Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 23 Mei 2026 18:40 WIB 6
Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Camilan singkong buatan tangan dari pelaku usaha difabel asal Sukabumi resmi menembus pasar luar negeri melalui ekspor perdana ke Brunei Darussalam. Produk keripik singkong Yammy Babeh milik PT Gemilang Agro Inovasi dikirim senilai USD 18.000 atau sekitar Rp 288 juta untuk satu kontainer berukuran 20 kaki.

Ekspor tersebut menjadi tonggak penting bagi UMKM yang didirikan oleh Ade Soelistyowati, penyandang disabilitas tuna rungu, yang kini bekerja sama dengan perusahaan asal Brunei, SP Setia SDN BHD. Pelepasan simbolis dilakukan di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jawa Barat, dan dihadiri sejumlah pejabat negara, menandai pengakuan atas potensi produk lokal yang naik kelas.

Ekspor singkong dari Sukabumi

PT Gemilang Agro Inovasi dikenal melalui produk Cassava Crackers Yammy Babeh, camilan berbahan dasar singkong lokal yang diolah secara higienis. Produk tersebut dikemas modern agar memenuhi standar pasar global dan menarik minat pembeli internasional.

Pengiriman perdana ke Brunei Darussalam menjadi langkah awal kerja sama berkelanjutan dengan SP Setia SDN BHD. Nilai transaksi yang mencapai USD 18.000 menunjukkan adanya kepercayaan pasar terhadap kualitas produk olahan singkong dari Sukabumi.

Selain keripik singkong, Ade juga mengembangkan produk turunan mangrove berupa kapsul, teh, dan bubuk. Produk-produk itu kini mulai dipasarkan ke Korea Selatan, sehingga memperluas jangkauan usaha yang ia bangun.

Perjuangan pelaku usaha difabel

Usaha ini dijalankan Ade bersama sang suami yang tengah berjuang melawan sakit stroke. Dalam keterbatasan tersebut, keduanya tetap menjaga keberlangsungan produksi dan mempertahankan kualitas usaha.

PT Gemilang Agro Inovasi saat ini mempekerjakan 10 karyawan tetap dan 25 siswa magang dari SMA Hassina Sukabumi. Kehadiran tenaga kerja itu tidak hanya membantu operasional, tetapi juga membuka ruang pembelajaran bagi generasi muda.

Ade menegaskan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi dan bersaing di pasar yang lebih luas. Ia menyebut dukungan berbagai pihak menjadi dorongan penting untuk membawa produk lokal ke tingkat internasional.

Dukungan pemerintah dan swasta

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi capaian ekspor yang diraih UMKM binaan tersebut. Ia menilai keberhasilan Ade membuktikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam memperkuat daya saing usaha mikro.

Maman juga menyampaikan bahwa pemerintah akan memberi prioritas kepada pelaku usaha disabilitas untuk pembinaan dan pelatihan. Arahan tersebut, menurut dia, bertujuan memperkuat daya saing mereka di tingkat global.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menilai ekspor Yammy Babeh sejalan dengan upaya mendorong wirausaha lokal menembus pasar dunia. Ia menekankan bahwa semangat inklusivitas, inovasi, dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan dalam pengembangan UMKM.

Langkah ekspor berkelanjutan

Pertamina menyebut keberhasilan PT Gemilang Agro Inovasi menunjukkan bahwa setiap individu memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada ekonomi bangsa. Perusahaan pelat merah itu menegaskan dukungannya terhadap UMKM binaan agar terus berkembang dan kompetitif.

Fadjar menambahkan, hingga Oktober 2025 sudah ada delapan UMKM binaan yang berhasil menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa pembinaan yang konsisten dapat menghasilkan dampak nyata bagi ekonomi masyarakat.

Sejak awal 2025, Pertamina telah mengantarkan delapan UMKM binaan melakukan ekspor ke berbagai negara. Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!