Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 24 Mei 2026 13:25 WIB 6
Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Keripik singkong buatan tangan dari pelaku usaha difabel asal Sukabumi resmi menembus pasar luar negeri melalui ekspor perdana ke Brunei Darussalam. Produk bernama Yammy Babeh milik PT Gemilang Agro Inovasi itu dilepas dengan nilai transaksi USD 18.000 atau sekitar Rp288 juta untuk satu kontainer 20 kaki.

Ekspor tersebut dilakukan di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jawa Barat, dan disaksikan oleh sejumlah pejabat, termasuk Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, serta Bupati Sukabumi Ayep Zaki. Di balik capaian ini, berdiri sosok Ade Soelistyowati, penyandang disabilitas tuna rungu yang membangun usaha bersama suaminya dan kini menjalin kerja sama berkelanjutan dengan perusahaan asal Brunei, SP Setia SDN BHD.

Ekspor Keripik Singkong Sukabumi

Produk yang diekspor adalah Cassava Crackers Yammy Babeh, camilan berbahan dasar singkong lokal yang diolah secara higienis. Kemasan modern yang digunakan membuat produk ini lebih siap bersaing di pasar internasional.

PT Gemilang Agro Inovasi membangun merek tersebut dengan menekankan kualitas bahan baku dan konsistensi produksi. Langkah itu menjadi modal penting untuk memenuhi standar pembeli dari luar negeri.

Pengiriman perdana ke Brunei Darussalam menandai perluasan pasar bagi UMKM asal Sukabumi. Nilai ekspor sebesar USD 18.000 menunjukkan adanya permintaan nyata terhadap produk olahan lokal.

Kerja sama dengan SP Setia SDN BHD juga membuka peluang pengiriman yang lebih rutin. Dengan skema itu, ekspor tidak hanya menjadi seremoni, tetapi bagian dari pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Perjuangan Ade Soelistyowati

Ade Soelistyowati membangun usaha ini di tengah keterbatasan sebagai penyandang disabilitas tuna rungu. Ia menjalankan bisnis bersama suaminya yang sedang berjuang melawan stroke.

Kondisi tersebut tidak menghentikan aktivitas produksi dan pengembangan usaha. Sebaliknya, keterbatasan itu justru mendorong keduanya untuk bertahan dan terus berinovasi.

Melalui PT Gemilang Agro Inovasi, Ade juga mengembangkan produk turunan mangrove seperti kapsul, teh, dan bubuk. Produk tersebut kini mulai dipasarkan ke Korea Selatan sebagai bagian dari diversifikasi usaha.

Selain menumbuhkan bisnis, usaha ini juga memberi dampak sosial bagi masyarakat sekitar. Saat ini perusahaan mempekerjakan 10 karyawan tetap dan 25 siswa magang dari SMA Hassina Sukabumi.

Dukungan Pemerintah dan BUMN

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi capaian ekspor yang diraih UMKM binaan tersebut. Ia menilai keberhasilan Ade menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta.

Menurut dia, sinergi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat daya saing pelaku usaha mikro. Dukungan itu dinilai mampu membantu UMKM naik kelas dan memasuki pasar global.

Maman juga menegaskan pemerintah akan memprioritaskan pelaku usaha disabilitas untuk mendapat pembinaan, pelatihan, dan penguatan. Kebijakan itu disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar kelompok rentan lebih berdaya saing.

Langkah tersebut diharapkan memberi ruang lebih besar bagi pelaku usaha yang menghadapi keterbatasan fisik. Dengan dukungan yang tepat, mereka dapat membuktikan kemampuan bersaing di tingkat internasional.

Peluang UMKM Naik Kelas

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Persero, Fadjar Djoko Santoso, menilai ekspor Yammy Babeh sejalan dengan dorongan memperkuat wirausaha lokal. Ia menyebut keberhasilan tersebut mencerminkan semangat inklusivitas, inovasi, dan keberlanjutan.

Pertamina menilai setiap individu memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada ekonomi bangsa. Karena itu, UMKM binaan didorong agar mampu menembus pasar dunia dengan lebih percaya diri.

Fadjar menyebut hingga Oktober 2025 sudah ada delapan UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. Jumlah itu menunjukkan pembinaan yang konsisten dapat menghasilkan dampak nyata bagi pelaku usaha.

Sejak awal 2025, Pertamina terus mengantarkan UMKM binaannya ekspor ke berbagai negara. Upaya tersebut diharapkan menambah nilai produk lokal sekaligus menciptakan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!