Kesenjangan Internet Hotel Makkah-Madinah Disorot Ookla

Teknologi Moh. Royhan Nahado 24 Mei 2026 18:50 WIB 6
Kesenjangan Internet Hotel Makkah-Madinah Disorot Ookla

Kualitas internet hotel Makkah dan Madinah menjadi sorotan setelah Ookla menemukan kesenjangan performa yang cukup lebar di sejumlah hotel mewah tempat menginap para jemaah. Di tengah lonjakan kebutuhan komunikasi digital, akses internet kini menjadi layanan penting untuk navigasi, koordinasi, dan aktivitas harian selama ibadah.

Dalam analisis terbaru itu, hanya tiga dari 16 hotel yang diteliti mampu mencatat kecepatan unduh median di atas 100 Mbps. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kesiapan infrastruktur digital di dua kota suci itu masih belum merata, meski permintaan konektivitas terus meningkat setiap musim haji.

Internet hotel Makkah

Ookla mencatat Swissôtel Makkah menempati posisi teratas dengan kecepatan unduh median 152,17 Mbps. Fairmont Hotel menyusul dengan 148,87 Mbps, sementara Swissôtel Al Maqam mencatat 124 Mbps.

Di bawah tiga besar, Pullman ZamZam Makkah masih mampu mencapai 96,80 Mbps. Anwar Al Madinah Mövenpick berada di level 78,42 Mbps, yang masih tergolong cukup untuk kebutuhan dasar tamu.

Sejumlah hotel lain seperti Al Ghufran Safwah Hotel Makkah, Pullman Zamzam Madina, Hyatt Regency Makkah - Jabal Omar, dan Millennium Al Aqeeq berada pada kisaran 18 Mbps hingga 38 Mbps. Angka tersebut menunjukkan jarak yang cukup jauh dibanding hotel dengan kinerja terbaik.

Perbedaan itu memperlihatkan bahwa kualitas layanan internet di hotel sekitar Makkah tidak dapat disamaratakan. Bagi jemaah yang bergantung pada aplikasi peta, pesan instan, dan layanan perjalanan, selisih kecepatan ini sangat terasa dalam penggunaan sehari-hari.

Konsistensi jaringan jadi sorotan

Masalah utama tidak hanya terletak pada kecepatan puncak, tetapi juga pada kestabilan layanan saat jam sibuk. Ookla menyebut bahkan hotel-hotel terbaik masih dapat mengalami penurunan kecepatan yang signifikan pada sebagian pengguna.

Data menunjukkan 10 persen pengguna terbawah di hotel terbaik bisa merasakan kecepatan di bawah 15 Mbps. Kondisi ini berpotensi memicu frustrasi, terutama ketika banyak tamu mengakses jaringan secara bersamaan.

Di hotel premium lain, performa yang tercatat justru lebih rendah dari ekspektasi pasar. Hilton Makkah Convention Hotel hanya membukukan 4,95 Mbps, sedangkan Anjum Hotel Makkah berada pada 10,51 Mbps.

Angka tersebut menandakan bahwa label hotel mewah tidak selalu sejalan dengan kualitas konektivitas. Dalam situasi dengan lalu lintas digital tinggi, stabilitas jaringan menjadi pembeda yang menentukan kepuasan tamu.

Teknologi penentu kualitas

Menurut Ookla, perbedaan performa sangat dipengaruhi oleh teknologi yang digunakan masing-masing hotel. Jaringan berbasis Wi-Fi 6, frekuensi 5 GHz, dan dukungan fiber optik terbukti lebih stabil dibanding sistem yang masih bertumpu pada Wi-Fi 4 atau pita 2,4 GHz.

Teknologi yang lebih baru memungkinkan kapasitas lebih besar dan latensi yang lebih rendah. Hal ini penting untuk mendukung penggunaan internet secara simultan oleh ribuan tamu dalam area yang sama.

Hotel yang masih mengandalkan infrastruktur lama cenderung lebih rentan mengalami penurunan kualitas ketika beban jaringan meningkat. Situasi itu membuat pengalaman digital jemaah tidak konsisten, terutama pada jam-jam padat.

Temuan ini menegaskan bahwa investasi pada infrastruktur digital bukan lagi pilihan tambahan. Bagi hotel di Makkah dan Madinah, pembaruan teknologi menjadi kebutuhan untuk menjaga layanan tetap kompetitif.

Lonjakan data jemaah

Data musim Haji 2025 menunjukkan betapa besar kebutuhan konektivitas para jemaah selama berada di Arab Saudi. Ookla mencatat penggunaan data rata-rata mencapai 1,26 GB per hari per pengguna, atau sekitar tiga kali lipat rata-rata global.

Angka tersebut melonjak signifikan dibanding musim Haji 2024 yang tercatat sebesar 876 MB per pengguna per hari. Kenaikan ini menggambarkan semakin besarnya peran layanan digital dalam mendukung mobilitas dan komunikasi jemaah.

Dengan jutaan orang dari berbagai negara berkumpul di dua kota suci, jaringan internet yang andal menjadi bagian dari infrastruktur pelayanan yang tidak bisa diabaikan. Koneksi yang baik membantu jemaah tetap terhubung dengan keluarga, rombongan, dan layanan informasi.

Ookla menilai penyedia hotel perlu segera meningkatkan kapasitas ISP, memperluas jaringan fiber, memprioritaskan penggunaan 5 GHz, serta menambah titik akses. Langkah itu dinilai penting untuk mengurangi area tanpa sinyal dan memperbaiki pengalaman internet secara menyeluruh.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!