Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan kembali program magang nasional pada 2026 dengan kuota 150 ribu peserta. Jumlah itu naik 50 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 100 ribu orang, dan gelombang pertama ditargetkan mulai bergulir pada Juli 2026.
Menaker Yassierli menyampaikan, persiapan program tersebut telah dibahas bersama Kementerian Koordinator, Kementerian Keuangan, dan Deputi Mensesneg. Program ini diarahkan untuk memberi kesempatan lebih luas kepada lulusan baru yang ingin menambah pengalaman kerja.
Magang Nasional Kembali Dibuka
Yassierli menegaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan pelaksanaan program magang nasional untuk 2026. Ia menyebut kuota yang disediakan tahun ini mencapai 150 ribu peserta.
Menurutnya, angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan alokasi tahun sebelumnya yang hanya 100 ribu peserta. Kenaikan kuota ini menjadi bagian dari arahan Presiden untuk memperluas akses magang bagi lulusan baru.
Program ini ditujukan bagi para fresh graduate yang lulus dalam satu tahun terakhir. Pemerintah berharap skema tersebut dapat menjadi jembatan awal menuju dunia kerja yang lebih kompetitif.
Jadwal Gelombang Pertama
Kemnaker menargetkan gelombang pertama program magang nasional dimulai pada Juli 2026. Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan 50 ribu peserta terlebih dahulu.
Setelah tahap awal berjalan, pemerintah akan membuka batch berikutnya hingga total kuota terpenuhi. Mekanisme pelaksanaan saat ini masih disusun agar bisa berjalan sesuai jadwal.
Yassierli mengatakan pihaknya masih merapikan jadwal dan tata cara pelaksanaan program tersebut. Ia optimistis program ini dapat dimulai sesuai rencana dan memberi manfaat nyata bagi pencari kerja muda.
Uang Saku Tetap Sama
Pemerintah memastikan uang saku peserta magang tetap mengikuti skema tahun sebelumnya. Besarannya setara dengan upah minimum di wilayah tempat peserta menjalani magang.
Skema tersebut disesuaikan dengan ketentuan upah minimum kota, kabupaten, atau provinsi. Untuk Jakarta, acuan yang dipakai adalah upah minimum provinsi.
Dengan pola ini, peserta diharapkan mendapat dukungan biaya hidup yang lebih sesuai selama mengikuti program. Pemerintah menilai kebijakan tersebut penting agar magang tidak hanya menambah pengalaman, tetapi juga memberi kepastian insentif.
Harapan untuk Lulusan Baru
Program magang nasional dipandang sebagai salah satu upaya pemerintah memperkuat kesiapan tenaga kerja muda. Melalui program ini, peserta dapat mengenal ritme kerja dan kebutuhan industri secara langsung.
Bagi perusahaan, program tersebut juga berpotensi menjadi sarana mencari talenta baru yang lebih siap kerja. Di sisi lain, pemerintah berharap partisipasi dunia usaha dapat terus meningkat pada tahun ini.
Yassierli menyebut kebijakan ini sebagai kabar baik bagi para fresh graduate. Dengan kuota yang lebih besar, kesempatan untuk memperoleh pengalaman kerja diharapkan semakin terbuka luas.
