Ketahanan Siber Perusahaan Dorong Transformasi Digital

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 13 Mei 2026 09:45 WIB 9
Ketahanan Siber Perusahaan Dorong Transformasi Digital

Transformasi digital di Indonesia memperbesar risiko keamanan siber bagi perusahaan. Indosat Ooredoo Hutchison melalui unit Indosat Business merilis whitepaper berjudul A Business-Centric Framework for Enterprise Cyber-Resilience pada 11 Mei 2026 di Jakarta untuk menjelaskan tren ancaman modern dan dampaknya bagi operasional bisnis.

Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Danny Buldansyah, mengatakan bahwa keamanan siber kini menjadi fondasi kepercayaan serta kelangsungan bisnis di era ekonomi digital. Ia menambahkan bahwa enterprise membutuhkan kemampuan menghadapi AI-enabled fraud dan deepfake.

Ancaman Siber Kompleks

Indosat Business melaporkan ancaman siber berkembang kompleks, meliputi AI fraud, deepfake, hingga ransomware yang menarget sektor strategis nasional. Whitepaper tersebut menyajikan data dan analisis terkait dinamika ancaman di era transformasi digital. Penelitian dilakukan untuk membantu perusahaan membangun ketahanan siber yang adaptif dan terintegrasi.

AI-related fraud meningkat hingga 1.550% di sektor fintech Indonesia. Modus yang digunakan melibatkan deepfake dan impersonation suara berbasis AI untuk penipuan identitas. Hal ini menandai lonjakan risiko yang perlu diantisipasi pelaku industri.

Ancaman ransomware terus meningkat, termasuk serangan pada pusat data nasional pada 2024 yang mengganggu lebih dari 200 layanan publik. Cisco Cybersecurity Readiness Index 2025 menunjukkan hanya 11% organisasi di Indonesia yang siap menghadapi ancaman keamanan siber modern. Sementara kerugian akibat kebocoran data diperkirakan mencapai Rp15 miliar pada skala nasional.

Ketahanan Fondasi

Ketahanan siber kini dipandang sebagai fondasi operasional bagi perusahaan dari berbagai skala. Transformasi digital menuntut kemampuan menjaga integritas data, ketersediaan layanan, dan kepercayaan pelanggan. Indosat Business menegaskan pentingnya strategi yang adaptif untuk mengatasi ancaman modern.

Salah satu kunci adalah Zero Trust Architecture yang membatasi akses berdasarkan identitas dan konteks. Selanjutnya, Human Firewall menekankan peran karyawan sebagai garis pertahanan pertama melalui pelatihan dan kesadaran. Strategi ini dirancang agar keamanan bisa berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada perangkat keras semata.

UU PDP mendorong peningkatan monitoring real-time dan pelaporan insiden dalam 72 jam. Indosat Business menekankan bahwa kepatuhan hukum menjadi bagian dari arsitektur keamanan yang solid. Menurut laporan, kebijakan ini memperkuat respons organisasi terhadap insiden siber.

Strategi Implementasi Keamanan

Indosat Business mendorong perusahaan melihat ketahanan siber sebagai bagian integral dari transformasi digital dan daya saing jangka panjang. Langkah ini menekankan bahwa keamanan bukan sekadar biaya, melainkan investasi strategis. Penggunaan kerangka kerja yang terintegrasi dengan proses bisnis menjadi fokus implementasi.

Laporan juga meninjau peran sektor finansial, manufaktur, pemerintahan, dan pendidikan dalam penguatan keamanan. Sektor-sektor tersebut perlu menerapkan praktik cyber resilience untuk melanjutkan operasi meskipun terhantam ancaman modern. Studi menegaskan perlunya koordinasi lintas sektor serta investasi teknologi untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Indosat Business berharap ketahanan siber menjadi bagian dari strategi transformasi digital dan daya saing bisnis jangka panjang. Para pemangku kepentingan diharapkan menindaklanjuti rekomendasi dengan program pelatihan, kebijakan, dan investasi infrastruktur. Upaya ini diharapkan memperkuat ekosistem digital nasional di tengah laju AI dan ekonomi digital.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!