Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 31 Mei 2026 03:36 WIB 2
Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Camilan singkong buatan tangan dari pelaku usaha difabel asal Sukabumi resmi menembus pasar luar negeri melalui ekspor perdana ke Brunei Darussalam. Produk keripik singkong Yammy Babeh milik PT Gemilang Agro Inovasi dikirim senilai USD 18.000 atau sekitar Rp 288 juta untuk satu kontainer berukuran 20 kaki.

Ekspor tersebut dilepas secara simbolis di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jawa Barat, dan dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, serta Bupati Sukabumi Ayep Zaki. Usaha ini dijalankan oleh Ade Soelistyowati, penyandang disabilitas tuna rungu, yang kini menjalin kerja sama dengan SP Setia SDN BHD untuk pengiriman berkelanjutan.

Ekspor Keripik Singkong

PT Gemilang Agro Inovasi dikenal melalui produk Cassava Crackers Yammy Babeh yang berbahan dasar singkong lokal. Produk ini diolah secara higienis dan dikemas modern agar memenuhi standar pasar global.

Ekspor perdana ke Brunei menjadi tonggak penting bagi pengembangan usaha yang dirintis dari skala UMKM. Pengiriman ini juga menunjukkan bahwa produk pangan lokal memiliki peluang kuat untuk bersaing di luar negeri.

Selain Brunei, Ade juga mulai memasarkan produk turunan mangrove ke Korea Selatan. Produk tersebut mencakup kapsul, teh, dan bubuk yang dikembangkan sebagai bagian dari diversifikasi usaha.

Dukungan Untuk UMKM

Ade menjalankan usaha bersama suaminya yang tengah berjuang melawan sakit stroke. Di tengah kondisi itu, keduanya tetap menjaga keberlanjutan usaha dan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

Saat ini, PT Gemilang Agro Inovasi mempekerjakan 10 karyawan tetap dan 25 siswa magang dari SMA Hassina Sukabumi. Kehadiran tenaga kerja lokal ini memperkuat peran UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Ade mengatakan keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi dan menembus pasar internasional. Ia menegaskan dukungan berbagai pihak menjadi modal penting untuk membawa produk lokal naik kelas.

Apresiasi Untuk Inovasi

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi capaian ekspor yang diraih Ade Soelistyowati. Menurut dia, keberhasilan tersebut membuktikan pentingnya kolaborasi pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam memperkuat daya saing pelaku usaha mikro.

Maman juga menegaskan bahwa pemerintah akan memprioritaskan pelaku usaha disabilitas untuk mendapat pembinaan, pelatihan, dan penguatan. Arahan itu disebut sejalan dengan upaya memperluas akses mereka agar lebih berdaya saing di pasar global.

Apresiasi serupa datang dari Pertamina melalui Vice President Corporate Communication Fadjar Djoko Santoso. Ia menilai keberhasilan Yammy Babeh selaras dengan dorongan agar wirausaha lokal mampu menembus pasar dunia.

Dampak Ekonomi Inklusif

Pertamina menyebut keberhasilan UMKM binaan seperti PT Gemilang Agro Inovasi menunjukkan bahwa inklusivitas, inovasi, dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan. Perusahaan menilai setiap individu memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap ekonomi bangsa.

Fadjar menambahkan, hingga Oktober 2025 terdapat delapan UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. Sejak awal 2025, Pertamina juga telah mengantarkan delapan UMKM binaan melakukan ekspor ke berbagai negara.

Dukungan berkelanjutan itu diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal serta menciptakan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Keberhasilan Yammy Babeh menjadi contoh bahwa usaha kecil dapat tumbuh menjadi pemain global dengan pendampingan yang tepat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!