnya, ia sempat memilih kelas makeup karena berharap industri hiburan dan pernikahan segera pulih. Namun, kondisi yang belum membaik membuatnya mencari kelas yang lebih praktis untuk dijalankan saat itu juga.

Ia lalu mempertimbangkan usaha yang tidak membutuhkan kompor, gas, atau minyak. Dari pertimbangan itu, ia memilih salad sayur karena sesuai dengan tren hidup sehat yang mulai banyak dicari masyarakat.

Keputusan tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya. Pelatihan itu memberinya sudut pandang baru bahwa usaha kecil dapat dimulai dari kebutuhan yang sederhana, tetapi tetap punya pasar yang jelas.

Modal Kecil, Langkah Besar

Hikma memulai Salad Umma dari dapur rumah dengan modal yang berasal dari program Kartu Prakerja. Dana yang ia terima digunakan bertahap untuk membeli bahan baku dan perlengkapan dasar usaha.

Ia membeli chopper, blender, kemasan, hingga showcase secara perlahan sesuai kebutuhan. Cara itu membuat modal yang terbatas bisa dimanfaatkan secara efisien tanpa membebani keuangan keluarga.

Lokasi usaha yang dekat dengan kawasan indekos karyawan dan karyawati membantu penjualan awal. Pasar terdekat menjadi sumber pelanggan pertama yang membuat usahanya mulai dikenal.

Dari salad sayur, ia kemudian menambah variasi salad buah setelah menerima pesanan untuk acara ulang tahun pada 2022. Inovasi menu ini membuka peluang baru dan memperluas jangkauan konsumen.

KUR BRI Dorong Omzet

Perjalanan usaha Salad Umma tidak selalu mulus karena omzet sempat naik turun. Meski sudah berjualan online dan aktif promosi di media sosial, pendapatannya kerap hanya Rp15 ribu hingga Rp100 ribu per hari.

Pada beberapa momen, pesanan bahkan tidak masuk sama sekali. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi Hikma untuk menjaga semangat dan keberlanjutan usaha.

Perubahan besar terjadi setelah produknya memperoleh sertifikasi halal dan mengikuti bazar Jakpreneur. Dari sana, ia membangun jejaring yang membuka akses ke pesanan rutin untuk kegiatan pemerintahan.

Sejak itu, omzet harian Salad Umma dapat menembus Rp1 juta per hari. Dukungan pembiayaan KUR BRI dan pendampingan usaha membuat bisnis kecil yang lahir dari keterpurukan ini naik kelas dan semakin stabil.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!