Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 23 Mei 2026 08:29 WIB 6
Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Produk keripik singkong Yammy Babeh milik PT Gemilang Agro Inovasi resmi menembus pasar luar negeri melalui ekspor perdana ke Brunei Darussalam senilai USD 18.000 atau sekitar Rp 288 juta. Pengiriman satu kontainer 20 kaki itu menjadi tonggak penting bagi pelaku UMKM difabel asal Sukabumi yang ingin memperluas pasar internasional.

Ekspor perdana tersebut dilepas secara simbolis di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis, dengan kehadiran Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, serta Bupati Sukabumi Ayep Zaki. Usaha yang didirikan Ade Soelistyowati, penyandang disabilitas tuna rungu, kini juga menjalin kerja sama berkelanjutan dengan SP Setia SDN BHD asal Brunei.

Ekspor UMKM Difabel Sukabumi

PT Gemilang Agro Inovasi dikenal lewat produk Cassava Crackers Yammy Babeh, camilan berbahan dasar singkong lokal yang diolah secara higienis. Produk ini dikemas modern agar memenuhi standar pasar global dan memiliki daya saing lebih kuat.

Ade Soelistyowati mendirikan usaha tersebut dengan semangat membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Ia menjalankan bisnis ini bersama suaminya yang tengah berjuang melawan sakit stroke.

Di tengah kondisi itu, usaha tetap berjalan dan justru membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Saat ini, perusahaan mempekerjakan 10 karyawan tetap dan 25 siswa magang dari SMA Hassina Sukabumi.

Selain keripik singkong, Ade juga mengembangkan produk turunan mangrove seperti kapsul, teh, dan bubuk. Produk-produk itu mulai dipasarkan ke Korea Selatan sebagai bagian dari diversifikasi usaha.

Dukungan Pemerintah dan BUMN

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi capaian ekspor tersebut karena menunjukkan daya tahan pelaku usaha mikro. Menurut dia, keberhasilan Ade menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta.

Ia menilai kolaborasi itu dibutuhkan untuk memperkuat daya saing UMKM di pasar internasional. Pemerintah, kata dia, akan terus memberi ruang pembinaan bagi pelaku usaha disabilitas.

Maman juga menyebut arahan Presiden Prabowo untuk memprioritaskan pelaku usaha disabilitas dalam pelatihan dan penguatan kapasitas. Langkah itu diharapkan membuat lebih banyak UMKM naik kelas dan berdaya saing global.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Persero, Fadjar Djoko Santoso, turut menilai ekspor Yammy Babeh sejalan dengan misi mendorong wirausaha lokal. Ia mengatakan keberhasilan UMKM binaan menunjukkan semangat inklusivitas, inovasi, dan keberlanjutan dapat berjalan bersama.

Peran Pertamina untuk UMKM

Pertamina menyebut setiap individu memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap ekonomi bangsa. Karena itu, perusahaan terus mendorong UMKM binaan agar mampu masuk ke pasar dunia.

Fadjar menjelaskan, hingga Oktober 2025 sudah ada delapan UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. Pencapaian itu menjadi indikator bahwa pembinaan yang konsisten dapat memperluas akses pasar pelaku usaha kecil.

Menurut Pertamina, dukungan terhadap UMKM tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah produk lokal. Dampaknya diharapkan menjalar ke aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

Perusahaan itu berkomitmen memperluas pendampingan kepada UMKM di seluruh Indonesia. Targetnya, semakin banyak produk lokal yang mampu bersaing di pasar global tanpa kehilangan identitas daerah asalnya.

Langkah Lanjut Ekspor Berkelanjutan

Kerja sama dengan SP Setia SDN BHD membuka peluang pengiriman berkelanjutan ke Brunei Darussalam. Skema ini menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan ekspor Yammy Babeh dalam jangka panjang.

Ekspor perdana juga memberi sinyal bahwa produk olahan singkong lokal memiliki peluang besar di pasar luar negeri. Dengan kualitas yang terjaga dan kemasan yang sesuai, produk UMKM dapat diterima konsumen global.

Bagi Ade Soelistyowati, pencapaian ini bukan hanya soal penjualan, tetapi juga pembuktian atas kerja keras dan ketekunan. Ia berharap lebih banyak pelaku usaha difabel mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa UMKM Indonesia dapat naik kelas melalui inovasi, konsistensi, dan dukungan lintas sektor. Dari Sukabumi, produk lokal kini mulai menapaki jalur perdagangan internasional dengan lebih percaya diri.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!