Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 01 Juni 2026 09:49 WIB 2
Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Keripik singkong buatan tangan dari Sukabumi resmi menembus pasar luar negeri melalui ekspor perdana ke Brunei Darussalam. Produk Yammy Babeh milik PT Gemilang Agro Inovasi bernilai USD 18.000 atau sekitar Rp 288 juta untuk satu kontainer 20 feet.

Ekspor tersebut dilepas secara simbolis di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jawa Barat, pada hari ini. Acara itu dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, serta Bupati Sukabumi Ayep Zaki.

Ekspor Keripik Singkong Perdana

Produk yang dikirim adalah Cassava Crackers Yammy Babeh, camilan berbahan dasar singkong lokal. Pengolahan dilakukan secara higienis dan dikemas modern agar memenuhi standar pasar global.

Pengiriman perdana ini memiliki nilai transaksi USD 18.000. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp 288 juta untuk satu kontainer berukuran 20 feet.

PT Gemilang Agro Inovasi menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Brunei, SP Setia SDN BHD. Kolaborasi ini diarahkan untuk memastikan pengiriman dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Ekspor perdana itu menjadi tonggak penting bagi UMKM binaan yang tumbuh dari usaha rumahan. Capaian tersebut juga memperlihatkan bahwa produk lokal dapat bersaing di pasar internasional.

Perjalanan Usaha Ade Soelistyowati

UMKM ini didirikan oleh Ade Soelistyowati, seorang penyandang disabilitas tuna rungu. Ia membangun usaha dengan fokus pada pengolahan singkong lokal menjadi produk bernilai tambah.

Ade menjalankan bisnis tersebut bersama sang suami yang tengah berjuang melawan sakit stroke. Dalam kondisi itu, keduanya tetap mempertahankan operasional usaha dan terus mengembangkan pasar.

Di tengah keterbatasan, usaha ini justru membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Saat ini, PT Gemilang Agro Inovasi mempekerjakan 10 karyawan tetap dan 25 siswa magang dari SMA Hassina Sukabumi.

Ade juga mengembangkan produk turunan mangrove, seperti kapsul, teh, dan bubuk. Produk tersebut kini mulai dipasarkan ke Korea Selatan, menandai perluasan lini usaha yang semakin beragam.

Dukungan Pemerintah dan BUMN

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi keberhasilan ekspor yang diraih Ade dan timnya. Ia menilai capaian itu membuktikan pentingnya sinergi pemerintah, BUMN, dan sektor swasta.

Menurut dia, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperkuat daya saing pelaku usaha mikro. Dukungan tersebut diperlukan agar UMKM memiliki akses pembinaan, pelatihan, dan pasar yang lebih luas.

Maman juga menegaskan bahwa pemerintah akan memprioritaskan pelaku usaha disabilitas. Arahan itu disebut sejalan dengan upaya Presiden Prabowo untuk meningkatkan daya saing kelompok rentan di tingkat global.

Ia berharap lebih banyak UMKM menerima pendampingan serupa agar mampu naik kelas. Dengan pembinaan yang tepat, produk lokal dinilai dapat menjangkau pasar ekspor secara berkelanjutan.

Komitmen Pertamina Perluas Pasar

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menyebut ekspor Yammy Babeh sejalan dengan misi mendorong wirausaha lokal. Menurut dia, keberhasilan itu menunjukkan potensi besar pelaku usaha binaan untuk menembus pasar dunia.

Pertamina menilai semangat inklusivitas, inovasi, dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan dalam pengembangan UMKM. Karena itu, perusahaan menegaskan komitmen untuk terus mendukung pelaku usaha di berbagai daerah.

Fadjar menyampaikan, hingga Oktober 2025 sudah ada delapan UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. Capaian itu menjadi indikator bahwa pendampingan yang konsisten memberi hasil nyata.

Sejak awal 2025, Pertamina telah mengantarkan delapan UMKM binaan untuk ekspor ke berbagai negara. Langkah tersebut diharapkan menambah nilai produk lokal sekaligus memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Tag Terkait
#UMKM#ekspor#difabel

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!