Kisah Pedagang Sate Madura Mayestik yang Naik Kelas

Lifestyle Nadia Safira Putri 02 Juni 2026 01:01 WIB 2
Kisah Pedagang Sate Madura Mayestik yang Naik Kelas

Aroma daging ayam dan kambing khas Madura semerbak dari sebuah ruko dua lantai di Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di kawasan Mayestik yang ramai perkantoran, Sate Ayam Barokah Mayestik milik Mochamad Haidir kini menarik perhatian banyak orang yang melintas. Perjalanan usaha kecil ini menjadi contoh bagaimana ketekunan dapat mengubah dagangan kaki lima menjadi bisnis yang lebih mapan.

Haidir memulai usahanya pada 2013 dengan gerobak sate keliling yang berjualan di atas trotoar. Ia pernah dikejar petugas, diusir pedagang lain, hingga sempat hampir menyerah saat pandemi COVID-19 menghantam penjualan. Namun, pilihan untuk bertahan akhirnya membawanya pada peluang baru yang lebih besar.

Sate Madura di Mayestik

Sore itu, Haidir tampak sibuk mengibaskan kipas bambu di dekat bara arang. Ia menjaga api tetap menyala agar daging ayam dan kambing matang merata. Suasana itu membuat aroma sate langsung menggoda siapa saja yang melintas.

Lokasi di kawasan Mayestik memberi keuntungan tersendiri bagi usahanya. Area tersebut dikelilingi perkantoran dan lalu lintas warga yang cukup padat. Kondisi itu membuat lapaknya memiliki peluang pasar yang terus bergerak.

Haidir menilai keberadaan di lokasi yang strategis menjadi modal penting untuk berkembang. Ia juga sudah lebih dulu membuka lapak di area itu sebelum banyak pesaing datang. Pengalaman tersebut membuatnya memahami ritme pelanggan di kawasan tersebut.

Nama Sate Ayam Barokah Mayestik perlahan mulai dikenal luas. Pelanggan datang bukan hanya karena rasa, tetapi juga karena konsistensi pelayanan yang ia jaga. Dari situlah usahanya mulai naik kelas secara bertahap.

Perjuangan Sate Keliling

Haidir mengawali perjalanan bisnisnya dengan gerobak sate keliling. Saat itu, ia harus berjualan di atas trotoar demi memperoleh penghasilan harian. Jalan yang ditempuhnya tidak mudah karena penuh risiko dan ketidakpastian.

Ia kerap berhadapan dengan Satpol PP yang menertibkan pedagang kaki lima. Tidak jarang pula ia harus berselisih dengan sesama pedagang yang sama-sama mencari lokasi strategis. Situasi itu membuat masa awal usahanya terasa sangat berat.

Meski demikian, Haidir tidak langsung menyerah pada keadaan. Ia terus mencoba bertahan sambil mencari celah agar bisnisnya tetap berjalan. Ketekunan itulah yang kemudian menjadi dasar dari perkembangan usahanya saat ini.

Pengalaman pahit di masa lalu membuatnya lebih berhati-hati dalam mengelola usaha. Ia belajar membaca situasi pasar sekaligus memahami pentingnya lokasi yang aman dan nyaman. Dari proses itu, ia membangun fondasi bisnis yang lebih kuat.

Ujian Saat Pandemi

Perjalanan usahanya sempat tertahan ketika pandemi COVID-19 melanda. Penjualan menurun tajam dan pelanggan yang biasanya datang mulai berkurang. Bagi Haidir, masa itu menjadi periode paling menekan dalam usahanya.

Ia mengaku sempat stres karena pendapatan tidak lagi stabil. Bahkan, Haidir pernah menawarkan lapaknya kepada orang lain karena merasa ingin berhenti. Ia menyebut situasi tersebut sebagai momen ketika semangatnya benar-benar diuji.

Lapaknya sempat ditawar Rp50 juta, jauh di bawah harga yang ia ajukan sebesar Rp150 juta. Meski tawaran itu tidak sesuai harapan, Haidir mengaku tetap lega ketika transaksi tidak jadi terjadi. Keputusan itu secara tidak langsung menyelamatkan peluang bisnisnya di masa depan.

Pengalaman tersebut membuat Haidir semakin yakin bahwa bertahan kadang lebih penting daripada tergesa menyerah. Ia melihat pandemi sebagai pelajaran tentang daya tahan usaha kecil. Dari titik terendah itu, ia kembali menyusun langkah untuk bangkit.

Ruko Baru Sate Barokah

Titik balik usaha Haidir datang ketika sebuah ruko kosong tepat di depan lapaknya ditawarkan untuk disewa. Kesempatan itu muncul saat ia sudah memahami karakter pasar di sekitar Mayestik. Tanpa menunggu lama, ia memutuskan untuk mengambil langkah pindah.

Ruko baru memberi posisi yang jauh lebih strategis bagi bisnisnya. Tampilan usaha juga menjadi lebih rapi dan mudah dikenali pelanggan. Perubahan ini membuat citra usahanya naik dibanding saat masih berjualan di lapak sederhana.

Dengan tempat yang lebih layak, Haidir memiliki ruang untuk mengembangkan layanan dan kenyamanan pembeli. Ia berharap langkah tersebut bisa menjaga pertumbuhan usaha dalam jangka panjang. Baginya, keberanian mengambil peluang adalah bagian penting dari perjalanan bisnis.

Kisah Sate Ayam Barokah Mayestik menunjukkan bahwa usaha kecil dapat berkembang jika dijalankan dengan tekun. Dari trotoar, tekanan pandemi, hingga ruko strategis, Haidir membuktikan bahwa konsistensi dapat membuka jalan baru. Perjalanan ini menjadi gambaran nyata perjuangan pedagang kuliner di tengah persaingan kota besar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!